Geram Tudingan Fee 30 Persen, Danny Langsung Kumpulkan 15 Camat | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Geram Tudingan Fee 30 Persen, Danny Langsung Kumpulkan 15 Camat

Published

on

Makassartoday.com – Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto merasa geram atas tudingan dan fitnah yang ia terima bahwa dirinya meminta fee sebesar 30 persen atas proyek pohon ketapang.

Sesaat setelah dirinya diaktifkan kembali menjadi Wali Kota Makassar, Senin (4/6/2018), ia mengumpulkan para SKPD, camat, lurah dan tak ketinggalan para masyarakat dalam sebuah Rapat Kordinasi (rakor) tahap awal.

Danny pun langsung meminta para camat berdiri. “Mumpung ada masyarakat yang saksikan langsung. Soal fee 30 persen, pernahkah saya meminta? Atau Anda dapat jabatan ini sekarang karena Anda memberi saya uang? Coba satu-satu camat menjawab dengan jujur,” ujar Danny.

Para camat pun yang hadir menjawab tidak. “Izin, Tidak pernah Pak Wali,” jelas para camat bersahutan.

Langkah tersebut diambil Danny mengingat prinsip kerja yang dipegang teguhnya yakni selalu terbuka dan transparan selama menjabat sebagai Wali Kota Makassar.

Olehnya itu, para masyarakat pun semakin yakin jikalau pada pemerintahan Danny terjamin bersih dari kasus korupsi.

“Pengakuan para camat tadi membuat kita semakin percaya kalau kepemimpinan Danny bersih dan ini yang membuktikan jikalau itu fitnah,” pungkas Eros, salah satu masyarakat yang ikut dalam rakor tersebut.

Hanya saja sangat disayangkan karena tudingan menerima atau meminta fee itu sengaja diembuskan oleh lawan politik Danny untuk menjatuhkan dirinya.

Menurut Eros, tindakan tidak terpuji dan kejam tersebut diduga sengaja dilakukan rivalnya untuk memfitnah Danny agar kehilangan dukungan di pilkada Makassar.

“Masyarakat makin yakin bahwa rival terlalu memaksakan diri menjadi wali kota dengan menjatuhkan Danny. Tapi, dengan cara itu warga sudah paham. Lebih baik pilih kolom kosong daripada memilih paslon pecundang. Mereka tidak berani berhadapan di hari H pencoblosan makanya pakai cara-cara tak etis,” kata Eros. (*)

BAGIKAN:
Comments

Trending