Tak Punya Garasi, Jangan Harap Bisa Beli Mobil di Negara Ini! | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Internasional

Tak Punya Garasi, Jangan Harap Bisa Beli Mobil di Negara Ini!

Published

on

Makassartoday.com – Sejumlah negara maju telah lama menerapkan aturan kepemilikan kendaraan roda empat (mobil) dengan syarat memiliki garasi.

Aturan itu dikeluarkan pemerintah lantaran melihat dampak negatif dari tingkat populasi kendaraan, salah satunya kemacetan lalulintas.

Di Jepang, kalau mau punya mobil, harus punya sertifikat lahan parkir.

Dilansir dari reinventingparking.org,, hukum di Jepang memang sangat ketat kepada para pemilik mobil. Para pemiliknya diharuskan membuktikan bahwa mereka memiliki lahan parkir atau setidaknya akses ke tempat parkir terdekat. Jika tidak punya, maka para pemilik akan bersiap dengan urusan administrasi yang cukup ribet.

Sertifikat kepemilikan lahan parkir di Jepang disebut sebagai shako shomei sho. Para pemilik mobil harus mendaftarkan ulang mobil mereka jika mereka ingin mengganti alamat karena pindah rumah atau penyebab lainnya.

Aturan ini diklaim oleh Pemerintah sebagai pencegah orang-orang kehabisan tempat parkir dan memberikan kesempatan kepada semua orang untuk memperoleh hak mereka mendapatkan tempat parkir. Aturan ini diklaim sudah ada sejak 1962 dan telah diterapkan di kota-kota besar. 

Jepang juga dikenal sebagai salah satu negara produsen otomotif terbesar di dunia. Bahkan pasar potensial produk otomotif Jepang menyasar konsumen di Indonesia.

Sementara permasalahan kemacetan di kota-kota besar di tanah air masih saja menjadi pekerjaan rumah pemerintah setempat.

Sejauh ini belum ada upaya tegas dalam kebijakan kepemilikan kendaraan bagi warga di Indonesia. Di Makassar, belum ada regulasi yang mengatur tentang syarat garasi kendaraan.

Sebaliknya, kepemilikan kendaraan bermotor di Indonesia terbilang cukup mudah, terlebih sejak menjamurnya diler dan perusahaan pembiayaan.

Di kota Manila, Filipina malah lebih ekstrim. Pemda setempat akan menarik semua kendaraan yang diparkir secara ilegal di sepanjang jalan perumahan, perkampungan, dan trotoar jalanan. Hal ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali kebijakan No Garage No Car atau yang artinya “tidak ada garasi, tidak ada mobil”.

Walikota Manila, Joseph Estrada mengatakan bahwa langkah ini harus diambil karena masyarakat tidak segera menggubris peraturan yang ada meski sosialisasi sudah sering disosialisasikan. Masih banyak masyarakat yang tidak punya garasi, tapi nekat membeli mobil. Alhasil, mereka pun memarkir kendaraan di pinggir jalan. Tercatat, pada bulan Januari silam, lebih dari 20 kendaraan diamankan oleh Pemda setempat akibat kepergok memarkir mobil di pinggir jalan.

Estrada mengatakan bahwa hal ini sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Presiden Filiphina, Duterte, agar area yang padat penduduk tidak penuh karena kebanyakan mobil yang diparkir di luar rumah. (bs)

BAGIKAN:
Comments

Trending