Warga Rappojawa Bentangkan Spanduk Pilih Kolom Kosong | Makassar Today
Connect with us

Politik

Warga Rappojawa Bentangkan Spanduk Pilih Kolom Kosong

Published

on

Makassartoday.com – Warga Kelurahan Rappojawa, Kecamatan Tallo, optimis bakal memenangkan Kolom Kosong di Pilwali Makassar 2018. Hal ini disampaikan Janwar, tokoh masyarakat, di Jalan Muh Jufri kepada wartawan, Selasa (12/6/2018) siang.

Menurutnya, saat ini ia bersama warga yang tengah mensosialisasikan kolom kosong di wilayahnya. Karena sejauh itu belum ada regulasi atau aturan yang mengatur hal tersebut. Karena siapa saja berhak melakukan itu, di saat tidak menyukai pasangan tunggal.

“Di KPU juga kan tidak dan belum ada aturan soal itu. Pastinya kami masih akan menunggu petunjuk lebih lanjut, apakah ada atau tidak regulasi yang mengatur pelarangan sosialisasi. Karena kami sudah sangat ingin memenangkannya. Selain itu, pemilihan nanti menjadi harga mati kami untuk mencoblos kolom kosong. Walau pun pak Danny Pomanto gagal maju di pencalonannya,” tegasnya.

Senada disampaikan tokoh masyarakat lainnya, Amirullah. Ia menjelaskan, saat ini sosialisasi pemahaman tentang kolom kosong di lingkungannya begitu massif diperbincangkan. Sebab hal itu sebagaimana akumulasi dari semua kekecewaan masyarakat kepada KPU Kota Makassar.

“Sangat tidak demokratis hasil putusan KPU, jadi jangan heran kalau kampanye koko begitu kuat, dan jangan salahkan rakyat kalau memilih kolom kosong. Jelas kami tak butuh uang, tapi “siri’na pacce” malu jika Kolom Kosong kalah di Pilwali Makassar,” terangnya. (*)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Politik

Tiga Politisi Parpol Pengusung Appi-Cicu Berbaur di Halal Bihalal Pemkot

Published

on

By

Makassartoday.com – Acara Halal Bihalal Pemkot Makassar tak hanya dihadiri ribuan massa, namun juga elite partai pengusung Appi-Cicu.

Adalah jajaran pengurus DPC PAN Kota Makassar, diantaranya, Hamzah Hamid, Hasanuddin Leo, dan Zainal Dg Beta. 

Mereka tidak menampakkan batang hidung di kampanye terbuka Appi-cicu lapangan Hertasning, sore tadi, karena memilih hadir di acara silaturahmi dan Halal Bihalal Pemkot Makassar yang dihadiri 6.000 RT/RW ribuan penasehat wali kota, pengurus LPM, tokoh masyarakat, dan SKPD se-Kota Makassar.

Ketiga politisi PAN yang dimaksud tersebut, terlihat duduk di shaf terdepan bersama pejabat teras lainnya, duduk sebaris dengan Wali Kota Danny, Sekda, M Yasir, Plt Gubernur atau pejabat yang mewakili gubernur, Ketua DPC Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali dan lain sebagainya.

Halal Bihalal ini sendiri merupakan ajang silaturahmi untuk merajut kebersamaan kepada seluruh jajaran Pemkot Makassar.

Kegiatan tersebut menjadi penyemangat agar ke depan capaian yang baik terus ditorehkan, terjadi peningkatan kinerja dan prestasi di Pemkot Makassar.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, dalam sambutannya, menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh hadirin, atas antusias yang tinggi sehingga acara silaturahmi keluarga besar Pemkot Makassar tersebut berjalan sesuai yang diharapkan.

“Alhamdulillah, Halal Bihalal kembali mempertemukan kita semua, setelah sebulan penuh berjuang menjalankan ibadah puasa. Halal bihalal ini merekatkan yang renggang, menjaga fitrah dan kesucian kita setelah lebaran, bagai selembar kertas kosong yang bersih,” ujarnya, Sabtu (23/6/2018). (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Politik

Pemkot Imbau RT/RW Fungsikan Android Rekam Kegiatan Pencoblosan di TPS

Published

on

By

Makassartoday.com – RT/RW dan penasehat wali kota akan mengambil peran penting dalam menyongsong Pilkada Makassar yang demokratis, terbuka serta jujur dan adil.

Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Kota Makassar, Iskandar Lewa, menegaskan, sesuai Permendagri tahun 2007, tentang fungsi RT/RW membantu desa/kelurahan untuk tugas-tugas atau urusan di bidang pemerintahan.

Sejalan dengan semangat itu, Pilkada adalah bagian dari kegiatan pemerintah. Olehnya, RT/RW berpartisipasi mensukseskan jalannya pesta demokrasi Makassar yang tinggal hitungan lagi.

“Kami sudah mengimbau RT/RW se-Kota Makassar untuk terlibat langsung memantau jalannya Pilkada Makassar,” ungkap Iskandar, Sabtu (24/6/2018)

Iskandar menambahkan, di aturan lainnya yakni UU Pilkada No.20 /2016. Bahwa semua warga negara maupun organisasi kemasyarakatan lainnya berhak memantau jalannya pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

“Oleh sebab itu, hajatan demokrasi ini mengharuskan kita untuk berpartisipasi termasuk RT/RW dan perangkat pemerintah lainnya. Secara teknis kita sudah mengimbau kepada seluruh RT/RW untuk berpartisipasi, salah satunya RT/RW diimbau untuk merekam dengan android kegiatan di TPS masing-masing,” jelas Iskandar.

Salah seorang RT, Munafri MB, di Kelurahan Bontoala Tua, RT.02 RW.04 mengaku, siap menjadi pemantau pemilu pada 27 Juni mendatang.

“Pasti kami akan pantau setiap gerak-gerak mencurigakan di TPS nanti supaya terdokumentasu. Tak hanya itu, kami akan mengawal suara rakyat sampai ke KPU Kota Makassar, jadi jangan ada yang coba-coba mau jekkong,” tegasnya.

Senada, Ali Sewang, RT Kelurahan Maccini Gusung, Kecamatan Makassar RT.08 RW.02 tersebut mengaku, karena RT/RW adalah bagian dari pemerintah, dibina dan diberdayakan oleh pemerintah maka sepantas RT/RW mendukung setiap program dan acara pemerintah, termasuk Pilkada Kota Makassar.

“Jadi, kita sorot semua aktivitas Pilkada, itulah gunanya kita dibekali android untuk menjadi garda terdepan kegiatan pemerintah. Bukan menjadi bahan gugatan oleh sekelompok orang-orang yang tidak mau Makassar maju,” tegasnya.

Salah satu upaya ini dilakukan untuk mengawasi jalannnya Pilkada Makassar yang hanya akan diikuti satu paslon saja, yakni Appi-Cicu. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Politik

2.670 Petugas Panwaslu Awasi Kecurangan di Pilkada Makassar

Published

on

By

Makassartoday.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Makassar menurunkan 2.670 petugas guna mengawasi jalannya proses pemungutan suara Pilkada Makassar pada Rabu (27/6/2018), pekan depan.

Ketua Panwaslu Makassar, Nursari mengatakan, total petugas yang diturunkan dengan rincian 20 orang di tingkat kota (3 komisioner, 17 staf), 12 orang tingkat kecamatan (3 komisioner, 9 staf), 153 tingkt kelurahan serta panwas TPS masing-masing 1 orang petugas.

“Jumlah keseluruhan 2.670 orang yang akan memantau langsung jalannya Pilkada Makassar 27 Juni nanti dan mendeteksi jika ada kecurigaan di lapangan,” jelas Nursari dikonfirmasi via WhatsApp, Sabtu (23/6/2018).

Nursari juga mengamankan agenda pelaksanaan apel siaga petugas Panwaslu Makassar yang akan berlangsung di Lapangan Karebosi pada Minggu (24/6/2018) besok pagi.

“Untuk menandai kesiapan pengawasan kita akan menggelar apel siaga di Lapangan Karebosi besok pagi,” tutup Nursari. (Maman)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya