Dikunjungi Kapolres Gowa, Ibu Penderita Tumor Berlinang Air Mata | Makassar Today
Connect with us

NEWS

Dikunjungi Kapolres Gowa, Ibu Penderita Tumor Berlinang Air Mata

Published

on

Makassartoday.com – Ibu Sattuma Dg Pajja (51th) tak kuasa membendung rasa harunya saat dikunjungi Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, SIK., MSi.

Shinto bersama jajarannya mendatangi kediaman ibu penderita tumor ganas itu di Dusun Sogaya Desa Julupamai, Kecmatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulsel, Minggu (15/4/2018) siang.

Didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Gowa, Kapolsek Bajeng Akp Ramli, Sos dan Kapolsek Pallangga, AKBP Amin, Shinto akhirnya bisa bertatap muka dengan ibu malang tersebut.

Di kamar tempat ibu Sattuma berbaring, Shinto pun langsung tertunduk sedih. Tak hanya ibah lantaran kondisi tumor yang diderita, namun juga kondisi ekonomi sang ibu yang juga memprihatinkan.

Diketahui ibu Sattuma sudah mengidap tumor ganas selama 4 tahun dan kini rawat jalan di rumah oleh saudaranya.


“Kami hadir ditengah-tengah masyarakat ini semata-mata sebagai bentuk wujud kepedulian untuk membantu masyarakat yang kurang mampu karena hal seperti ini benar-benar butuh perhatian dari semua pihak,” ungkap perwira polisi berpangkat dua Melati dipundaknya itu.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga memberikan tali asih kepada ibu Sattuma Dg Pajja sebagai bentuk bantuan dan bentuk kepeduliannya.

Dengan penuh haru, Ibu Sattuma bersama keluarga menyampaikan rasa terimakasihnya karena tidak menyangka akan mendapatkan kunjungan dari Kapolres Gowa bersama rombongan.

“Terima kasih pak Kapolres, semoga amal baik ini mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT,” ucap Sattuma Dg Pajja sambil berurai air mata. (Hajji Taruna)

Advertisement
Comments

Sulsel

Polisi Tak Segan Tindaki Aksi Premanisme Debt Collector

Published

on

By

Makassartoday.com – Mitra Sulawesi menyelenggarakan diskusi publik yang dikemas dalam Bincang Ngopi yang bertajuk “Simalakama Debt Collector,  Dipecat atau Dipenjara” di Warkop 56, Jl Dg Bollo, Kabupaten Gowa, Jumat (20/4/2018).

Terkait maraknya penarikan kendaraan yang dilakukan debt collector, banyak isu negatif tersebar di kalangan masyarakat mulai dari aksi penggunaan ancaman kekerasan bahkan penganiayaan yang dapat mengakibatkan kematian.

Diskusi ini menghadirkan narasumber, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, praktisi hukum, Dr Asdar Arti, pihak perusahaan finance serta perwakilan dari OJK Sulsel.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan, tidak segan-segan mengambil ketegasan terhadap aksi premanisme.

“Jika ada ancaman bahkan kekerasan yang dilakukan debt collector saat eksekusi, kami tidak segan-segan melakukan penindakan tegas terhadap aksi premanisme ini,” tegas Shinto.


Selain kreditur, penegakan hukum Polres Gowa juga mengakomodir laporan dari debitur sebagai ekses atau dampak dari cara collector mengeksekusi di lapangan.

Dalam materinya, Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga SIK,. MSi menjelaskan dua peran Polres Gowa dalam dunia kefidusiaan.

“Sesuai UU No.42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, maka Polres Gowa berperan sebagai penegak hukum sesuai Pasal 35 dan Pasal 36,” jelasnya.

Kreditor atau pihak leasing, sambung Kapolres, bisa membuat laporan tentang adanya dugaan pemalsuan informasi dalam akta fidusia, serta pengalihan dan penggadaian barang fidusia oleh debitur tanpa persetujuan kreditut.

Dalam perkembangannya saat ini, laporan kreditur di atas juga dapat dilapis dengan persangkaan Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler