Deng Ical Apresiasi Keberanian 1.500 Pelajar Makassar di Seleksi Paskibraka | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

Deng Ical Apresiasi Keberanian 1.500 Pelajar Makassar di Seleksi Paskibraka

Published

on

Makassartoday.com – Pelaksana Tugas (Plt)Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI, membuka acara seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Makassar, di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (17/4/2018). 

Pembukaan ini ditandai dengan pemasangan atribut tanda peserta oleh Plt Wali Kota Makassar dan didampingi Kadispora Makassar.

Seleksi ini diikuti 1.005 orang peserta dari berbagai sekolah di Kota Makassar dan akan disaring menjadi 78 orang terpilih menjadi pengibar bendera pada tanggal 17 Agustus mendatang.

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa, Deng Ical mengatakan, dari sekian banyak pemuda pemudi yang ada di Kota Makassar hanya 1005 yang berani mengikuti seleksi Paskibraka.

“Saya melihat yang datang ini tidak mencapai 1 persen dari semua pemuda pemudi di Makassar hanya 0,5 persen saja yang ingin mengorbankan waktu, tenaga dan fikirannya untuk mengabdikan dirinya menjadi anggota Parkibraka,” kata Deng Ical


Lanjut, meskipun semua yang mengikuti proses tahap seleksi ini belum tentu diterima menjadi anggota Paskibraka tetapi anda semua sudah menjadi pemenang karena sudah mampu mengalahkan ego, rasa minder dan kurang percaya diri sudah dilalui dengan baik.

“Hari ini anda semua menjadi pemenang. Kalau pun kemudian kita tidak terpilih menjadi anggota Paskibraka 2018 ini, berarti ini belum nasib kita menjadi anggota Paskibraka,” tuturnya.

Selain itu, menurutnya, saat ini untuk menjadi seorang pejabat itu dibutuhkan usaha dan kerja keras. Bukan lagi karena persoalan keturunan Raja, sehingga jabatan yang kita inginkan langsung diberikan begitu saja.

“Bukan karena kita anak puang atau keturunan Raja sehingga apa yang kita inginkan langsung diberikan, sudah tidak ada lagi seperti itu. Karena sekarang ini sudah zamannya untuk tangan dan unjuk karya, jadi semua harus direbut setiap ada kesempatan, karena tidak lagi yang dikasih-kasih begitu saja,” jelasnya.

“Direbut tentunya dengan persiapan yang matang, melalui latihan sehingga semua potensi bisa berkembang dengan baik,”tambahnya.(*)

Advertisement
Comments

Sulsel

Polisi Tak Segan Tindaki Aksi Premanisme Debt Collector

Published

on

By

Makassartoday.com – Mitra Sulawesi menyelenggarakan diskusi publik yang dikemas dalam Bincang Ngopi yang bertajuk “Simalakama Debt Collector,  Dipecat atau Dipenjara” di Warkop 56, Jl Dg Bollo, Kabupaten Gowa, Jumat (20/4/2018).

Terkait maraknya penarikan kendaraan yang dilakukan debt collector, banyak isu negatif tersebar di kalangan masyarakat mulai dari aksi penggunaan ancaman kekerasan bahkan penganiayaan yang dapat mengakibatkan kematian.

Diskusi ini menghadirkan narasumber, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, praktisi hukum, Dr Asdar Arti, pihak perusahaan finance serta perwakilan dari OJK Sulsel.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan, tidak segan-segan mengambil ketegasan terhadap aksi premanisme.

“Jika ada ancaman bahkan kekerasan yang dilakukan debt collector saat eksekusi, kami tidak segan-segan melakukan penindakan tegas terhadap aksi premanisme ini,” tegas Shinto.


Selain kreditur, penegakan hukum Polres Gowa juga mengakomodir laporan dari debitur sebagai ekses atau dampak dari cara collector mengeksekusi di lapangan.

Dalam materinya, Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga SIK,. MSi menjelaskan dua peran Polres Gowa dalam dunia kefidusiaan.

“Sesuai UU No.42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, maka Polres Gowa berperan sebagai penegak hukum sesuai Pasal 35 dan Pasal 36,” jelasnya.

Kreditor atau pihak leasing, sambung Kapolres, bisa membuat laporan tentang adanya dugaan pemalsuan informasi dalam akta fidusia, serta pengalihan dan penggadaian barang fidusia oleh debitur tanpa persetujuan kreditut.

Dalam perkembangannya saat ini, laporan kreditur di atas juga dapat dilapis dengan persangkaan Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler