KPU Makassar Pilih Putusan MA, Appi-Cicu Dipastikan Lawan Kotak Kosong | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

KPU Makassar Pilih Putusan MA, Appi-Cicu Dipastikan Lawan Kotak Kosong

Published

on

Makassartoday.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar akhirnya memutuskan untuk tetap berpedoman pada putusan Mahkamah Agung dalam menyikapi putusan Panwas Kota Makassar Nomor 002/PS/PWSL.MKS/27.01/V/2018 tertanggal 13 Mei 2018.

Komisioner KPU Makassar, Abdullah Manshur usai menggelar rapat pleno di kantor KPU Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (17/5/2018) malam menegaskan, Keputusan KPU Kota Makassar Nomor 64/P.KWK/HK.03.1-Kpt/7371/KPU-Kot/IV/2018 merupakan tindak lanjut pelaksanaan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 250 K/TUN/Pilkada/2018 dan tidak termasuk dalam pengertian Keputusan Tata Usaha Negara berdasarkan ketentuan Pasal 2 huruf (e) Undang Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, yang dapat dimintakan pembatalan.

Putusan Panwas Kota Makassar atas Objek Sengketa Keputusan KPU Kota Makassar Nomor 64/P.KWK/HK.03.1-Kpt/7371/KPU-Kot/IV/2018 tersebut, lanjutnya, dinyatakan tidak berhubungan dengan ketentuan Pasal 144 ayat (2) UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Menjadi Undang-Undang dimana ayat tersebut menyebutkan bahwa KPU Provinsi dan/atau KPU Kabupaten/Kota wajib menindak lanjuti putusan Bawaslu Provinsi dan/atau putusan Panwas Kabupaten/Kota mengenai penyelesaian sengketa Pemilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling lambat 3 (tiga) hari kerja.

Koordinator Divisi Tekhnis ini juga menjelaskan, bahwa berdasarkan pasal 154 ayat 10 UU No.10/2016 secara tegas menyebutkan bahwa putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (9) bersifat Final dan Mengikat serta tidak dapat dilakukan upaya hukum Peninjauan Kembal (PK).

Sementara itu Komisioner KPU Makassar Bidang SDM, Andi Syaifuddin menambahkan, bahwa sikap KPU Makassar dalam menindak lanjuti putusan Panwas tersebut, merupakan hasil konsultasi secara berjenjang.

Hasil konsultasi kami di KPU Provinsi Sulsel dan KPU RI, dan sikap KPU Makassar tersebut, telah dituangkan dalam Berita Acara Rapat Pleno tertanggal 16 Mei 2018 yang dihadiri empat komisioner.

“Ini adalah pernyataan resmi KPU Makassar, walaupun salah satu rekan kami belum sempat turut hadir dalam rapat pleno karena masih berada di Jakarta,” kuncinya.

Dengan begitu, KPU Makassar juga memastikan bahwa Pilkada Makassar 2018 hanya diikuti satu pasangan calon alias Kotak Kosong, yakni nomor urut 1, Munafri Arifuddin dan Rachmatika Dewi (Appi-Cicu). (*)

BAGIKAN:
Comments

Trending