Adakah Sanksi Pidana Bagi Komisioner KPU Jika Abaikan Putusan Panwas? | Makassar Today
Connect with us

Politik

Adakah Sanksi Pidana Bagi Komisioner KPU Jika Abaikan Putusan Panwas?

Published

on

Makassartoday.com – Hubungan Masyarakat Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Makassar M Maulana menegaskan, keputusan Majelis Musyawarah Sengketa Pilkada Kota Makassar antara Pemohon M Ramdhan Pomanto dan Termohon KPU Makassar, sifatnyanya wajib dilaksanakan KPU Makassar.

“Hasil keputusan ini bukan rekomendasi, tapi ini wajib,” kata Maulana kepada wartawan, Senin (14/5/2018).

Keputusan Panwaslu yang mengesahkan pasangan DIAmi sebagai peserta Pilkada sifatnya final dan mengikat. Artinya KPU Makassar tidak diberikan sarana hukum lagi untuk melakukan upaya hukum.

Dalam Undang Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada pasal 135A, KPU tidak diberi ruang untuk menggugat keputusan Panwaslu ke Mahkamah Agung (MA).

Begitupun dalam Peraturan MA (Perma) nomor 11 tahun 2016 tentang tata cara penyelesaikan sengketa TUN pemilihan dan sengketa pelanggaran administrasi pemilihan, KPU juga tidak diberi ruang untuk menggugat ke MA.

“Kami posisinya mengawal pelaksanaan tindaklanjut putusan Panwas oleh KPU,” kata Maulana.

Keputusan Sidang Musyawarah Sengketa Pilkada Kota Makassar, Minggu 13 Mei 2018, memerintahkan KPU Makassar membatalkan Surat Keputusan (SK) KPU Makassar yang sebelumnya menjadikan pasangan Munafri Arifuddin – Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) sebagai calon tunggal di Pilkada Makassar.

Majelis kemudian memerintahkan KPU Makassar membuat SK baru, menjadikan pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto – Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) ikut sebagai pasangan calon yang sah di Pilkada Makassar.

Berdasarkan hasil putusan Panwaslu Kota Makassar ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan hukum.

Pertama, mengenai legal standing pemohon dan termohon, dimana pemohon memiliki kedudukan hukum untuk menggugat KPU, dan Panwas memiliki kewenangan untuk memeriksa dan mengadili sengketa yang diajukan oleh pemohon.

Kedua, tentang nebis in idem, objek gugatan pemohon tidak nebis karena merupakan KTUN yang berbeda dari objek gugatan sebelumnya.

Ketiga, pasangan DIAmi dalam sengketa di PTTUN dan MA, seharusnya dilibatkan. Majelis bisa berinisiatif untuk menghadirkan DIAmi sebagai para pihak dalam sengketa di PTTUN. Tapi dalam pelaksanaannya, pasangan DIAmi tidak dilibatkan sama sekali.

Kuasa Hukum DIAmi Zulkifli Hasanuddin mengungkapkan, jika KPU tidak mengindahkan keputusan Panwaslu, maka ancaman pidana bisa dikenakan. Sesuai Pasal 44 Perbawaslu Nomor 15 tahun 2017.

“Putusan Panwaslu bersifat mengikat, artinya KPU wajib menjalankan amar putusan Panwaslu, dan bilamana KPU tidak segera mengeksekusi putusan Panwaslu, maka KPU dapat dikategorikan melanggar pasal 180 UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada,” ungkapnya.

Pasal itu berbunyi, “Setiap orang yang karena jabatannya dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menghilangkan hak seseorang menjadi Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Wali Kota/Wakil Wali Kota atau meloloskan calon dan/atau pasangan calon yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dan Pasal 45, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 96 (sembilan puluh enam) bulan dan denda paling sedikit Rp36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah) dan paling banyak Rp96.000.000,00 (sembilan puluh enam juta rupiah).”

Anggota KPU Kota Makassar Rahma Saiyed meminta warga Makassar bersabar. Karena KPU Makassar sementara melakukan konsultasi ke KPU Provinsi dan KPU RI. “Sabar ya,” ujar Rahma. (*)

BAGIKAN:
Comments

Politik

Komisioner KPU Makassar Bahas Persiapan Penajaman Visi dan Misi di Jakarta

Published

on

By

Makassartoday.com — KPU Kota Makassar akhirnya menetapkan jadwal penajaman visi dan misi untuk kandidat tunggal, pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) yang akan berlangsung tanggal 5 Juni 2018 Pukul 20.00 WIB.

Hal tersebut sesuai dengan hasil kesepakatan komisioner usai melakukan pertemuan dengan pihak Kompas TV terkait MoU acara penyangan acara tersebut di RM Pelangi, Jl Johar, Jakarta Pusat, Jumat (25/5/2018) malam tadi.

Menurut Komisioner Divisi Humas dan SDM KPU Kota Makassar Andi Shaifuddin, penajaman visi dan misi kandidat akan berlangsung di Jakarta dan live di Kompas TV.

“Tadi kami sudah ketemu dengan pihak Kompas TV dan acaranya itu akan berlangsung di studio Komas TV, tanggal 5 Juni 2018 Pukul 20.00 WIB di Jakarta,” kata Komisioner Divisi Humas dan SDM KPU Kota Makassar Andi Shaifuddin. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Politik

Supratman: Mau Makassar Lebih Baik? Jangan Pernah Pilih Kotak Kosong

Published

on

By

Makassartoday.com – Pilwali Makassar 2018 hanya diikuti satu pasangan calon atau kotak kosong. Hal ini berdasarkan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengeksekusi putusan Mahkama Agung (MA) mendiskualifikasi pasangan Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi).

Masyarakat Makassar tentu akan disuguhkan pilihan kolom kosong. Akan tetapi, Makassar dinilai tidak membutuhkan kotak kosong.

Anggota DPRD Kota Makassar, Supratman mengatakan, harapan warga Makassar ada di pasangan calon tunggal, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu). Alasannya karena kotak kosong tidak akan mungkin diharapkan.

“Mauki Makassar jauh lebih baik ke depan? Janganki pernah coba-coba pilih kolom kosong. Ayo sama-samaki pilih Appi-Cicu,” kata Supra, Jumat (25/5/2018).

Juru bicara DPD Partai NasDem Kota Makassar mengatakan, sekarang masyarakat harus bersatu. Bergandengan tangan, bersama Appi-Cicu untuk berbuat yang lebih baik untuk Makassar ke depan.

“Appi-Cicu terbuka. Ayo kita sama-sama berbuat. Tidak masuk diakan manusia mau berkawan dengan kolom kosong,” ucap dia.

Olehnya, dia menuturkan, tidak ada alasan untuk tidak memilih dan mendukung Appi-Cicu. Apalagi pasangan jagoannya terbuka dan siap merangkul seluruh elemen masyarakat.

“Appi-Cicu adalah kita semua. Janganki lupa di TPS tanggal 27. Pilih Appi-Cicu,” sapaanya.(*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Politik

Kampanye Kotak Kosong Mulai Ramai di Medsos

Published

on

By

Makassartoday.com – Menghadapi kemungkinan calon tunggal dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Makassar, masyarakat pendukung serta simpatisan dari Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) tengah mempersiapkan perlawanan dengan memulai mensialisasikan kotak kosong.

Kotak kosong yang kini mulai marak disosialisasikan tak lain hanya untuk mengimbangi sosialisasi yang dilakukan bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota dari koalisi partai gemuk (Appi-Cicu).

Dari pantauan, meski hanya ada satu pasangan calon tunggal yang telah ditetapkan KPU Makassar, situasi politik di kota bertajuk Angin Mammiri ini semakin memanas khususnya di sosial media (medsos) facebook.

Pasalnya, kotak kosong dikabarkan nantinya akan menjadi lawan terberat pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut 1 dengan dukungan masyarakat yang merasa kecewa atas ketidak adilannya penyelenggara pemilu di Makassar turun andil untuk kemenangan kota kosong.

Dari pantauan, melalui di grup facebook Pilwali Kota Makassar 2018, jauh-jauh sebelum putusan hasil plena KPU yang menganulir pencalonan Danny Pomanto-Indiria Mulyasari (DIAmi), ada yang sudah mulai mensosialisasikan untuk memilih kotak kosong.

Satu diantaranya pemilik akun facebook atas nama Poppy Anwar. Dalam postingan Ia menuliskan, “Kotak kosong penyelamat demokrasi di Kota Makassar, makanya coblos kotak kosong di 27 Juni nanti.

Begitu juga dengan akun milik Dplatoon Buttatianang yang menuliskan “Ingat 27 Juni coblos kotak kosong #R2MC (RT/RW Makassar Community) #Rewako (Relawan Kotak Kosong) #Dplatoon Buttatianang.

Akun milik Irwan Iwan Kaka juga menuliskan bahwa sejarah baru di Kota Makassar tanggal 27 Juni coblos KOKO “Kotak kosong memang bukanlah pemimpin, namun kotak kosong mampu menolak orang orang yang tak layak jadi pemimpin.

Dan tulisan difacebook milik Irwan Paturusi yang dikunjungi oleh ribuan nitizen milik mengatakan “Setujukah anda tanggal 27 akan memilih yang penting bukan Apcu (Appi-Cicu). Semangat tuk kebenaran”.

Tulisan akun facebook tersebut dari sekian banyak tulisan dalam mengkampanyekan kotak kosong sontak menimbulkan beragam komentar dan tanggapan netizen baik pro maupunn kontra. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya