Alumni FKM UH 2006 Buka Puasa Bersama | Makassar Today
Connect with us

CITIZEN REPORT

Alumni FKM UH 2006 Buka Puasa Bersama

Published

on

Makassartoday.com – Alumni FKM UH angkatan 2006 menggelar silaturrahmi ramadhan 1439 H di hotel Jolin Makassar tepatnya hari ini, Minggu (10/5/2018). Kegiatan ini dirangkaikan diskusi dan buka puasa bersama.

Menurut salah satu panitia Kadar Ramadan, SKM, MKM saat ditemui, kegiatan ini sebagai wadah mempererat tali silaturrahmi alumni FKM UH angkatan 2006 yang cukup lama terputus.

“Kegiatan ini untuk kedua kalinya dilaksanakan, sebelumnya pada tahun 2016 sejak itulah kami alumni sepakat menjadikannya agenda rutin setiap tahun saat ramadhan,” ungkap akademisi ini.

Kegiatan berlangsung meriah dihadiri lebih dari 30 alumni yang tersebar di beberapa instansi, seperti Bappenas, Poltekes, Dinas Kesehatan, Perbankan, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta hingga yang berprofesi sebagai pengusaha muda. Asal berangkatnya pun berbeda-beda, mulai dari Riau, Bangka Belitung, Jakarta, Poso, hingga Mamuju dan daerah-daerah lainnya.

Momen ini juga menjadi lebih bermakna karena selain merangkai kembali silaturahmi dan mengenang masa-masa di perkuliahan dulu, juga kami dari alumni ikut menyumbangkan donasi yang akan diserahkan ke salah satu panti asuhan yang ada di Makassar. Tambah salah satu Alumni Surahmansah Said, S.Gz, M.P.H.

Silaturahmi menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, memperluas rezeki serta memperbanyak koneksi, silaturahmi menjadi kebutuhan utama kita sebagai makhluk sosial. (*)

Penulis: Mukramin Yusuf

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

CITIZEN REPORT

Penerbit IMB Indonesia Launching Buku Cerita Kusam

Published

on

By

Makassartoday.com – Penerbit MIB Indonesia menggelar launching Buku 
Cerita Kusam dan Talkshow Puisi serta Cerpen, Minggu (3/6/2018), pukul 17.00 – 19.00 WITA. Berkolaborasi dengan patner setianya Pecandu Aksara dan Aksara Merdeka.

Bertempat di Cafetaria 99 lantai 2, Pasar Segar, Pannakukkang, Makasaar. Peserta  didominasi oleh kaum adam yang berjumlah sekitar 20-an peserta.

MIB melaunchingkan buku salah satu anggota Pecandu Aksara, Ardiansyah Arif yang berjudul Cerita Kusam. Dia bergelut juga di dunia literasi lainnya yaitu Waktu Indonesia Membaca. 

“Cerita Kusam membahas hal-hal yang selama ini dianggap tabu di sekitar kita. Akan Ada banyak nilai sosial. Membuat kita lebih mensyukuri hidup dan peduli dengan  keadaaan sekitar. Namun tetap  dikemas dalam cerita cinta yang berbeda dari cerita yang lain,” kata pria yang mahir memainkan Ukulele itu.

Coretan pena penulis Cerita Kusam, juga bisa ditemukan di ig @vespa_kere. 

“Caranya membunuh kemalasan yaitu menanam motivasi dalam diri, seperti yang sering didengarkan disampaikan publik ingin hidup abadi maka menulislah. Itu salah satu motivasi saya, jika saya ingin abadi, maka saya menulis dan membuat sebuah buku. Alhamdulillah sekarang bukunya sudah dinikmati oleh pembacanya,” papar Ardiansyah membagi pengalaman menulisnya ke peserta launching buku.
 
Penulis dilahirkan oleh orang tua petani yang gagah dan cantik di dusun kecil, bagian selatan Celebes, dusun Papi, desa Buttu-Batu, kecamatan Enrekang dan kabupaten Enrekang.

“Awalnya saya orang yang suka berdongeng. Dari pada khayalan saya hanya melayang-layang di kepala, mulai menulis khayalan-khayalan  saya dari puisi, dan melakukan hal yang lain lagi seperti cerpen,” ungkap Vespa_kere nama pena dari Ardiansyah Arif.

Laki-laki penyuka vespa ini merupakan pria petualang. Dari jiwa pencinta alam ini dia sekarang berbisnis hammockatau tempat tidur gantung.

Setelah launching buku selesai, diselenggarakan pula talkshow kepenulisan puisi dan cerpen. Bang O mengisi materi puisi dan Aurora Rahmah membawa materi cerpen.

“Puisinya itu yah puisi, puisi sekarang sudah tidak terikat dengan aturan baku yang ada,” kata Bang O menjawab pertanyaan peserta. 

“Puisi baru adalah puisi bebas yang tidak terikat oleh aturan lama,” lanjutnya.

Widyawan Setiadi nama lengkap dari Bang O mengutarakan bahwa puisi itu salah satu karya sastra tertua yang pernah lahir,  Awal mulai lahirnya puisi bermula dari kerajaan, mantra, syair, bermula dari kerajaan Sriwijaya, kerajaan yang menggunakan ritual-ritual tertentu dengan mantra-mantra tertentu.

Pendiri Aksara Merdeka, Bang O mengungkapkan bahwa puisi adalah karya sastra yang bahasanya dipadatkan dan maknanya disiratkan.

“Karena puisi adalah karya sastra yang beda dengan dua karya sastra lainnya, novel dan cerpen. Kalau novel sama cerpen lebih identic dengan menjabarkan kata menjadi sebuh kalimat yang mudah dimengerti. Sedangkan puisi memadatkan kata dari paragraph menjadi beberapa kalimat saja agar makna yang disampaikan lebih tersirat, bukan silangsungan dan itulah ciri khasnya puisi. Terlepas dari berbagai macam jenis puisi yang telah dikategorikan,” jelas Bang O.

Dalam materi cerpen Aurora Rahmah menjelasakan tentang teknis pembuatan cerpen di mana kita harus menyiapkan kerangka cerpen, yaitu menangkap ide, menentukan alur, latar, menentukan tokoh, dan menentukan watak tokoh, konflik dan ending. Kemudian endapkan terlebih dahulu sebelum dibuka dan self editing. Setelah itu berikan kepada pembaca untuk menilainya.

“Tulisan tanpa manfaat itu sampah! Jadilah penulis yang mengutamakan manfaat bagi orang, ” Pesan Aurora menutup talkshow Cerpen. 

Pada akhir acara MC mempersilakan penulis untuk membacakan karya puisinya dalam Cerita Kusam dan mendapatkan tepuk tangan dari peserta. 

Penulis juga menunjuk Bang O untuk membacakan puisi sebagai master of puisi kata Vino sapaan akrab Ardiansyah. Judul puisi yang dibawakan yaitu Berita Reformasi  yang berhasil membuat bulu kuduk merinding.

Di akhir acara MC mengarahkan Ardiansyah, Bang O dan Aurora untuk menyerahkan goodie bag dari kopi Kapal Api kepada  peserta penanya launcing dan talkshow  tadi.

Setiap tulisan akan nada pembacanya sendiri, maka dari itu marilah kita membumikan tulisan di tanah Daeng ini dengan tulisan. Agar Makassar bisa juga terkenal lewat minat baca dan menulis kaum intektualnya.

Menulis juga merupakan cara aman untuk mengungkapkan rasa di rezim sekarang yakni melampiaskan lewat tulisan tetapi tetap dalam koridor-koridornya.

(Penulis/Citizen Jurnalis: Azimah Nahl)

 

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

CITIZEN REPORT

LPM Himabio UNM Gelar Training Citizen Journalism

Published

on

By

MAKASSAR – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) BIOma Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMABIO) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar BIOma Training Citizen Journalism. Minggu (10/12/2017).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Graha PKK yang berada di Jl. Anggrek Raya No.1 Paropo, Panakukkang, Makassar.

Tampil selaku narasumber dalam kegiatan training tersebut, yakni Wakil Walikota Makassar Samsul Rizal MI, Forum Lingkar Pena Azure Azalea, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ancha Hardiansyah, Ikatan Wartawan Online (IWO) Hasanuddin, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ismail Asnawi.

Dalam kesempatannya Subaedir selaku ketua panitia menyampaikan sebanyak 46 peserta mengikuti kegiatan BIOma Training Citizen Journalism.

Peserta tersebut berasal dari kampus PTS dan PTN yakni! Universitas Sawerigading Makassar, Universitas Negeri Makassar, STIE Nobel, Universitas Fajar, Universitas Bosowa dan Masyarakat umum, kata Subaedir.

Kegiatan Bioma Training itu dibuka Perwakilan Ketua himpunan mahasiswa biologi mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan di bidang jurnalis.

Penulis :Nikita Ayu Rahmawati
(Mahasiswa Administrasi Publik Fisip Unsa Makassar)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

CITIZEN REPORT

Universitas Sawerigading Gelar Sosialisasi Publikasi Ilmiah

Published

on

By

MAKASSAR – Civitas akademika kampus Universitas Sawerigading (UNSA) Makassar, Kamis (30/11/2017) menggelar Sosialisasi Publikasi Ilmiah 2017, di ruang Laboratorium Fakultas Hukum Jl. Kandea Makassar.

Nara sumber dalam sosialisas itu, adalah para dosen UNSA peserta kegiatan serupa Selasa (28/11/2017) di Kantor Kopertis Wilayah IX Sulawesi digelar Kemenristekdikti lewat Subdit Fasilitasi Publikasi Ilmiah Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intektual.

Dosen yang ikut dalam sosialisasi di Kopertis IX yakni, Dekan Fisip, Dr. Muhammad Yahya, M.Si; Kaprodi S1 Sosiologi, Dr. Adi Sumandiyar, S.Sos, M.Si; Kaprodi S1 Bahasa Indonesia, Isnani Arianti, S.Pd, M.Pd; Ahmad Syekhu, S.Pd, M.Si dan Hasruddin Nur, S.Pd, M.Pd.

Pemaparan materi dibawakan Dekan Fisip Unsa, Dr.Muhammad Yahya, M.Si dan Ketua Prodi Sosiologi Fisip Unsa, Dr.Adi Sumandiyar, S.Sos, M.Si. Peserta sosialisasi di antaranya; Rektor Unsa, Prof Dr H.Melantik Rompegading, SH, MH, Wakil Rektor I Unsa, Dra.Hj. Mardiani, M.Hum, Dekan Fakultas Tehnik, Aminah Umar, ST, MT.Kom, Dekan Hukum, Dr.Hj. Asma, SH, MH serta para dosen Unsa.

Para dosen membagi pengetahuan dan pengalaman dari materi yang diperoleh ikut workshop, pelatihan sejenisnya patut menjadi tradisi akademik di kampus, tandas Yahya di awal pemaparan.

Membagi pengetahuan dan keterampilan seperti ini akan memberi nilai tawar bagi para dosen serta lembaga kampus ke depan semakin berdaya saing, ungkap doktor sosiologi politik PPs-UNM ini.

“Materi yang disajikan selama sosialisasi itu, menulis buku ajar dan etika publikasi, publikasi jurnal ilmiah dan pengenalan google scholar,” jelas Adisumandiyar.

Buku ajar menjadi rujuan dan cuan dalam proses pembelajaran antara dosen dan mahasiswa. Penulisan buku ajar ini biasanya pembahasan disesuaikan dengan materi bahan ajar setiap kali pertemuan dalam kelas minimal 14 kali untuk satu semester, tandas doktor sosiologi PPs-UNM ini.

“Masalah bagi para dosen Unsa, karya tulis ilmiah, buku ajar dan sejenisnya masing sangat minim yang terakses di google schlorar dan SINTA,” sambungnya.

Kesempatan itu juga dijelaskan arti penting Science and Trchnology Index (SINTA) bagi pengembangan karier dosen serta peringkat dan daya saing kampus. (*)

Penulis : Muh Ma’ruf

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya