Bulan Ramadan, Saat Yang Tepat Latih Diri Berhenti Merokok | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Artikel

Bulan Ramadan, Saat Yang Tepat Latih Diri Berhenti Merokok

Published

on

Kesempatan baik bagi perokok untuk melatih berhenti merokok di bulan Ramadan. Hal tersebut disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, dr. Cut Putri Arianie, MHKes saat temu media Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS).

“Latihan seseorang berhenti merokok. Kalau bisa puasa tahan diri dari pagi sampai buka puasa, kenapa enggak dilanjutkan. Ini sebagai bentuk latihan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

“Memang tidak mudah, apalagi ada efek samping kalau berhenti tiba-tiba. Tapi dengan niat kuat dan latihan bisa menginisiasi (berhenti merokok),” ujarnya menambahkan.

Tepat pada 25 Mei, Kemenkes RI juga menetapkan tema nasional HTTS tahun 2018 Rokok Penyebab Sakit Jantung dan Melukai Hati Keluarga yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2018.

Masalah rokok masih terus saja menjadi perhatian pemerintah hingga kini. Mengingat dampaknya tak hanya pada beban BPJS yang membengkak. Akan tetapi juga dalam tahap yang lebih kecil adalah keluarga.

alterntif text

Berdasarkan survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2016, sekitar 13.8 persen pengeluaran rakyat Indonesia dialokasikan untuk rokok. Sementara untuk padi-padian hampir sama mencapai 14 persen. Selama 10 tahun terakhir Badan Pusat Statistik mencatat, adanya konsistensi pengeluaran masyarakat untuk rokok, mengalahkan jumlah yang dikeluarkan untuk kebutuhan bahan pangan.

“Pengeluaran masyarakat untuk rokok sebanyak Rp1,1 triliun per hari bila dibelikan makanan maka kebutuhan minimal 2.100 kkal seluruh penduduk bisa tercukupi,” katanya.

Hitungan di atas dengan melihat tren pengeluaran rumah tangga termiskin yang lebih mengutamakan rokok ketimbang kebutuhan pokok.
Jumlah perokok sebanyak kurang lebih 90 juta saat ini, jika dihitung lagi ternyata rata-rata rokok yang dihisap per hari 1 hingga 3 batang, dan rata-rata harga rokok per batang Rp.1000.

BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
Comments

Trending