Kasus Penyerangan Mobil Istri Bupati Sidrap Dilimpahkan ke Kejaksaan | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Kasus Penyerangan Mobil Istri Bupati Sidrap Dilimpahkan ke Kejaksaan

Published

on

Makassartoday.com – Polres Sidrap melimpahkan kasus dan tersangka penyerangan Iring-iringan kendaraan paslon Bupati Sidrap, Fatmawati Rusdi-Abdul Majid (FATMA), Rabu (11/7/2018).

Kedua tersangka, yakni MY dan AT diketahui sebagai simpatisan dari paslon nomor urut 2, Ir H Dollah Mando dan Ir H Mahmud Yusuf (Doamu).

Mereka sebelumnya diamankan setelah polisi melakukan pengembangan terhadap kasus pengrusakan tiga unit mobil milik paslon nomor urut 1 (FATMA) yang tak lain adalah istri dari Bupati Sidrap, Rusdi Masse di Jalan Poros Soppeng Pangkajenne Desa Tanete, Kecamatan Maritengngae pada 10 Mei lalu.

Dalam keterangan tertulis pihak kepolisian disebutkan, dalam peristiwa ini tiga unit mobil masing-masing, 1 mobil Grand Max dan 1 unit mobil Toyota Hyundai yang merupakan milik calon bupati nomor urut 1 dan satu unit mobil Kijang Innova milik calon bupati wakil bupati urut 1, mengalami kerusakan akibat aksi penyerangan tersebut.

alterntif text

“Sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Dua tersangka ini sebelumnya diamankan berdasarkan LP/264/V/2018/SPKT/SSL/Res Sidrap tanggal 10 Mei 2018 tentang TP dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap barang (pasal 170 KUHPidana) atas nama pelapor Drs H SYARIFUDDIN AS., M.Si,” jelas Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani.

Diketahui aksi penyerangan dipicu oleh penganiayaan yang diduga dilakukan simpatisan paslon nomor urut 1 ke salah seorang pendukung paslon nomor urut 2.

“Mereka mendengar kabar bahwa rekannya dianiaya oleh orang yang diduga sebagai pendukung paslon nomor urut 1. Tak lama kemudian pelaku menyerang iring-iringan kendaraan paslon urut 1 yang melintas di TKP dengan cara dilempar menggunakan batu, hingga mengakibatkan rusak pada kaca masing-masing mobil,” sambungnya.

Polres Sidrap juga masih melakukan pengembangan untuk mengejar sejumlah pelaku lainnya. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
Comments

Trending