Pemilik Kapal KM Lestari Maju Akhirnya Dijebloskan ke Penjara | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Hukum & Kriminal

Pemilik Kapal KM Lestari Maju Akhirnya Dijebloskan ke Penjara

Published

on

Makassartoday.com – Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel menetapkan, Hendra Yuwono Njo (58) sebagai tersangka dalam insiden karamnya Kapal Lestari Maju di perairan Kepulauan Selayar, Selasa 3 Juli 2018 lalu.

Hendra dijebloskan ke Rutan Mapolda Sulsel, Selasa (10/7/2018) usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Sulsel.

Tersangka Hendra yang diketahui berdomisili di Kelapa Gading Jakarta Utara tersebut, ditetapkan sebagai tersangka atas kesalahannya menyebabkan orang lain meninggal dunia dan atau mempekerjakan awak kapal tanpa memenuhi persyaratan kualifikasi dan kompetensi.

“Sebagaimana dimaksud dalam pasal 359 KUHPidana jo Pasal 310 subsider pasal 135 UU RI No 17 Tahun 2008 tentang pelayaran, bahwa tersangka mempekerjakan awak kapal tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan kompetensi hingga mengakibatkan orang meninggal dunia,” jelas Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani.

Baca Juga : Polisi Didesak Ambil Alih Seluruh Penyelidikan Insiden KM Lestari Maju

Baca Juga : Tim DVI Polda Sulsel Rilis Data Korban KM Lestari Maju

Baca Juga : Korban Meniggal Insiden KM Lestari Maju Terima Satunan Rp50 Juta

Sebelumnya Polda Sulsel telah menetapkan dua tersangka lain, yakni nakhoda kapal, Agus Susanto dan perwira Syahbandar Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, Kuat Maryanto.

Keduanya ditetapkan tersangka karena dinilai lalai menjalankan tugas sehingga mengakibatkan KM Lestari Maju tenggelam yang menewaskan 36 orang penumpang.

Kasus ini masih terus dikembangkan pihak kepolisian guna mencari kemungkinan adanya tersangka lain terkait insiden tersebut.

Seperti dilansir sebelumnya, Kapal Lestari Maju karam setelah mengalami kebocoran pada lambung kapal serta akibat cuaca buruk.

Dalam insiden ini, 36 penumpang ditemukan meninggal dunia, sementara 166 orang penumpang selamat. (Aksay Khan)

BAGIKAN:
Comments

Hukum & Kriminal

Diduga Sekap Karyawati, Polisi Ciduk Pria di Maccini Gusung

Published

on

By

Makassartoday.com – Tim Resmob Polsek Makassar berhasil mengamankan I alias P (23), atas laporan kasus dugaan penyekapan dan percobaan pemerkosaan seorang karyawati berinisal DI (22), Rabu (18/7/2018).

Korban sebelumnya tak diketahui keberadaannya selama tiga hari, setelah diantar oleh pelaku menuju tempat kerjanya. Korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian setelah berhasil kabur dari rumah pelaku di Kelurahan Maccini Gusung, Kecmatan Makassar.

Dihadapan polisi korban mengaku diajak ke rumah korban dan disajikan makanan mie instan yang diduga telah dicampur obat tidur. Usai menyantap mi instan tersebut, korban mengaku kantuk, lalu tak sadarkan diri.

Korban terkejut, setelah bangun melihat pakaiannya berbeda dengan yang sebelumnya dikenakan. Korban hendak berteriak meminta tolong, namun pelaku disebut menyumpal mulut dan mengikat tangan korban.

Sementara pelaku dalam pemeriksaannya membantah tuduhan korban. Pelaku mengaku bahwa korban berinisiatif sendiri tinggal di rumahnya, meski sudah diminta oleh pelaku untuk pulang.

“Pelaku membantah tudingan penyekapan serta percobaan pemerkosaan terhadap korban. Pelaku mengaku bahwa selama tiga hari itu dirinya menyuruh korban pulang, namun korban sendiri yang tidak mau pulang,” kata Kepala Unit Reksrim Polsek Makassar, Iptu Heriyanto yang mengutip pengakuan pelaku.

Meski begitu, kasus ini tetap ditindaklanjuti pihaknya dengan menyerahkan pelaku ke Penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar.

“Nanti kita tunggu hasil visum korban dari penyelidikan Unit PPA,” kuncinya. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Hukum & Kriminal

Hina Agama di Medsos, Remaja di Mariso Nyaris Diamuk Massa

Published

on

By

Makassartoday.com – Kasus ujaran kebencian melalui akun media sosial (medsos) kembali terjadi. Kali ini pelakunya adalah seorang remaja berusia 15 tahun berinisial DBS yang bermukim di Jl Tekukur, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulsel.

Akibat ulahnya menulis kalimat bernada penghinaan terhadap agama Islam melalui akun Facebook miliknya, DBS nyaris jadi bulan-bulanan warga.

Warga yang kesal mendatangi kediaman DBS, Selasa (17/7/2018) sekitar pukul 20.30 WITA. Beruntung aparat kepolisian cepat tiba mengamankan lokasi dan mengevakuasi pelaku dari kepungan massa.

Kabid Humas, Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi mengaku telah menerima kabar tersebut.

“Yang bersangkutan mengakui menulis kalimat bernada penghinaan di akun focebooknya, hngga salah seorang warga di Jl Barukang bernama Haslan Hamid (31) melapor atas perbuatannya itu. Tulisan pelaku menyebar luas ke media sosial, hingga membuat warga marah dan mengepung rumah pelaku,” jelas Dicky, Rabu (18/7/2018).

Saat ini, pelaku DBS masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Mariso, setelah sebelumnya diamankan di Mapolrestabes Makassar. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Hukum & Kriminal

Warga Pampang Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah

Published

on

By

Makassartoday.com – Warga Jl Pampang I, Lr 2, Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang digegerkan dengan penemuan mayat perempuan paruh baya, Selasa (17/7/2018) sekitar pukul 20.00 Wita.

Korban diketahui bernama Dempa Dg Bollo (55) ditemukan tak bernyawa dalam kondisi bersimbah darah di dalam rumah, Jl Pampang 1 Lr 2 No 31.

Pria yang diketahui sebagai wirausaha tersebut, diduga kuat menjadi korban pembunuhan, dimana ditemukan sejumlah luka menganga di bagian tubuh korban.

Korban pertama kali ditemukan oleh lelaki Sanneng Dg Liwang, yang tak lain adalah ponakannya sendiri.

Saksi menyebutkan, sejak dua hari korban tak pernah datang lagi ke rumahnya. Hal itu membuat saski curiga hingga mendatangi umah korban yang tak jauh dari rumahnya.

“Setiap malam korban datang ke rumah, tapi dua hari ini tidak ada kabar. Saya kemudian ke rumah korban sekitar jam 8 malam, tapi pagar rumah korban tergembok,” beber Sanneng.

Saksi kemudian memaksa masuk ke dalam dengan cara memanjat pagar dan kemudian menemukan pintu rumah dalam kondisi tidak terkunci.

“Saya masuk ke dalam rumah saat itu kondisinya gelap gulita, baru pintu rumah tidak terkunci. Disitulah saya temukan almrahum tergeletak di lantai penuh darah. Saya panik dan langsung memanggil Serang (saudara korban,red),” bebernya lagi.

Saat inu pihak kepolisian masih melakukan olah TKP untuk mencari pembunuhan korban. Polisi juga menerima informasi dari tokoh setempat yang mengaku terjadi tiga kali aksi pencurian di korban. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya