Kasus Penganiayaan Anggota Panwaslu Juga Dilapor ke Gakkumdu | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Hukum & Kriminal

Kasus Penganiayaan Anggota Panwaslu Juga Dilapor ke Gakkumdu

Published

on

Makassartoday.com – Kondisi kesehatan Anggota Panitia Pengawas Pemili (Panwaslu),Kecamatan Sangkarang, Rusli sudah membaik setelah menjalani perawatan medis.

Rusli sempat dirawat lantaran mengalami luka akibat aksi penganiayaan yang diduga dilakukan Kepala Sekretariat KPU Makassar, Sabri, saat rapat pleno terbuka KPU Makassar di Maxone Hotel, beberapa waktu lalu.

Kini Rusli secara resmi melapor tindak penganiayaan tersebut di Mapolda Sulsel.
Laporan Rusli diterima oleh SPKT Mapolda Sulsel dengan Nomor Laporan Polisi terlampir LPB/267/VII/2018/SPKT terkait dengan tindakan penganiayaan. 

Ketua Panwaslu Makassar, Nursari yang dikonfirmasi membenarkan laporan yang dilayangkan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Kecamatan Sangkarang yakni Rusli,pada hari Senin (9/7/2018), laporan yang dilayangkan tersebut adalah langkah upaya hukum.

“Negara kita negara hukum siapa yang melawan hukum maka tentu akan berhadapan hukum. Nah, korban Rusli sudah secara resmi melapor di Mapolda Sulsel atas dugaan penganiayaan dilakukan oleh terlapor yakni Sabri,” ungkapnya, Selasa (10/7/2018).

Tidak hanya melayangkan laporan saja ke Polisi Panwas juga melapor ke Gakkumdu Provinsi atas tindakan ‎dilakukan Sabri.

“Kami selain melaporkan Sabri ke polisi juga melaporkan tindakannya ke Gakkumdu Provinsi atas perbuatannya menghalang-halangi kami selaku penyelenggara dengan kekerasan,”cetus Nursari.

Dia mengungkapkan bahwa Panwas juga saat ini tengah melakukan sejumlah upaya hukum dan upaya administratif lainnya untuk memastikan proses penindakan terhadap perbuatan Sabri.

Kendati Nursari berharap agar proses hukum terhadap terlapor agar dapat berjalan sesuai dengan aturan karenanya upaya hukum merupakan langkah preventif Panwaslu.

“Semoga kejadian ini tidak akan terjadi lagi di pemilu kedepan.Kami harap pemilu kedepan lebih baik dari pemilu kali ini,yang kami nilai segelintir oknum Panitian Pemilu yang melakukan tindakan melawan hukum.Kasus ini harus tuntas biar kedepan tak ada lagi permasalahan seperti ini,” pungkasnya (Askay Khan)

BAGIKAN:
Comments

Hukum & Kriminal

Diduga Sekap Karyawati, Polisi Ciduk Pria di Maccini Gusung

Published

on

By

Makassartoday.com – Tim Resmob Polsek Makassar berhasil mengamankan I alias P (23), atas laporan kasus dugaan penyekapan dan percobaan pemerkosaan seorang karyawati berinisal DI (22), Rabu (18/7/2018).

Korban sebelumnya tak diketahui keberadaannya selama tiga hari, setelah diantar oleh pelaku menuju tempat kerjanya. Korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian setelah berhasil kabur dari rumah pelaku di Kelurahan Maccini Gusung, Kecmatan Makassar.

Dihadapan polisi korban mengaku diajak ke rumah korban dan disajikan makanan mie instan yang diduga telah dicampur obat tidur. Usai menyantap mi instan tersebut, korban mengaku kantuk, lalu tak sadarkan diri.

Korban terkejut, setelah bangun melihat pakaiannya berbeda dengan yang sebelumnya dikenakan. Korban hendak berteriak meminta tolong, namun pelaku disebut menyumpal mulut dan mengikat tangan korban.

Sementara pelaku dalam pemeriksaannya membantah tuduhan korban. Pelaku mengaku bahwa korban berinisiatif sendiri tinggal di rumahnya, meski sudah diminta oleh pelaku untuk pulang.

“Pelaku membantah tudingan penyekapan serta percobaan pemerkosaan terhadap korban. Pelaku mengaku bahwa selama tiga hari itu dirinya menyuruh korban pulang, namun korban sendiri yang tidak mau pulang,” kata Kepala Unit Reksrim Polsek Makassar, Iptu Heriyanto yang mengutip pengakuan pelaku.

Meski begitu, kasus ini tetap ditindaklanjuti pihaknya dengan menyerahkan pelaku ke Penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar.

“Nanti kita tunggu hasil visum korban dari penyelidikan Unit PPA,” kuncinya. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Hukum & Kriminal

Hina Agama di Medsos, Remaja di Mariso Nyaris Diamuk Massa

Published

on

By

Makassartoday.com – Kasus ujaran kebencian melalui akun media sosial (medsos) kembali terjadi. Kali ini pelakunya adalah seorang remaja berusia 15 tahun berinisial DBS yang bermukim di Jl Tekukur, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulsel.

Akibat ulahnya menulis kalimat bernada penghinaan terhadap agama Islam melalui akun Facebook miliknya, DBS nyaris jadi bulan-bulanan warga.

Warga yang kesal mendatangi kediaman DBS, Selasa (17/7/2018) sekitar pukul 20.30 WITA. Beruntung aparat kepolisian cepat tiba mengamankan lokasi dan mengevakuasi pelaku dari kepungan massa.

Kabid Humas, Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi mengaku telah menerima kabar tersebut.

“Yang bersangkutan mengakui menulis kalimat bernada penghinaan di akun focebooknya, hngga salah seorang warga di Jl Barukang bernama Haslan Hamid (31) melapor atas perbuatannya itu. Tulisan pelaku menyebar luas ke media sosial, hingga membuat warga marah dan mengepung rumah pelaku,” jelas Dicky, Rabu (18/7/2018).

Saat ini, pelaku DBS masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Mariso, setelah sebelumnya diamankan di Mapolrestabes Makassar. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Hukum & Kriminal

Warga Pampang Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah

Published

on

By

Makassartoday.com – Warga Jl Pampang I, Lr 2, Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang digegerkan dengan penemuan mayat perempuan paruh baya, Selasa (17/7/2018) sekitar pukul 20.00 Wita.

Korban diketahui bernama Dempa Dg Bollo (55) ditemukan tak bernyawa dalam kondisi bersimbah darah di dalam rumah, Jl Pampang 1 Lr 2 No 31.

Pria yang diketahui sebagai wirausaha tersebut, diduga kuat menjadi korban pembunuhan, dimana ditemukan sejumlah luka menganga di bagian tubuh korban.

Korban pertama kali ditemukan oleh lelaki Sanneng Dg Liwang, yang tak lain adalah ponakannya sendiri.

Saksi menyebutkan, sejak dua hari korban tak pernah datang lagi ke rumahnya. Hal itu membuat saski curiga hingga mendatangi umah korban yang tak jauh dari rumahnya.

“Setiap malam korban datang ke rumah, tapi dua hari ini tidak ada kabar. Saya kemudian ke rumah korban sekitar jam 8 malam, tapi pagar rumah korban tergembok,” beber Sanneng.

Saksi kemudian memaksa masuk ke dalam dengan cara memanjat pagar dan kemudian menemukan pintu rumah dalam kondisi tidak terkunci.

“Saya masuk ke dalam rumah saat itu kondisinya gelap gulita, baru pintu rumah tidak terkunci. Disitulah saya temukan almrahum tergeletak di lantai penuh darah. Saya panik dan langsung memanggil Serang (saudara korban,red),” bebernya lagi.

Saat inu pihak kepolisian masih melakukan olah TKP untuk mencari pembunuhan korban. Polisi juga menerima informasi dari tokoh setempat yang mengaku terjadi tiga kali aksi pencurian di korban. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya