Fakta Unik Tentang Timnas Senegal | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

BOLA

Fakta Unik Tentang Timnas Senegal

Published

on

Makassartoday.com – Pada Piala Dunia FIFA pertama mereka pada tahun 2002, Senegal mengalahkan juara bertahan Prancis dalam pertandingan pembuka mereka dan melanjutkan untuk mencapai perempat final, sebelum turun ke tujuan emas melawan Turki.

Tim itu menulis sejarah sepakbola di benua Afrika dan generasi baru mereka seperti Sadio Mane Liverpool yang diharap bisa memberikan kejutan.

Tak hanya itu, 23 pemain Timnas Senegal yang turun di Piala Dunia 2018 ternyata tak satupun bermain di liga domestik. Mereka mendapat kesempatan bergabung dengan klub-klub besar, salah satunya di daratan Erpoa. The Lions of Teranga akan bersemangat untuk menunjukkan cakar mereka melawan tim Polandia.

Sementara Polandia di bawah tangan Adam Nawałka menjanjikan kemenangan setelah absen selama 12 tahun. Penyerang andalan mereka Robert Lewandowski, mencuri perhatian setelah melahirkan 16 gol dalam fase kualifikasi ditambah tiga lainnya dalam dua pertandingan pemanasan menjelang Rusia 2018.

Polandia selalu berhasil melewati babak grup Piala Dunia ketika mereka mendapatkan setidaknya titik dalam pertandingan pembukaan mereka (1974, 1978, 1982, 1986).

Pelatih dan para pemain Polandia menggarisbawahi pentingnya pertandingan melawan Senegal. Dengan Robert Lewandowski (dan 55 gol internasionalnya) di tim, ada banyak harapan bahwa pasukan Adam Nawałka akan bermain lebih dari tiga pertandingan di Rusia. (Tina)

BAGIKAN:
Comments

Sports

4 Petinju Sulsel Masuk Final Kejurnas PPLP di Bengkulu

Published

on

By

Makassartoday.com — Empat dari tujuh petinju Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil  meraih tiket menuju partai final pada Kejuaraan Tinju antar PPLP dan SKO se-Indonesia yang berlangsung di Sport  Center, kota Bengkulu, Senin (16/7/2018). Selanjutnya keempat petinju Sulsel ini akan bertarung memperebutkan medali emas, Selasa (17/7/2018).

Keempatnya adalah  Nurul Annisa Amahoru, Ariel Sharon Latuheru, Abraham Masihor dan Ricky Pratama. Sementara tiga petinju yang gagal melaju ke final yakni Andi Reza Ardhani, Fitri Ayu Lestari dan Arham Maulana. Langkah ketiganya terhenti di babak semi final dan hanya meraih medali perunggu.

Perjuangan atlet Sulsel di kejuaraan ini cukup berat. Lawan-lawan yang dihadapinya dari daerah lain merupakan petinju muda potensial.

“Namun berkat ketekunan, semangat dan optimisme tinggi mereka mampu mengalahkan lawan-lawannya. Dan itu terbukti. Cita-cita empat petinju kami lolos ke final tercapai,” kata pelatih tinju Sulsel, Muh Abdi Amahoru, hari ini.

Di partai semifinal Nurul Annisa Amahoru yang turun di kelas 50 Kg Nurul mengubur mimpi petinju Zahwa Dona dari  Banten. Di final ia sudah ditungu petinju putri Kalimantan Timur (Kaltim) Sintika.

Sementara itu  petinju lainnya yang melaju ke final yakni Ariel Sharon Latuheru. Bertanding di kelas 46 Kg Ariel mengandaskan Yusril Ilahi wakil dari Sumatera Barat (Sumbar). Di partai puncak Ariel akan berhadapan petinju muda asal Kalimantan Selatan (Kalsel) Rifka Adesti.

Petinju lainnya yakni Abraham Masihor menambah jumlah atlet Sulsel yang melaju ke partai puncak. Ia melaju ke final setelah menumbangkan petinju Kalsel Muh Akbar di kelas 52 Kg. Di final, putra mantan petinju Sulsel peraih medali emas di PON,  Dufri Masihor ini akan berhadapan  Akin Hardinda dari Riau.

Petinju putra lainnya di kelas 48 Kg, Ricky Pratama juga mengukir prestasi setelah menumbangkan Caca Pranata wakil dari Sumater Barat (Sumbar). Di final ia akan menghadapi lawan tangguh wakil dari Nusa tenggara Timur (NTT) Calvin Sir.

Sementara itu Sulsel sudah dipastikan membawa pulang tiga medali perunggu . Masing-masing melalui Andi Reza Ardhani yang kalah dari petinju tuan rumah, Bengkulu  Anisa Ramadhani di kelas  46 Kg putri. Dua petinju lainnya yakni Fitri yang turun di kelas 54 Kg kalah atas petinju Papua, Yusulina Balandina Matibuai. Sementara  Arham di kelas 49kg kalah dari petinju Riau, Daniel Tamba.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Sulsel, Sri Endang Sukarsih mengaku bangga melihat capaian yang diraih oleh atlet-atlet binaan PPLP Sulsel.

‘’Saya merasa bangga dan berterimakasih atas prestasi yang telah dicapai oleh para siswa PPSL Sulsel. Saya berharap di partai final keempat atlet bisa meraih prestasi tertinggi di kejuaraan ini,” harap Sri Endang.

Hal senda dikatakan oleh Ketua Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Sulsel Adi Rasyid Ali. Ia pun berharap keempat atlet muda Sulsel ini pulang membawa medali emas. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

BOLA

Video: Highlight Final Piala Dunia 2018 Prancis vs Kroasia

Published

on

By

Makassartoday.com – Prancis akhirnya menjadi juara di Piala Dunia 2018. Prancis membekuk Kroasia dengan skor telak 4-2.

Lihat Juga : Video: Laga Klasik Prancis vs Kroasia 20 Tahun Silam, Jelang Final 2018!

Ini kedua kalinya Prancis memenangi piala dunia. Pertama kali Prancis juara adalah pada piala dunia 1998.

Lihat video:

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

BOLA

Prancis Rebut Kembali Trophy Piala Dunia 2018

Published

on

By

Makassartoday.com – Perancis menjadi pemenang Piala Dunia 2018 Rusia, setelah mengalahkan Kroasia 4-2 dalam laga final di Stadion Luzhniki di Moskow, Senin (16/7/2018) dini hari.

Meskipun Kroasia memiliki banyak peluang di awal pembukaan babak pertama, namun Prancis mampu memimpin, meski dalam keadaan yang terbilang agak kebetulan.

Gol pertama Prancis tercipta dari tendangan bebas Antoine Griezmann yang kemudian membentur kepala pemain Kroasia Mario Mandzukic.

Ivan Perisic menyamakan kedudukan dengan upaya tenang dari tepi area penalti, tetapi gol itu belum bisa menjadikan dirinya pahlawan bagi Kroasia.

Baca Juga: Ini Daftar Hadiah Uang Tunai di Piala Dunia 2018

Setelah jeda, Prancis menambah keunggulan mereka melalui Paul Pogba, yang penampilannya di turnamen layak mendapat gol di finalnya. Setelah Kylian Mbappe membentang pertahanan Kroasia, Griezmann mengangkat Pogba.

Pertahanan Kroasia yang tak kenal lelah kembali kebobolan gol dari tendangan keras Mbappe di tepi area penalti.

Mandzukic kemudian mencetak gol di gawang yang sama, tetapi kali ini untuk keunggulan Kroasia, memanfaatkan beberapa kecerobohan penjaga gawang Prancis, Hugo Lloris.

Pada akhirnya, upaya Kroasia tidak cukup untuk membangkitkan kembali permainan yang menakjubkan, dan Les Bleus meniru pahlawan mereka tahun 1998 – termasuk pelatih Didier Deschamps dalam mengamankan gelar Piala Dunia kedua mereka.

Prancis pun berhasil meraih dua kali gelar juara dunia, setelah sebelumnya menjadi juara pada tahun 1998, dimana saat itu Prancis menjadi tuan rumah. (Tina)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya