Peringati Hari Kesadaran Nasional, Kapolres Gowa Tekankan Ini! | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

Peringati Hari Kesadaran Nasional, Kapolres Gowa Tekankan Ini!

Published

on

Makassartoday.com – Hari Kesadaran Nasional yang rutin diperingati setiap tanggal 17 memiliki makna yang sangat penting, yakni sebagai wujud kecintaan terhadap tanah air dan mengingat perjuangan para pahlawan yang telah gugur.

Peringatan ini juga sekaligus sebagai upaya untuk memupuk moral, mental kejuangan dan disiplin, khususnya bagi anggota Polri dan PNS Polri.

Selasa (17/04) pukul 07.30 wita, Polres Gowa kembali menggelar upacara Hari Kesadaran Nasional di Halaman kantor Polres Gowa.

Adapun upacara ini diikuti oleh seluruh PJU dan Personil Polres Gowa, dimana Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga, SIK., MSi bertindak selaku Inspektur Upacara.


Mengawali sambutannya, Kapolres menyampaikan kepada seluruh personel agar dapat memahami hakikat dari upacara ini, tidak hanya sekedar upacara rutin, tapi juga sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan moral dan kinerja personil.

Tak hanya itu, dalam upacara yang berlangsung khidmat ini, Kapolres Gowa juga meminta kepada personiel agar terus meningkatkan profesionalisme dalam bekerja, serta iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Miliki komitmen moral yang tinggi, maka kita akan dapat melaksanakan pengabdian dengan baik kepada masyarakat dan negara,” ungkap Akbp Shinto Silitonga.

Dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri, dan dilanjutkan dengan pembacaan doa, upacara hari kesadaran nasional yang digelar di Polres Gowa selesai. (*)

Advertisement
Comments

Sulsel

Polisi Tak Segan Tindaki Aksi Premanisme Debt Collector

Published

on

By

Makassartoday.com – Mitra Sulawesi menyelenggarakan diskusi publik yang dikemas dalam Bincang Ngopi yang bertajuk “Simalakama Debt Collector,  Dipecat atau Dipenjara” di Warkop 56, Jl Dg Bollo, Kabupaten Gowa, Jumat (20/4/2018).

Terkait maraknya penarikan kendaraan yang dilakukan debt collector, banyak isu negatif tersebar di kalangan masyarakat mulai dari aksi penggunaan ancaman kekerasan bahkan penganiayaan yang dapat mengakibatkan kematian.

Diskusi ini menghadirkan narasumber, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, praktisi hukum, Dr Asdar Arti, pihak perusahaan finance serta perwakilan dari OJK Sulsel.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan, tidak segan-segan mengambil ketegasan terhadap aksi premanisme.

“Jika ada ancaman bahkan kekerasan yang dilakukan debt collector saat eksekusi, kami tidak segan-segan melakukan penindakan tegas terhadap aksi premanisme ini,” tegas Shinto.


Selain kreditur, penegakan hukum Polres Gowa juga mengakomodir laporan dari debitur sebagai ekses atau dampak dari cara collector mengeksekusi di lapangan.

Dalam materinya, Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga SIK,. MSi menjelaskan dua peran Polres Gowa dalam dunia kefidusiaan.

“Sesuai UU No.42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, maka Polres Gowa berperan sebagai penegak hukum sesuai Pasal 35 dan Pasal 36,” jelasnya.

Kreditor atau pihak leasing, sambung Kapolres, bisa membuat laporan tentang adanya dugaan pemalsuan informasi dalam akta fidusia, serta pengalihan dan penggadaian barang fidusia oleh debitur tanpa persetujuan kreditut.

Dalam perkembangannya saat ini, laporan kreditur di atas juga dapat dilapis dengan persangkaan Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler