DIAmi Sebut 4 Komisioner KPU Makassar Sudah Kena Sanksi DKPP | Makassar Today
Connect with us

Politik

DIAmi Sebut 4 Komisioner KPU Makassar Sudah Kena Sanksi DKPP

Published

on

Makassartoday.com – Kuasa Hukum Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramasturi (DIAmi), Akhmad Rianto mengatakan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Makassar tidak konstitusional. Jika KPU menolak menjalankan perintah Panwaslu yang sifatnya wajib dilaksanakan.

“Inskonsitusional,” kata Rianto kepada wartawan, Kamis (17/5/2018).

Rianto mengungkapkan, Tim Hukum DIAmi juga tengah mempersiapkan langkah melaporkan sikap Komisioner KPU Makassar ke DKPP sebagai perbuatan pidana.

“Pleno KPU juga tidak kuorum, sebab tidak semua Anggota Komisioner hadir. Ini pelanggaran berat,” katanya.

Sebelumnya, Humas Panwaslu Kota Makassar Maulana mengatakan, putusan Panwaslu wajib dilaksanakan KPU.

“Penyelenggaran pemilihan yang berlangsung dengan proses dan mekanisme yang melawan hukum tentu adalah batal demi hukum,” kata Maulana.

Dia mengatakan, Panwas akan memastikan putusannya dilaksanakan. “Sepanjang KPU tidak melaksanakan itu. Sepanjang itu pula akibat hukumnya ada,” ujarnya.

Rianto menambahkan, pertimbangan lain yang menegaskan Pilkada Makassar tidak konstitusional adalah terungkapnya bahwa empat Komisioner KPU Makassar sudah diberi sanksi oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Atas dasar itu, kata dia, empat komisiner tersebut, tidak boleh menjadi penyelenggara pemilu.

“Empat komisioner KPU tidak berhak menjadi penyelenggara,” ujarnya.

Syarief Amir, Armin, Abdullah Mansyur, Andi Shaifuddin, dan Rahma Saiyed sudah diputuskan oleh Majelis DKPP melanggar kode etik pada tahun 2014.

Abdullah Manshur mengaku sikap KPU Makassar dalam menindaklanjuti putusan Panwas tersebut, merupakan hasil konsultasi secara berjenjang.

“Ini adalah hasil konsultasi kami di KPU Provinsi Sulsel dan KPU RI,” jelasnya.

Mansur juga mengakui sikap KPU Makassar menolak putusan Panwaslu telah dituangkan dalam Berita Acara Rapat Pleno tertanggal 16 Mei 2018 yang dihadiri empat komisioner.

Sementara Komisioner KPU Makassar, Andi Shaifuddin yang dikonfirmasi terkait hal tersebut belum mau memberikan penjelasan. (*)

BAGIKAN:
Comments

Politik

Komisioner KPU Makassar Bahas Persiapan Penajaman Visi dan Misi di Jakarta

Published

on

By

Makassartoday.com — KPU Kota Makassar akhirnya menetapkan jadwal penajaman visi dan misi untuk kandidat tunggal, pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) yang akan berlangsung tanggal 5 Juni 2018 Pukul 20.00 WIB.

Hal tersebut sesuai dengan hasil kesepakatan komisioner usai melakukan pertemuan dengan pihak Kompas TV terkait MoU acara penyangan acara tersebut di RM Pelangi, Jl Johar, Jakarta Pusat, Jumat (25/5/2018) malam tadi.

Menurut Komisioner Divisi Humas dan SDM KPU Kota Makassar Andi Shaifuddin, penajaman visi dan misi kandidat akan berlangsung di Jakarta dan live di Kompas TV.

“Tadi kami sudah ketemu dengan pihak Kompas TV dan acaranya itu akan berlangsung di studio Komas TV, tanggal 5 Juni 2018 Pukul 20.00 WIB di Jakarta,” kata Komisioner Divisi Humas dan SDM KPU Kota Makassar Andi Shaifuddin. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Politik

Supratman: Mau Makassar Lebih Baik? Jangan Pernah Pilih Kotak Kosong

Published

on

By

Makassartoday.com – Pilwali Makassar 2018 hanya diikuti satu pasangan calon atau kotak kosong. Hal ini berdasarkan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengeksekusi putusan Mahkama Agung (MA) mendiskualifikasi pasangan Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi).

Masyarakat Makassar tentu akan disuguhkan pilihan kolom kosong. Akan tetapi, Makassar dinilai tidak membutuhkan kotak kosong.

Anggota DPRD Kota Makassar, Supratman mengatakan, harapan warga Makassar ada di pasangan calon tunggal, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu). Alasannya karena kotak kosong tidak akan mungkin diharapkan.

“Mauki Makassar jauh lebih baik ke depan? Janganki pernah coba-coba pilih kolom kosong. Ayo sama-samaki pilih Appi-Cicu,” kata Supra, Jumat (25/5/2018).

Juru bicara DPD Partai NasDem Kota Makassar mengatakan, sekarang masyarakat harus bersatu. Bergandengan tangan, bersama Appi-Cicu untuk berbuat yang lebih baik untuk Makassar ke depan.

“Appi-Cicu terbuka. Ayo kita sama-sama berbuat. Tidak masuk diakan manusia mau berkawan dengan kolom kosong,” ucap dia.

Olehnya, dia menuturkan, tidak ada alasan untuk tidak memilih dan mendukung Appi-Cicu. Apalagi pasangan jagoannya terbuka dan siap merangkul seluruh elemen masyarakat.

“Appi-Cicu adalah kita semua. Janganki lupa di TPS tanggal 27. Pilih Appi-Cicu,” sapaanya.(*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Politik

Kampanye Kotak Kosong Mulai Ramai di Medsos

Published

on

By

Makassartoday.com – Menghadapi kemungkinan calon tunggal dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Makassar, masyarakat pendukung serta simpatisan dari Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) tengah mempersiapkan perlawanan dengan memulai mensialisasikan kotak kosong.

Kotak kosong yang kini mulai marak disosialisasikan tak lain hanya untuk mengimbangi sosialisasi yang dilakukan bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota dari koalisi partai gemuk (Appi-Cicu).

Dari pantauan, meski hanya ada satu pasangan calon tunggal yang telah ditetapkan KPU Makassar, situasi politik di kota bertajuk Angin Mammiri ini semakin memanas khususnya di sosial media (medsos) facebook.

Pasalnya, kotak kosong dikabarkan nantinya akan menjadi lawan terberat pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut 1 dengan dukungan masyarakat yang merasa kecewa atas ketidak adilannya penyelenggara pemilu di Makassar turun andil untuk kemenangan kota kosong.

Dari pantauan, melalui di grup facebook Pilwali Kota Makassar 2018, jauh-jauh sebelum putusan hasil plena KPU yang menganulir pencalonan Danny Pomanto-Indiria Mulyasari (DIAmi), ada yang sudah mulai mensosialisasikan untuk memilih kotak kosong.

Satu diantaranya pemilik akun facebook atas nama Poppy Anwar. Dalam postingan Ia menuliskan, “Kotak kosong penyelamat demokrasi di Kota Makassar, makanya coblos kotak kosong di 27 Juni nanti.

Begitu juga dengan akun milik Dplatoon Buttatianang yang menuliskan “Ingat 27 Juni coblos kotak kosong #R2MC (RT/RW Makassar Community) #Rewako (Relawan Kotak Kosong) #Dplatoon Buttatianang.

Akun milik Irwan Iwan Kaka juga menuliskan bahwa sejarah baru di Kota Makassar tanggal 27 Juni coblos KOKO “Kotak kosong memang bukanlah pemimpin, namun kotak kosong mampu menolak orang orang yang tak layak jadi pemimpin.

Dan tulisan difacebook milik Irwan Paturusi yang dikunjungi oleh ribuan nitizen milik mengatakan “Setujukah anda tanggal 27 akan memilih yang penting bukan Apcu (Appi-Cicu). Semangat tuk kebenaran”.

Tulisan akun facebook tersebut dari sekian banyak tulisan dalam mengkampanyekan kotak kosong sontak menimbulkan beragam komentar dan tanggapan netizen baik pro maupunn kontra. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya