Deng Ical Ingatkan ASN Pemkot Makassar Tak Terlibat Politik Praktis | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

Deng Ical Ingatkan ASN Pemkot Makassar Tak Terlibat Politik Praktis

Published

on

Makassartoday.com – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI, memimpin upacara dalam rangka Hari Kedisiplinan Nasional, di Lapangan Karebosi Makassar, Senin (17/4/2018).

Upacara ini dihadiri hadiri seluruh jajaran forkopimda Kota Makassar, Sekda Makassar, para asisten, pimpinan OPD dan seluruh ASN dilingkup pemerintah Kota Makassar.

Dihadapan ribuan peserta upacara, Deng Ical memperkenalkan Kapolrestabes baru Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar dan Asops Danlantamal VI Makassar, Letkol Laut (P) Musleh Yadi.

“Semoga kedatangan Kapolrestabes Makassar dan Aspos Danlantamal VI ini dapat menjadi semangat baru dalam mengabdikan dirinya untuk Kota Makassar,” ujar Deng Ical

Selain itu, Deng Ical mengatakan, jika upacara hari kedisiplinan nasional pada hari ini merupakan yang terahir sebelum memasuki bulan suci ramadhan.

“Bulan depan kita pasti absen upacara karena sudah masuk bulan puasa, tapi bulan depannya lagi kita sudah melaksanakan pilkada serentak, sehingga ini tentu saja membutuhkan persiapan-persiapan khusus untuk memastikan bahwa proses pilkada serentak berjalan baik dan profesional,” tuturnya.


Untuk itu, ia mengingatkan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak terlibat dalam politik praktis dan menjaga netralitasnya.

“Jika ada ASN yang tidak netral dalam pilkada serentak ini, maka ia harus bersiap untuk menerima sanksi sesuai UUD ASN pasal 2, 177 dan 189, yang didalamnya itu menugaskan ASN itu untuk bertindak profesional untuk mendukung penyelenggaran pilkada serentak sesuai kordidor dan peraturan UUD,” tegasnya.

Diahkir sambutannya, dia juga mengajak seluruh ASN untuk melakukan salam netral yang dipopulerkan oleh Plt Gubernur Sulsel, Soni Sumarsoni, dengan mengangkat tangan kanan ke atas dan mengepalkalkannya.

Usai upacara, dilanjutkan dengan penandatangan pakta integritas netralitas ASN pada pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar tahun 2018, yang dilakukan seluruh pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar.(*)

Advertisement
Comments

Sulsel

Polisi Tak Segan Tindaki Aksi Premanisme Debt Collector

Published

on

By

Makassartoday.com – Mitra Sulawesi menyelenggarakan diskusi publik yang dikemas dalam Bincang Ngopi yang bertajuk “Simalakama Debt Collector,  Dipecat atau Dipenjara” di Warkop 56, Jl Dg Bollo, Kabupaten Gowa, Jumat (20/4/2018).

Terkait maraknya penarikan kendaraan yang dilakukan debt collector, banyak isu negatif tersebar di kalangan masyarakat mulai dari aksi penggunaan ancaman kekerasan bahkan penganiayaan yang dapat mengakibatkan kematian.

Diskusi ini menghadirkan narasumber, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, praktisi hukum, Dr Asdar Arti, pihak perusahaan finance serta perwakilan dari OJK Sulsel.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan, tidak segan-segan mengambil ketegasan terhadap aksi premanisme.

“Jika ada ancaman bahkan kekerasan yang dilakukan debt collector saat eksekusi, kami tidak segan-segan melakukan penindakan tegas terhadap aksi premanisme ini,” tegas Shinto.


Selain kreditur, penegakan hukum Polres Gowa juga mengakomodir laporan dari debitur sebagai ekses atau dampak dari cara collector mengeksekusi di lapangan.

Dalam materinya, Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga SIK,. MSi menjelaskan dua peran Polres Gowa dalam dunia kefidusiaan.

“Sesuai UU No.42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, maka Polres Gowa berperan sebagai penegak hukum sesuai Pasal 35 dan Pasal 36,” jelasnya.

Kreditor atau pihak leasing, sambung Kapolres, bisa membuat laporan tentang adanya dugaan pemalsuan informasi dalam akta fidusia, serta pengalihan dan penggadaian barang fidusia oleh debitur tanpa persetujuan kreditut.

Dalam perkembangannya saat ini, laporan kreditur di atas juga dapat dilapis dengan persangkaan Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler