Akademisi Unhas Ini Unggulkan IYL-Cakka di Debat Kedua | Makassar Today
Connect with us

Politik

Akademisi Unhas Ini Unggulkan IYL-Cakka di Debat Kedua

Published

on

Makassartoday.com – Empat pasangan di Pilgub Sulsel kembali beradu gagasan pada debat kandidat kedua, 19 April mendatang. Kali ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengangkat tema “Pelayanan Publik”.

Analisis kebijakan dari Universitas Hasanuddin Prof Dr Nur Sadik menilai, dalam debat ini merupakan waktu yang tepat bagi publik untuk menilai sejauh mana kandidat menyampaikan visi- misi tentang pelayanan.

Dia menjelaskan, kandidat yang memiliki track record dan pengalaman di pemerintahan diyakini akan lebih siap dan paham dengan materi tersebut

“Dari 4 pasangan ini yang mengutamakan itu adalah track record. Track record itu yang mempunyai pengalaman pelayanan kepada masyarakat. Misalnya pernah jadi Bupati dan Wali Kota,” kata Nur Sadik, Senin (26/4/2018).

Dari 4 kandidat, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) adalah figur yang sama-sama punya pengalaman sebagai Bupati dua periode. Begitu juga mereka pernah tercatat sebagai anggota DPRD.

Berbekal pengalaman tersebut, keduanya diyakini akan tampil meyakinkan sekaligus bisa menguasai materi sesuai tema yang diangkat kali ini.


Nur Sadik menambahkan, pengalaman dan track record adalah terusan dari bawah dan akan diteruskan pada tingkat pemerintah provinsi.

“Karena Gubernur itu kan memimpin Bupati dan Wali Kota. Bupati dan Wali Kota mimpin camat, Camat mimpin Lurah, Desa dan seterusnya,” kata dia.

Sehingga, lanjutnya, memang sangat diperlukan pemimpin yang mempunyai track record di bidang pelayanan dan pemerintahan.

Dia tidak menampik, bahwa IYL-Cakka memang merupakan pasangan calon yang memiliki track record yang terukur. Meski demikian, dia tidak mendiskreditkan kandidat lain.

“Artinya, semuanya karena rata-rata ada juga yang satu mantan Bupati Bantaeng. Masing-masinglah. Tapi luar track recornya. Karena track record itu tidak bisa dibohingi, tidak bisa dimanipulasi karena kenyataanya seperti itu,” tuturnya.

Lebih jauh, prestasi saat menjabat sebagai pejabat publik juga menjadi ukuran. Meski demikian, dia berharap, pada debat kandidat mendatang, pasangan calon tetap mendahulukan etika.

“Hal-hal yang menyangkut masalah pelayanan, hal-hal yang menyangkut moral harus diperhatikan itu. Sehingga kita memilih pemimpin yang baik. Supaya tidak ada track record yang negatif,” tandasnya. (*)

Advertisement
Comments

Politik

Tim Appi-Cicu Pilih Tunggu Putusan MA di Masjid

Published

on

By

Makassartoday.com – Jika pendukung paslon Wali Kota dan Wakil Walikota Makassar, Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) memilih menjemput putusan kasasi di Mahkamah Agung (MA) melalui mobilisasi massa, namun tidak bagi Paslon nomor urut 1, Appi-Cicu.

Jelang putusan MA perihal kasasi KPU Kota Makassar, Tim Pemenangan Appi-Cicu memiliki persiapan yang berbeda.

Pihak Appi-Cicu menyebut jika sekira 30 persen tim pendukung menanti putusan tersebut hanya dengan cara melantunkan doa.

Baca Sebelumnya: Ribuan Loyalis DIAmi Siap Jemput Putusan MA di Bandara


“Tidak ada persiapan istimewa, ya sekira 30 persen pendukung Appi-Cicu akan berdoa di masjid saja menunggu putusan” jelas Sekretaris Tim Hukum Appi-Cicu Jhon Ardiyansah, Jumat (20/4/2018).

Selain berdoa, pasangan Appi-Cicu jelang putusan MA tetap konsentrasi melaksanakan sosialisasi.

“Kalau kandidat fokus sosialisasi, kalau tim silahkan beraktifitas seperti biasa, kita ini melawan kecurangan pilkada jadi kami siapkan diri berdoa itupun lagi hanya sekira 30 persen tim pemenangan yang ikut dengan issu tersebut,” pungkasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler