Polda Tegaskan Pernyataan Gani Sirman Soal Fee 30 Persen Tak Ada di BAP | Makassar Today
Connect with us

Hukum & Kriminal

Polda Tegaskan Pernyataan Gani Sirman Soal Fee 30 Persen Tak Ada di BAP

Published

on

Makassartoday.com – Pernyataan Gani Sirman, tersangka kasus dugaan korupsi proyek Ketapang Kencana terkait fee 30 persen ke wali kota diduga kuat sebagai tindakan fitnah.

Ternyata, saat dimintai keterangan di Polda Sulselbar, Gani tidak menjelaskannya di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saat menjalani pemeriksaan di Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sulsel, beberapa waktu yang lalu.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengungkapkan, terkait pernyataan Gani Sirman yang menyebutkan adanya fee 30 persen yang mengalir ke Pemerintah Kota Makassar (Pemkot) masih dalam penyidikan oleh penyidik.

“Masih dalam penyidikan oleh penyidik,” kata Dicky Sondani, saat dikonfirmasi, Senin (16/4/2018).

Saat ditanya terkait pernyataan Gani Sirman saat menjalani pemeriksaan oleh penyidik, Dicky menjelaskan tidak tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Gani ngomong ke media begitu. Kok lain. Kalau benar ada, kenapa waktu diperiksa penyidik malah tidak diucapkan ada fee 30 persen, dan hal itu tidak ada dalam BAP,” tandasnya.

Sebelumnya, mantan Plt Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Makassar, Gani Sirman menyebutkan adanya fee 30 persen dari proyek Ketapang Kencana yang disetor ke Walikota Makassar, kepada awak media di salah satu rumah makan di bilangan jalan Hertasning, Kota Makassar, Minggu (15/4/2018) lalu.


Hal itupun dengan tegas dibantah oleh Petahana Walikota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto dan menilainya sebagai fitnah.

“Pernyataan itu fitnah dan tidak berdasar. Sejak kapan saya minta uang ke SKPD (OPD). Silahkan tanya SKPD, tegas Danny Pomanto kepada awak media di kegiatannya, Jalan Amirullah, Senin (16/4/2018).

Justru menurut Danny, dirinyalah orang yang tidak segan mengevaluasi para SKPD jika bermasalah seperti kinerja.

“Justru jika ada setoran-setoran (fee) itu buat kita ragu mengevaluasi, karena kenyamanan itu. Tapi saya kan tidak pernah segan mengganti orang (pejabat). Kalau ada salah, menyalahi tugas, saya nonjobkan. Jadi tidak ada kaitannya dan tidak ada beban,” tegas Danny didampingi tim hukumnya.

Lebih lanjut pasangan Indira Mulyasari pada Pilkada Makassar ini menantang Gani Sirman untuk membuktikan pernyatannya secara hukum.

Bahkan Danny beranggapan, pernyataan ini lebih kepada ingin memanfaatkan momentum politik untuk menjatuhkan karakternya.

“Sekali lagi, di mana tempatnya, kapan, berapa jumlahnya, siapa saksi kalau saya minta uang (fee),” tanya Danny Pomanto. (Rusdi)

Advertisement
Comments

Hukum & Kriminal

Curi Ponsel, Bencong Panaikang Diciduk Polisi

Published

on

By

Makassartoday.com – Syahril alias Riri (23), seorang waria (bencong), yang sering namplas di depan pemakaman umum Panaikang harus berurusan dengan pihak berwajib.

Ia dicokok anggota Resmob Polsek Panakkukang dalam kasus pencurian dengan pemberatan dengan barang bukti 1 unit ponsel Samsung A7 warna Gold dan uang sebesar Rp 6.600.000.

Dalam laporan polisi LP/367/III/2018/Restabes Makassar/Sek Panakkukang disebutkan bahwa pelaku melakukan pencucian terhadap seorang ibu rumah tangga bernama Murniati als Murni
(34), warga Jl Haji kalla kamp. Campagayya, Rabu (18/4/2018) malam.

“Pelaku diduga mencuri tas berisi ponsel dan uang yang digantung di bagian depan sepeda motor korban. Pelaku melancarkan aksinya saat korban mengangkat telepon tak jauh dari sepeda motor yang diparkir korban di depan pemakaman umum Panaikang,” jelas Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi, Kamis (19/4/2018).


Pelaku diamankan setelah anggota Resmob yang dipimpin Panit 2 Ipda Roberth Hariyanto Siga melakukan penyelidikan usai menerima laporan korban.

“Salah satu anggota Resmob menyamar menggunakan jaket Gojek sebagai tamu dan bernegoisasi dengan pelaku, namun pelaku ternyata curiga hingga pelaku kabur melarikan diri,” sambung Kapolsek Panakkukang.

Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan pelaku. Petugas bahkan sempat memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali ke udara yang membuat pelaku ciut dan langsung menghentikan pelariannya.

“Selanjutnya pelaku diamankan menuju mako guna proses lebih lanjut. Dalam interogasinya, pelaku mengakui telah mencuri barang korban,” tutup Kapolsek. (Hajji Taruna)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler