2 Begal Sadis Berstatus ABG Digulung Polisi | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Hukum & Kriminal

2 Begal Sadis Berstatus ABG Digulung Polisi

Published

on

Makassartoday.com – Unit Resmob Polsek Panakkukang berhasil mengamankan dua dari tiga pelaku begal sadis berstatus Anak Baru Gede (ABG), Rabu (4/7/2018) sekitar pukul 02.30 Wita.

Kedua pelaku yang diciduk diduga residivis pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas), masing-masing Dian Hidayatullah als Dian (17), warga Jl AP Pettarani II, serta Muhammad Kemal (17), warga Jl Kumala II, Inspeksi Kanal, Kota Makassar.

Panit 2 Reskrim Ipda Roberth Hariyanto Siga yang memimpin penangkapan dalam laporan tertulisnya mengatakan, dua pelaku yang diamankan beserta satu rekannya yang masih buron terlibat aksi curas terhadap serorang pengendara di Jl Sukaria (dekat kanal,red) beberapa waktu lalu.

Akibat aksi pelaku, korban mengalami luka pada siku kanan dan kiri akibat terkena sabetan dengan menggunakan sendok besi.

“Berdasarkan keterangan korban selanjutnya anggota Resmob Polsek Panakkukang melakukan penyelidikan berdasarkan ciri-ciri salah satu pelaku yang menggunakan tatto di tangan kirinya serta menggunakan motor Fino berwarna biru putih, akhirnya dua dari tiga pelaku berhasil diamankan,” jelas Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda Fauzi.

Dari tangan kedua pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 1 unit ponsel Xiomi Redmi 4 warna Rose Gold milik korban, 1unit ponsel Oppo Neo 7 Warna putih serta 1 unit motor Fino warna biru putih DD 4645 AY yg di gunakan pelaku pada saat melakukan Curas.

Saat ini kedua pelaku sudah menjalani proses penahanan di sel Mapolsek Panakkukang berdasarkan LP/854/VII/K/2018/Sek Panakukkang. Polisi juga masih melakukan pengejaran terjadap satu pelaku lainnya.

(Hajji Taruan)

BAGIKAN:
Comments

Hukum & Kriminal

Kompolotan Begal di Warkop Boeken Huis dan HK Diciduk

Published

on

By

Makassartoday.com – Timsus Polda Sulsel bersama Unit Resmob Polsek Panakkukang meringkus empat pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) alias begal yang beraksi di dua warung kopi di wilayah Kota Makassar, Minggu (15/7/2018) pukul 03.00 Wita.

Empat pelaku yang diamankan, masing-masing Iwan alias Mu’du
(22), warga Jl Nikel Raya, Renaldi alias Talling (17), alamat Jl Ance Daeng Ngoyo, Fadli alias Falli (18) alamat Jl Sepakat Lorong 2, serta Teguh (17), alamat Jl Asabri.

Keempat pelaku diciduk berdasarkan tiga laporan polisi, masing-masing LP/630 /K/V/2018/Restabes Mksr/Sek Panakukkang TKP Warkop HK, Jl Ance Dg Ngoyo, LP/629 /K/V/2018/Restabes Mksr/Sek Panakukkang TKP Warkop Boeken Huis, Jl Abd Dg Sirua serta LP/603 /K/V/2018/Restabes Mksr/Sek Rappocinu TKP Indomaret (samping Hotel D’Maleo) Jl Pelita Raya.

Daei tangan pelaku, polisi menyita barang bukti 1 ponsel Xiomi 4x warna hitam diduga hasil rampasan di Warkop HK, serta 1 ponsel Oppo F7 warna merah hasil rampasan di Warkop Boeken Huis.

“Para pelaku mengakui bahwa telah melakukan pencurian dengan kekerasan dengan cara langsung masuk di dalam warkop HK dan Warkop Boeken Huis serta mengancam korban dgn sebuah anak panah (busur) dan parang serta mengambil Handphone pengunjung warkop serta helm korban yang tersimpan di atas meja, lalu pelaku kabur melarikan diri,” jelas Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi.

Keempat pelaku saat ini masih menjalani proses pengembangan guna mengejar sejumlah rekan mereka yang masih buron. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Hukum & Kriminal

Paket Berisi Sabu Gagal Terbang ke Ternate

Published

on

By

Makassartoday.com – Pihak Bandara Internasional Sultan Hasanuddin kembali menggagalkan pengiriman narkotika jenis sabu melalui perusahaan ekspedisi.

Sabu sebanyak 5 scahet tersebut terdeteksi melalui mesin X-RAY saat menjalani pemeriksaan di Ruangan Air Cargo Terminal Supervisor Bandara, Minggu (15/7/2018) pukul 01.35 Wita.

Batang haram tersebut dikirim dari Balikpapan dan rencananya akan menuju ke Ternate menggunakan maskapai Sriwijaya Air.

“Adapun barang bukti narkotika yang diduga sabu tersebut dikirim dari Balikpapan dan transit di Makassar dikarenakan SOP dari Ekspedisi PT TIKI setiap barang yang akan dikirim ke wilayah Indonesia Timur akan ditampung lebih dulu di Makassar sebelum dikirim kembali ke alamat tujuan,”
jelas Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani.

Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bersama instansi terkait terus memerangi peredaran narkotika yang coba diselundupkan melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dengan meningkatkan pendektesian setiap barang kiriman paket cargo, dimana modus penyelundupan yang paling sering ditemui melalui kiriman paket dengan menggunakan jasa ekspedisi.

Ditambahkan bahwa perlunya pendalaman dan koordinasi dengan instansi terkait dikarenakan terdapatnya perubahan kebijakan dimana barang bukti tersebut tetap ditahan di Polres Maros.

Sedangkan dari kebijakan sebelumnya setiap barang bukti narkotika yang ditemukan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin setelah diserahterimakan ke pihak kepolisian dan akan tetap diteruskan ke alamat tujuan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Hukum & Kriminal

DPO Kasus Penikaman Depan Toko Oleh-oleh Akhirnya Diciduk!

Published

on

By

Makassartoday.com – Unit Resmob Polsek Panakkukang menciduk tersangka kasus penganiyaan berat terhadap seorang warga bernama Syaifullah di depan Toko Oleh-oleh, Jl Pengayoman, tahun 2017 lalu.

Tersangka diketahui bernama Rusdianto alias Ato (39), tukang parkir, alamat Jl Pandang Raya, Kota Makassar, Sulsel, diamankan Sabtu (14/7/2018) malam.

Ato sebelumnya masuk dalam DPO kasus penganiayaan berat berdasarkan LP/1714/XI/K/2017/Restabes Makassar/Sek Panakukkang.

“Tersangka diamankan di rumahnya setelah kabur beberapa bulan di
Awilayah Polmas Provinsi Sulbar,” kata Panit 2 Reskrim Ipda Haryanto Siga dalam keterangan tertulisnya usai memimpin penangkapan.

Dihadapan polisi, tersangka mengakui perbuatannya. Adapun aksi penganiayaan tersebut dilakukan tersangka lantaran tersinggung dengan cara korban menagih hutang.

Tersangka juga mengaku menikam korban sebanyak dua kali di bagian dada hingga korban kritis dan harus dilarikan ke RS Wahidin Sudirohusodo.

“Tersangka melakukan penikaman terhadap korban karena tersangka tidak menerima perlakuan korban pada saat korban menagih hutang,” sambungnya.

Usai menikam korban, tersangka kemudian membuang barang bukti senjata tajam jenis badik ke dalam drainase dan kabur ke wilayah Sulbar. (Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya