Soal "Nyanyian" Gani Sirman, Pemkot: Harus Didukung Bukti Kuat | Makassar Today
Connect with us

Hukum & Kriminal

Soal “Nyanyian” Gani Sirman, Pemkot: Harus Didukung Bukti Kuat

Published

on

Makasaartoday.com – Kabag Hukum Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar angkat bicara terkait adanya pernyataan tersangka dugaan kasus pengadaan pohon ketapang kencana, mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Makassar, Gani Sirman yang menyebut adanya fee 30 persen dalam proyek Pengadaan Pohon Ketapang ke Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA).

Kabag Hukum Sekretariat Kota Makassar, Umar SH, pernyataan Gani Sirman tersebut sama sekali belum dilihatnya di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polda Sulsel.

“Kita tidak tahu karena kita tidak pernah lihat BAP-nya,” katanya, Minggu (15/4/2018).

Meski demikian, pernyataan Gani Sirman tersebut ditegaskannya harus didukung dengan bukti yang kuat atau fakta hukum. Dan itu bagian dari ranah penegak hukum untuk membuktikannya.


“Dalam proses hukum statement itu harus ada bukti, dan bukti itu kan harus diuji di ranah penegakan hukum, proses pengadilan nanti,” pungkas Umar.

Dia menambahkan, belakangan ini saat kasus tersebut berjalan, Pemerintah Kota tetap menghargai proses hukum. Terlebih kepada pendampingan hukum kepada tersangka Gani Sirman.

“Kita pemkot senantiasa hargai proses hukum, kita serahkan proses hukum yang berjalan. Status tersangka ditentukan penegak hukum, dan Pemkot Makassar dalam hal ini menghargai prosesnya,” ujar Umar.

Hingga saat ini, tersangka dugaan kasus pengadaan pohon ketapang kencana program Pemkot Makassar, mantan Kepala DLHD Makassar, Gani Sirman masih bebas berkeliaran. (*)

Advertisement
Comments

Hukum & Kriminal

Curi Ponsel, Bencong Panaikang Diciduk Polisi

Published

on

By

Makassartoday.com – Syahril alias Riri (23), seorang waria (bencong), yang sering namplas di depan pemakaman umum Panaikang harus berurusan dengan pihak berwajib.

Ia dicokok anggota Resmob Polsek Panakkukang dalam kasus pencurian dengan pemberatan dengan barang bukti 1 unit ponsel Samsung A7 warna Gold dan uang sebesar Rp 6.600.000.

Dalam laporan polisi LP/367/III/2018/Restabes Makassar/Sek Panakkukang disebutkan bahwa pelaku melakukan pencucian terhadap seorang ibu rumah tangga bernama Murniati als Murni
(34), warga Jl Haji kalla kamp. Campagayya, Rabu (18/4/2018) malam.

“Pelaku diduga mencuri tas berisi ponsel dan uang yang digantung di bagian depan sepeda motor korban. Pelaku melancarkan aksinya saat korban mengangkat telepon tak jauh dari sepeda motor yang diparkir korban di depan pemakaman umum Panaikang,” jelas Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi, Kamis (19/4/2018).


Pelaku diamankan setelah anggota Resmob yang dipimpin Panit 2 Ipda Roberth Hariyanto Siga melakukan penyelidikan usai menerima laporan korban.

“Salah satu anggota Resmob menyamar menggunakan jaket Gojek sebagai tamu dan bernegoisasi dengan pelaku, namun pelaku ternyata curiga hingga pelaku kabur melarikan diri,” sambung Kapolsek Panakkukang.

Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan pelaku. Petugas bahkan sempat memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali ke udara yang membuat pelaku ciut dan langsung menghentikan pelariannya.

“Selanjutnya pelaku diamankan menuju mako guna proses lebih lanjut. Dalam interogasinya, pelaku mengakui telah mencuri barang korban,” tutup Kapolsek. (Hajji Taruna)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler