Tips Tetap Bugar saat Puasa Meski Cuaca Terik | Makassar Today
Connect with us

Artikel

Tips Tetap Bugar saat Puasa Meski Cuaca Terik

Published

on

Berpuasa, ada saja tantangan yang dihadapi bagi mereka yang beraktivitas di luar ruang, misalnya cuaca yang panas. Apalagi, sejumlah negara, termasuk Indonesia menjalani ibadah puasa untuk waktu yang panjang.

Belum lagi cuaca yang panas di Indonesia tepat di bawah garis khatulistiwa. Tentu saja, terik matahari akan sangat mengganggu.

Untuk itu, ikuti beberapa tips dibawah ini agar tetap sehat menjalani puasa Ramadan di tengah cuaca panas, seperti dilansir Emirates Woman.

Jangan lewatkan sahur

Hindari melewatkan waktu sahur. Dan ingat untuk mengkonsumsi makanan karbo yang diserap tubuh dengan lambat sehingga bisa memberi energi cukup lama sepanjang hari.

Jika tak berselera makan, minumlah segelas susu, kacang dan kurma. Bagi yang senang makan berat, konsumsi daging ayam juga cukup ideal. Dan ingat untuk minum setidaknya dua hingga tiga gelas air untuk menghindari dehidrasi.

Perlahan saat berbuka

Jus alpukat, kurma atau sup bisa dijadikan pilihan makanan untuk berbuka puasa. Campuran yang baik antara karbohidrat, protein, buah dan sayur juga harus dipertimbangkan dalam menu makanan.

Penuhi vitamin B komplek

Konsumsi vitamin B komplek saat sahut bisa menjaga energi tetap bertahan lama selama menjalani puasa.

Makanan yang harus dihindari

Hindari makanan yang digoreng, sangat pedas, asin, dna makanan yang mengandung banyak gula. Makanan manis justru bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti sembelit, kelebihan berat badan.

Sementara makanan yang terlalu asin akan membuat tubuh menahan air dan memberi rasa kembung, sementara makanan pedas membuat haus.

Minuman

Hindari minuman tinggi kafein seperti kopi, teh, cokelat, soda. Hindari minum teh saat sahur. Minuman yang ideal adalah air, coba tambahkan irisan lemon, stroberi atau mint ke dalam gelas.

Olahraga

Lakukan olahraga ringan untuk menjaga tubuh tetap sehat selama puasa. Apalagi saat cuaca panas seperti sekarang dimana tubuh bisa salah mengartikan kurangnya air sebagai rasa lapar dan menyebabkan orang mengkonsumsi lebih dari yang seharusnya. Jadi pastikan minum cukup air saat berbuka.

Disiplin

Dan karena Ramadan sebenarnya adalah latihan untuk mendisiplinkan diri, bagi mereka yang perokok, pecandu kafein, ini adalah kesempatan untuk menghentikan sementara kebiasaan tersebut, dengan harapan akan berlanjut meski bulan Ramadan berakhir.

BAGIKAN:
Comments

Artikel

Bukan Nabi, Siapkah Pria Bernama Luqman Yang Dikisahkan Dalam Al-Qur’an?

Published

on

By

Makassartoday.com – Luqman (Arab: لقمان الحكيم, Luqman al-Hakim, Luqman Ahli Hikmah) adalah orang yang disebut dalam Al-Qur’an dalam surah Luqman [31]:12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya.

Ibnu Katsir berpendapat bahwa nama panjang Luqman ialah Luqman bin Unaqa’ bin Sadun. Sedangkan asal usul Luqman, sebagian ulama berbeda pendapat. Ibnu Abbas menyatakan bahwa Luqman adalah seorang tukang kayu dari Habsyi. Riwayat lain menyebutkan ia bertubuh pendek dan berhidung mancung dari Nubah, dan ada yang berpendapat ia berasal dari Sudan. Dan ada pula yang berpendapat Luqman adalah seorang hakim pada zaman nabi Dawud.

Kisah Luqman al-Hakim – Dalam sebuah riwayat menceritakan bahwa pada suatu hari Luqman Hakim telah masuk ke dalam pasar dengan menaiki seekor himar, manakala anaknya mengikut dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman itu, setengah orang pun berkata, “Lihat itu orang tua yang tidak bertimbang rasa, sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki.” Setelah mendengarkan desas-desus dari orang ramai maka Luqman pun turun dari himarnya itu lalu diletakkan anaknya di atas himar itu. Melihat yang demikian, maka orang di pasar itu berkata pula, “Lihat orang tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya sedap menaiki himar itu, sungguh kurang ajar anak itu.”

Setelah mendengar kata-kata itu, Luqman pun terus naik ke atas belakang himar itu bersama-sama dengan anaknya. Kemudian orang ramai pula berkata lagi, “Lihat itu dua orang menaiki seekor himar, mereka sungguh menyiksakan himar itu.” Oleh karena tidak suka mendengar percakapan orang, maka Luqman dan anaknya turun dari himar itu, kemudian terdengar lagi suara orang berkata, “Dua orang berjalan kaki, sedangkan himar itu tidak dikenderai.

“Dalam perjalanan mereka kedua beranak itu pulang ke rumah, Luqman Hakim telah menasihati anaknya tentang sikap manusia dan celoteh mereka. Ia berkata, “Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah saja. Siapa saja yang mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam tiap-tiap satu.”

Kemudian Luqman Hakim berpesan kepada anaknya, katanya, “Wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya tiadalah orang fakir itu melainkan tertimpa kepadanya tiga perkara, yaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan diperdayai orang), dan hilang kemuliaan hatinya (keperibadiannya). Lebih celaka lagi daripada tiga perkara itu ialah orang-orang yang suka merendah-rendahkan dan meringan-ringankannya.”

Nasihat Luqman

Di antara nasihat Luqman yang terdapat dalam surah Luqman ialah:

Jangan mempersekutukan Allah (Luqman 31:13).

Berbuat baik kepada dua orang ibu-bapanya (Luqman 31:14).

Sadar akan pengawasan Allah (Luqman 31:16).

Dirikan salat (Luqman 31:17).

Perbuat kebajikan (Luqman 31:17).

Jauhi kemungkaran (Luqman 31:17).

Sabar menghadapi cobaan dan ujian (Luqman 31:17).

Jangan sombong (Luqman 31:19).

Surah Luqman (Arab: لقمان, “Luqman al-Hakim”) adalah surah ke-31 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri dari atas 34 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Surah ini diturunkan setelah surah As-Saffat. Nama Luqman diambil dari kisah tentang Luqman yang diceritakan dalam surah ini tentang bagaimana ia mendidik anaknya.

Luqmanul Hakim menurut riwayat yang lebih kuat, bukan seorang nabi. Ia seorang manusia shaleh semata. Akan tetapi Allah menilai dari ketakwaaan dan kesalehannnya. Setidaknya, ada dua manusia yang bukan nabi, tapi namanya diabadikan dalam al-Qur’an menjadi nama surat. Keduanya itu adalah Luqman dan Maryam. Luqman berdarah Arab. Sebagian sejarawan menyebut Luqman berdarah Ibrani, sebagian lain menyebut berdarah Habasyi, dan yang lainnya menyebut berdarah Nubi, salah satu suku di Mesir yang berkulit hitam (aswan sekarang).

Dalam Tarikh nya, Ibnu Ishak menuturkan, bahwa Luqman bernama Luqman bin Bau’raa bin Nahur bin Tareh, dan Tareh bin Nahur merupakan nama dari Azar, ayah Nabi Ibrahim as. Wahab bin Munabbih mengatakan bahwa Luqman adalah putra dari saudari kandung Nabi Ayyub as. Muqatil menuturkan, Luqman adalah putra dari bibinya Nabi Ayyub as. Imam Zamakhsyari menguatkan dengan mengatakan: Dia adalah Luqman bin Bau’raa putra saudari perempuan Nabi Ayyub atau putra bibinya. Riwayat lain mengatakan, Luqman adalah cicit Azar, ayahnya Nabi Ibrahim as. Luqman hidup selama 1000 tahun, ia sezaman bahkan gurunya Nabi Daud. Sebelum Nabi Daud diangkat menjadi Nabi, Luqman sudah menjadi mufti saat itu, tempat konsultasi dan bertanya Nabi Daud as.

Para ahli sejarah berbeda pendapat tentang profesinya. Sebagian mengatakan, profesinya adalah tukang jahit. Sebagian lainnya mengatakan tukang kayu, yang lainnya menuturkan tukang kayu bakar, dan terakhir mengatakan sebagai penggembala. Riwayat lain menuturkan bahwa Luqman adalah qadhi pada masa Bani Israil, sekaligus konsultannya Nabi Daud as. Bahkan riwayat lain menuturkan Luqman adalah seorang budak belian dari Habasyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Khalid ar-Rib’i menuturkan: “Luqman adalah seorang budak belian dari Habasyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. 

Dalam sejarahnya Luqman menikah dan dikaruniai banyak anak, akan tetapi semuanya meninggal dunia ketika masih kecil, tidak ada yang sampai dewasa, namun Luqman tidak menangis, karena hidupnya yang sudah yakin dengan Allah. Wasiat-wasiat Luqman dalam al-Qur’an (QS. Luqman: 13-19). Wasiat-wasiat Luqman lainnya: Selain dalam ayat al-Qur’an, Luqman juga mempunyai banyak wasiat. Wahab bin Munabbih pernah menuturkan: “Saya membaca hikmah Luqman yang jumlahnya lebih dari 10 ribu bab”. (bs)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Artikel

Di Usia Berapa Anak Bisa Dilatih Berpuasa?

Published

on

By

Makassartoday.com – Puasa tidak diwajibkan untuk anak-anak sampi dia balig berdasarkan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam:

“Pena diangkat (gugur kewajiban) dari tiga; Orang gila yang hilang akal hingga sembuh, orang tidur hingga bangun dan anak kecil hingga bermimpi (balig).”

(HR. Abu Daud, 4399 dishahihkan oleh Al-Albany dalam shahih Abu Daud)

Meskipun begitu, seyogyanya anak kecil dianjurkan untuk berpuasa agar terbiasa. Dan karena akan ditulis untuknya sebagai amalan saleh yang dilakukannya. Umur yang dapat dimulai anak-anak belajar berpuasa adalah umur yang mampu untuk berpuasa. Hal ini berbeda sesuai dengan postur tubuh anak. Sebagian ulama menentukan umur sepuluh tahun.

Al-Kharaqi rahimahullah berkata, “Kalau anak berumur sepuluh tahun dan mampu berpuasa, maka dibiasakan (puasa).”

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Yakni diharuskan berpuasa, diperintah dan dipukul kalau meninggalkannya agar terlatih dan terbiasa. Sebagaimana diharuskan shalat dan diperintahkannya. Di antara ulama yang berpendapat agar anak kecil diperintahkan berpuasa kalau sudah mampu adalah Atha, Hasan, Ibnu Sirin, Az-Zuhri, Qatadah dan Syafi’i.”

Al-Auza’i rahimahullah berkata, “Kalau dia mampu berpuasa selama tiga hari berturut-turut dan dia tidak lemah, maka diperintahkan kepadanya untuk berpuasa sebulan Ramadan.”

Ishaq berkata, “Kalau sudah berumur dua belas tahun, saya lebih senang kalau dia diberi beban berpuasa agar terbiasa.”

Dijadikan patokan umur sepuluh tahun pertama, karena Nabi sallallahu’alaihi wa sallam memerintahkan untuk memukul anak kecil yang meninggalkan shalat. Disamakan antara puasa dengan shalat itu lebih baik, karena adanya kedekatan antara satu dengan lainnya. Kesamaannya, bahwa keduanya termasuk ibadah fisik dari rukun Islam. Cuma puasa lebih berat, maka perlu adanya kekuatan. Karena terkadang dia mampu shalat, akan tetapi tidak mampu berpuasa.” (Al-Mughni, 4/412)

Termasuk kebiasaan shahabat Nabi sallallahu alaihi wa sallam dalam mendidik anak-anaknya, mereka memerintahkan yang kuat untuk berpuasa. Kalau ada yang  menangis karena lapar, mereka diberi mainan agar melupakannya. Namun tidak diperkenankan memaksanya berpuasa kalau hal itu berdampak buruk yang dapat mengakibatkan lemah fisik atau sakit. (Sumber:islamqa)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Artikel

Demi Kesehatan, Penting untuk Berkumur di Waktu Puasa

Published

on

By

Saat berpuasa, risiko bau mulut hingga sakit tenggorokan menjadi meningkat. Karena itu, menjaga kesehatan rongga mulut sangat penting dilakukan selama Ramadan.

Educator & Trainer Mundipharma Indonesia, dr. Mery Sulastri mengatakan, cara yang paling dianjurkan tak hanya memerhatikan kebersihan gigi. Namun juga, kata Mery, permukaan lidah, dan area lain di dalam mulut pun harus diperhatikan.

“Gunakan dental floss sehingga tidak ada sisa makanan yang bisa menambah keasaman mulut. Mulut yang asam bisa menjadi lahan tumbuh subur bakteri,” ujarnya dilansir dari VIVA.

Kebersihan rongga mulut juga tidak boleh diabaikan, khususnya oleh pengguna kawat gigi. Karena, mereka yang paling rentan mengalami gangguan rongga mulut. Jadi, pastikan tidak ada sisa makanan menempel di kawat gigi.

Selain menyikat gigi, Mery juga mengingatkan untuk berkumur dengan obat kumur antiseptik. Pada saat puasa risiko infeksi akibat kuman lebih tinggi sehingga perlu dikontrol pertumbuhan bakteri di dalam rongga mulut.

“Tidak hanya sekadar kumur tapi juga gargling. Selain kumur di daerah rongga mulut, harus juga sampai tenggorokan,” kata Mery.

Gargling ini, lanjut Mery, dapat menurunkan angka infeksi saluran napas atas hingga 36 persen. Lakukan gargle dengan cairan antiseptik selama 15 detik, 3 kali sehari.

Mery menganjurkan, sebaiknya kumur dilakukan setelah sahur dan sebelum tidur. Sebagai tambahan kumur bisa dilakukan setelah berbuka.

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya