Polisi Didesak Ambil Alih Seluruh Penyelidikan Insiden KM Lestari Maju | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Sulsel

Polisi Didesak Ambil Alih Seluruh Penyelidikan Insiden KM Lestari Maju

Published

on

Makassartoday.com – Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, mendesak Polda Sulsel untuk mengambil alih seluruh proses penyelidikan dugaan praktik bisnis penumpang ilegal pada indisen KM Lestari Maju.

Diketahui, insiden KM Lestari Maju kanda di perairan Kepulauan Selayar pada Selasa (3/7/2018) mengakibatkan 36 penumpang meninggal dunia.

Jumlah penumpang yang dievakuasi berdasarkan data tim gabungan Basarnas yang mencapi 202 orang ternyata berebda dengan manifest penumpang yang diberangkatkan pada saat kejadian.

Direktur ACC Abdul Muthalib meminta Kementerian Perhubungan bekerjasama Polda Sulsel untuk mengusut dugaan praktik KKN dalam prosedur-standar kelaikan beroperasinya transportasi kapal serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi laut

“Menurut kami, sebaiknya Polda mengambil alih seluruh pengusutan dugaan bisnis penumpang ilegal KM Lestari Maju demi menjamim proses hukum berjalan profesional,” tegas Abdul Muthalib, Rabu (4/7/2018).

Pihaknya juga menilai bahwa polisi perlu menyidik modus penumpang ilegal secara menyeluruh, mengingat banyaknya modus yang diduga melibatkan sejumlah institusi terkait.

“Ini salah satu masalah yang harus diberantas jika ingin transportasi laut lebih aman. Pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan dan menjamin hak-hak penumpang KM Lestari Maju dengan mengacu pada Undang-undang Perlindungan Konsumen,” sambungnya.

ACC juga mememinta KNKT mengusut penyebab pasti terjadinya kecelakaan di perairan Selayar. Jika ditemukan adanya unsur atau indikasi kelalaian pihak KM Lestari Maju, maka, ACC mendesak adanya pemberian sanksi tegas.

“Pihak KM Lestari Maju juga harus bertanggungjawab terhadap seluruh biaya pengobatan dan wajib memberikan santuan kepada korban, dimana jeles diatur dalam Undang-undang PerlindunganKonsumen dan Undang-undang Pelayaran No 17 tahun 2008,” kuncinya.

Sementara itu, Tim Labfor dari Mabespolri terdiri dari 4 orang yang dipimpin langsung Waka Labfor Cabang Makassar, AKBP Drs Kartono yang akan bergabung dengan Tim penyidik Polres Kepulauan Selayar untuk melakukan proses penyelidikan.

“Siang tadi mereka telah ke TKP untuk memantau lokasi dan posisi Kapal,” jelas Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani.

Adapunyang sudah menjalani pemeriksaan adalah Nahkoda dan empat orang ABK serta pemilik KM Lestari. Hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan di Sat Reskrim Polres Kepulauan Selayar yang diketuai Kasat Reskrim Iptu Arham Gusdiar, S. IK. MH. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Comments

Sulsel

Insentif Guru Mengaji Lambat Karena Alasan Ini!

Published

on

By

Makassartoday.com – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto tak menampik jika proses pencarian anggaran insentif bagi gugur mengaji, imam masjid dan pemandi jenazah tahun 2018 mengalami keterlambatan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Makassaar saat memberikan jawaban atas tanggapan fraksi-fraksi dalam rapat paripurna empat ranperda di gedung DPRD Makassar, Senin (16/7/2018).

Pertanyaan atas keterlambatan pencairan insentif disampaikan Fraksi PKS melalui juru bicara mereka, Yeni Rahman pada paripurna sebelumnya.

Danny dihadapan para wakil rakyat tersebut menyampaikan, jika keterlambatan pemberian insentif untum 1400, guru mengaji, imam masjid dan pemandi jenazah disebabkan persoalan administrasi.

“Terhadap pertanyaan Fraksi PKS, Yeni Rahman, pemerintah kota telah membayarkan insentif 1400 imam mesjid, guru mengaji, pemandi jenazah menjelang idul Fitri tahun 2017, namun pada tahun 2018 dijelaskan adanya kendala administrasi yang dinyatakan belum lengkap, sehingga berdampak pada keterlambatan pembayaran insentif mereka,” jelas Danny Pomanto.

Meski demikian,, pihaknya akan mengupayakan akan memberikan insentif tepat waktu.

“Kedepannya pemerintah kota akan melakukan upaya penyempurnaan sehingga pembayaran insentif kepada imam mesjid, guru mengaji dan pemandi jenazah dapat diterima tepat waktu sesuai harapan Anggota dewan,” ucap Danny. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sulsel

Pagar Sekolah Disegel, Puluhan Murid di Takalar Batal Belajar di Hari Pertama

Published

on

By

Makassartoday.com – Hari pertama masuk sekolah sedianya menjadi momentum yang paling ditunggu bagi murid baru, tapi berbeda yang dialami puluhan murid di SD Nomor 99, Kampung Beru, Desa Pa’la’lakkang, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.

Para murid di sekolah ini kaget sekaligus kecawa setelah tiba dan menemukan kondisi pintu pagar sekolah mereka disegel, Senin (16/7/2018).

“Kami kaget melihat pintu sekolah tersegel, padahal ini hari pertama kita masuk sekolah setelah libur panjang” jelas Rasul, salah seorang murid.

Rasul juga mengaku kecewa lantaran di hari pertama masuk sekolah justru mendapat sambutan yang tidak menyenangkan. Terlihat pintu sekolah tersegel menggunakan ranting bambu dan tumpukan bangku.

“Saya semangat ke sekolah, tapi pas di tiba di depan pintu sekolah justru yang saya dapati pintu sekolah seperti ini,” ucap Rasul dengan nada sedih.

Kepala SD Nomor 99, Kampung Beru, Hj. Siti Hasma yang juga tiba di sekolah mengaku kaget lantaran mendapati pintu sekolah dalam kondisi disegel.

Kepsek baru menjabat ini mengaku tak tahu menahu soal pemicu aksi penyegelan pintu pagar sekolah.

“Saya tidak tau apa masalahnya, Saya juga pertama kali menginjakkan kaki di sekolah ini,” tuturnya.

Infomasi yang dihimpun menyebutkan, aksi penyegalan diduga buntut sengketa lahan sekolah yang digugat oleh warga bernama Banting bin Motta yang mengklaim sebagai ahli waris.

“Ini tanah milik nenek saya, makanya saya menyegelnya karena pemerintah tidak pernah mau ganti rugi. Padahal statusnya hanya hak pijam pakai saja,” tegas Cole.

Mereka juga mengaku kecewa karena adanya pergantian jabatan kepsek di sekolah tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Takalar, Sudirman Nwamg menuturkan bahwa tanah tersebut telah terdaftar di bagian aset Pemda Takalar dengan alas hak sertifikat.

Dengan bukti tersebut, maka aksi penyegalan tidak dibenarkan tanpa didukung alat bukti kepemilikan lahan.

“Tanah tersebut telah terdaftar di bagian aset Pemda dengan alas hak sertifikat, maka adanya bukti alas hak yang dimiliki pemerintah daerah, pihak yang menyegel tidak boleh melakukan tindakan tanpa di dukung alat bukti kepemilikan, kalau tetap memaksa saya akan melapor ke polisi,” tegas Sudirman Nawang. (Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sulsel

Gas Bocor Picu Kebakaran di Hartaco Indah, Ibu dan Anak Jadi Korban

Published

on

By

Makassartoday com – Kebakaran di Kompleks Hartaco Indah, Blok 3T, Nomor 13, Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulsel, Minggu (15/7/2018) pukul 21.40 WITA, mengakibatkan dua orang korban.

Kebakaran berawal saat penghuni rumah bernama Yusiana Said (35), PNS BKD Pemkot Makassar memasang selang tabung gas di dapur rumah.

Tak lama setelah menyalakan kompor untuk memasak, tabung gas mengalami kebocoran hingga api dari kompor langsung menyambar dan membakar korban bersama anaknya, Muh Syafiq (1,5) yang tengah bermain di dapur.

“Dugaan kuat kebakaran dipicu karena adanya kebocoran pada tabung gas 3 Kg yang digunakan korban saat memasak,” jelas Kapolsek Tamalate, Kompol Arifuddin.

Akibat kejadian ini, kedua korban harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara akibat mengalami luka bakar di bagian tubuhnya.

Selain mengakibatkan dua korban luka, peristiwa kebakaran ini juga menimbulkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp15 juta. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya