29 Tim Ramaikan Liga Futsal Ramadan 2018 | Makassar Today
Connect with us

Sports

29 Tim Ramaikan Liga Futsal Ramadan 2018

Published

on

Makassartoday.com – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI, membuka kejuaraan Liga Futsal Ramadan 2018, dBolana Sport Center, Jl Perintis Kemerdekaan, Sabtu (26/5/2018). 

Kejuaraan Liga Futsal Ramadan ke-6 ini diadakan dBolana Sport Center dan bekerjasama PT Pertamina. Kejuaraan yang berlangsung selama satu pekan ini diikut 29 tim dan akan memperebutkan trophy dan uang tunai senilai 15 juta rupiah.

Pembukaan ini ditandai dengan tendangan pertama oleh Plt Wali Kota Makassar dan didampingi Owner dBolana Sport Center.

Menurut pria yang akrab disapa Deng Ical, kejuaraan Liga Futsal Ramadan ini paling meriah dan rutin dilaksanakan di kota Makassar setelah liga ramadan yang berlangsung dilapangan hasanuddin.

“Meskipun tahun lalu sempat pakum karena istri dari owner dBolana sakit, dan beberapa bulan kemudian ahkirnya dipanggil oleh sang pencipta. Untuk itu, mari kita kirimkan doa untuk istri almarhum,” ujar Deng Ical, sambil memanjatkan doa.

Terlepas dari itu, Deng Ical mengatakan bahwa prestasi itu bukan hanya diukur dengan meraih juara, tapi yang paling utama adalah bagaimana membangun karakter dan dedikasi kita.

“Jadi biar tidak juaraki kalau orang mengetahui bahwa kita memiliki kualitas bermain bagus, hebat dan sportif. Maka citra personal yang kita bangun sebagai seorang atlet pesepak bola profesional bisa terus tertanam, dan itu yang paling mahal,” kata politisi Golkar ini.

“Tidak ada masalah kalau kita tidak juara, tetapi kita dikenang sebagai seorang atlet yang handal dan profesional. Dari pada kita juara, baru itu juara dari hasil curang,” lanjutnya.

Sementara Owner dBolana Sport Center, Hj Nur Arianto mengatakan, terselenggaranya kejuaraan ini berkat dukungan penuh oleh pt pertamina, karena pihak pertamina melihat potensi anak muda Makassar dalam bidang olahraga sepak bola lebih menjanjikan.

“Dalam pertandingan kalah menang itu sudah biasa. Olehnya itu, saya berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding, karena kejuaraan ini merupakan ajang silaturahmi antara pemuda di kota Makassar,” katanya.

Hal senada dikatakan ketua panitia pelaksana kejuaraan Liga Futsal Ramadan 2018, Nasrul Taba mengatakan, diadakannya kejuaraan liga futsal ini untuk menjalin kembali tali silaturahim antara sesama pemuda pemuda yang ada di kota Makassar terutama pemuda daerah Biringkanaya.

“Dengan adanya kejuaraan ini, kami harap akan muncul generasi baru yang akan membawa nama baik kota Makassar dan Indonesia dalam olahraga sepak bola,” harapnya.(*)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Sports

Pinrang dan Makassar Rebut Emas di Kategori Speed Pra Porda Panjat Tebing

Published

on

By

SINJAI – Babak kualifikasi cabang olahraga (Cabor) panjat tebing di Pra Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sinjai 2017 untuk kategori speed classic di nomor perorangan putra dan putri akhirnya menemukan para juara yang diganjar tiket berkompetisi di Porda XVI Pinrang 2018 mendatang.

Atlet speed putra dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pinrang Gilang Alif Ramadhan berhasil meraih medali emas setelah menang tipis dari atlet Pangkep Rahmat Usman yang meraih medali perak.

Sementara medali perunggu diraih oleh Muhammad Khaddafi, atlet dari Makasar. Ia sukses mengalukan medali itu setelah mengalahkan Zulqadri, atlet tuan rumah Sinjai.

Sementara di nomor speed putri, atlet Makassar Alivany Khadikah berhasil merebut emas. Ia menang tipis dari saingan terberatnya di nomor ini, yakni Nurul Magfirah dari Pangkep dan posisi ketiga diraih oleh Syamsinar yang juga dari Pangkep setelah menang head to head dengan atlet Pinrang Suriani

Hingga hari ke tiga, Minggu (17/12/2017), Pra Porda panjat tebing sudah mempertandingkan beberapa kategori yaitu boulder nomor campuran beregu, boulder perorangan putra dan putri, serta nomor lead perorangan putra dan putri.

Walau hampir semua kategori masih didominasi oleh atlet Pangkep, Makassar, Sinjai, Bone dan Palopo namun peluang semua kontingen masih sangat terbuka lebar peluangnya untuk merebut tiket ke Porda XVI 2018 di Pinrang.

Ketua Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sulsel Andjar Wijaya mengatakan melihat potensi dan semangat 197 atlet dari 18 kabupaten/ kota se Sulsel ini, peluang masing masing kontingen untuk membawa timnya ke Porda Pinrang sangatlah besar.

“Sebaran atlet yang merata di masing-masing kontingen menunjukkan harapan besar untuk bangkitnya panjat tebing Sulsel,” kata salah satu founder terbentuknya FPTI Sulsel pada 1989 ini. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sports

Inkatsu Pordibya Sulsel Siap Lahirkan Atlet Karate Berprestasi

Published

on

By

MAKASSAR – Salah satu perguruan Karate dari ‎25 perguruan Karate yang secara resmi merupakan Federasi Olah Raga Karate-Do Indonesia (Forki), Inkatsu Pordibya Sulsel siap kembali melahirkan generasi baru.

Perguruan Karate yang didirikan di Jakarta sejak pada taggal 30 Maret 1967 silam ini pernah melahirkan sang juara Sale Al-Afsi, asal Sulsel.

Sulsel adalah salah satu derah yang pernah mengharumkan nama Indonesia di tingkat Internasional . Sulsel juga merupakan lumbung atlet Nasional Karate di Indonesia yang pernah merai juara nasional. Dengan kehadiran pengurusan baru Pordibya Sulsel tentu diharapkan membawa perubahan baru yang nantinya dapat melahirkan Saleh Al-Afsi sang juara Internasional (Asia Pasifik) silam.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar Pordibya, Drs Darly Siregar ‎saat membuka Pengukuhan dan Pelatihan Pengurus Pordibya Sulsel 2017‎, yang digelar di Hotel Horison,bSabtu (16/12/2017).

Dia mengungkapkan, setelah pihaknya melihat secara langsung aksi sparing Karateka Pordibya Sulsel sangat berpotensi untuk bisa meraih juara, baik di tingkat Provinsi, Nasional bahkan sampai Internasional.

“Saya sangat yakin melihat bibit generasi baik yang masih usia dini, remaja dan dewasa dan pemula yang ada di Sulsel ini,untuk itu kami berharap terhadap Pengurus Pordibya Sulsel harus memperhatikan bibit generasi di Sulsel ini,sebab karate ini mengajak anak untuk disiplin,jadi kesatria .Ini cukup membantu peranan pemerintah juga agar anak terhindar dari narkoba ,dan Pordibya turut serta dalam membangun karakter anak bangsa,” beber Darly 

Sementara itu, Ketua Pordibya Sulsel, Syarifuddin Th Dg.Punna ‎menambahkan, dalam pengurusan Pordibya Sulsel tentu memiliki target untuk mengembalikan kejayaan Sulsel yang dulu disegani baik secara Nasional maupun secara Nasional.

“Kami sudah membentuk 23 kabupaten di Sulsel dan telah merekrut Kohai dari kalangan pelajar dan remaja,mereka diberi pembinaan secara berjenjang yang akan diberi pelatihan langsung oleh sang juara dunia dari daerah yang berjulukan ayam jantan dari timur. Dia (Saleh Al-Afsi),” kata Dg Punna Sapaan Akrabnya.

Di acara Pengukuhan Pengurusan Baru Pordibya Sulsel 2017 ini, ditampilkan aksi Karate sparring, pria maupun wanita yang jadi tontonan seru para tamu undangan. Tak hanya itu, dalam sesi hiburan itu Pasukan Adat Nusantara Indonesia (Pani) juga mengenakan baju adat warna merah dilengkapi juga aksinya memukau tamu undangan seperti biasanya mereka dalam prosesi Anggarru dilengkapi senjata tajam berupa badik,mereka lalu melakukan aksi kebal dengan cara menusuk tubuhnya dengan sekuat tenaga menggunakan badik.

Kedatangan Ketua Umum Pengurus Besar Pordibya juga mendapat gelar dari ‎Dewan Adat Gowa bernama 
Bangsawan Sehu Daeng Pasaung artinya guru para petarung shihan‎.Turut terlibat dalam rangkaian acara ini ‎,Advokaasi Rakyat untuk Negera, Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN),Pasukan Adat Nusantara Indonesia (Pani). (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sports

FPTI Sulsel Dilantik, Dispora Minta Ada Wall Climbing di GOR Sudiang

Published

on

By

MAKASSAR – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Fedarasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Faisol Riza melantik Pengurus Provinsi (Pengprov) FPTI Sulawesi Selatan di Hotel Aerotel Smail, Makassar, Senin (11/12/2017).

Pelantikan Pengprov FPTI Sulsel yang dipimpin oleh Imam Subekti ini juga dihadiri oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel yang diwakili oleh Heri Sumiarto dan Wakil Ketua I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel Ambas Syam dan sejumlah Ketua Pengurus FPTI Kabupaten/kota se Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Imam Subekti mengatakan kepengurusannya ini terbentuk dalam Musyawarah Daerah FPTI Sulsel pada 23 Juli 2017. Ia pun berkomitmen akan menjalankan amanah dan bertekad mengembalikan kejayaan prestasi pemanjat asuhan FPTI Sulsel di level nasional dan internasional seperti dulu.

Imam pun meminta kepada Faisol untuk membimbing dan membantu kepengurusan di Sulsel. Selain itu, berharap PP FPTI untuk tidak membeda-bedakan antara pengurus satu provinsi dengan provinsi lainnya. “Tapi kami meminta disejajarkan antar pengurus daerah,” kata Imam.

Imam juga meminta dukungan KONI Sulsel agar misi mengembalikan kejayaan FPTI Sulsel bisa diraih. Apa lagi sebelum dilantik, atlet panjat tebing Sulsel sukses meraih medali di ajang Kejuaraan Nasional XVI 2017 di Spot Climbing Stadion Mandala Krida, Jogjakarta, 20 November lalu.

Menurutnya, pihaknya meminta kepada KONI memberikan perhatian untuk olahraga panjat tebing di Sulsel, agar masa kejayaan panjat tebing di Sulsel bisa dikembalikan. “Bahkan, Insyaallah kami akan berbuat bisa lebih baik dari kepengurusan yang lalu,” kata dia.

Dia menyebutkan FPTI Sulsel pernah berprestasi di level nasional dan internasional. “Kami punya atlet berprestasi di SEAGames, mohon disampaikan kepada Ketua KONI Sulsel (Ellong Tjandra),” pintanya.

Sementara Heri Sumiarto berharap kepada pengurus yang baru ini bisa bekerjasama dalam pengadaan wall climbing (papan panjat tebing buatan) di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang. “Saya dari dulu punya keinginan agar di depan GOR Sudiang itu ada wall climbing. Mungkin bisa dikerjasamakan dengan sponsorship, ” ujarnya.

Selain itu, Heri meminta kepada Imam dkk untuk melobi panitia Pekan Pelajar Olahraga Nasional (Popnas) untuk mengikutkan cabang olahraga panjat tebing sebagai nomor perlombaan. “Masa’ tarung drajat bisa masuk. Itu karena keaktifan pengurus cabor ini dalam melobi penyelenggarannya,” ujarnya.

Sementara Faisol berharap papan panjat tebing sudah berdiri di depan GOR Sudiang dalam waktu enam bulan kedepan.

“Saya akan kecewa bila 6 bulan kedepan saya kesini lagi dan tidak ada wall berdiri di sana,” harapnya. (Rls)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya