Ngeri, Pistol Kapolsek Meletus Lalu Nyasar di Kepala Anggotanya! | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Nasional

Ngeri, Pistol Kapolsek Meletus Lalu Nyasar di Kepala Anggotanya!

Published

on

Makassartoday.com – Banit Reskrim Polsek Sampoabalo, Polres Buton, Brigadir Sanusi meregang nyawa setelah menjalani perawatan medis akibat luka tembak di bagian kepala.

Ironisnya, peluru yang bersarang di kepala korban meletus dari pistol milik pimpinannya sendiri, Kapolsek Sampoabalo, Iptu Suwoto.

Inisiden ini terjadi di Jl Poros Lasalimu Pasarwajo, tepatnya jalan menuju SMAN 2 Siotapina, Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Selasa (31/7/2018) sekitar pukul 08.40 Wita.

Dalam laporan tertulis Kapolres Buton, AKBP Andi Herman, S.IK kepada media, Rabu (1/8/2018) disebutkan bahwa peristiwa penembakan bermula saat Kapolsek Sampoabalo, Iptu Suwoto memimpin kegiatan pengamanan keributan siswa SMPN 7 Siotapina.

Kapolsek bersama korban dan sejumlah anggota lainnya kemudian menuju lokasi untuk mengamankan keributan antara siswa tersebut.

“Saat di tempat kejadian Anggota Polsek Sampoabalo Bripka Rusli Dwinati mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak 4 kali untuk melerai siswa yang bertikai, kemudian Kapolsek Sampoabalo mengeluarkan senjata api jenis Revolver juga mengeluarkan tembakan peringatan. Namun saat itu, Kapolsek terjatuh di tanah sehingga letusan senjata yang dipegang Kapolsek mengenai salah satu anggota Polsek Sampoabalo Brigadir Sanusi di bagian kepala tepatnya di bagian otak kecil. Saat kejadian korban menggunakan helm dimana helem tersebut tembus,” tulis Kapolres Buton.

Polres Buton yang menerima informasi langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan senjata Revolver bersama amunisi yang terpasang sebanyak 6 butir milik Kapolsek Sampoabalo serta senjata V2 Sabhara kal. 762 x 45, Nomor senjata AH. F – 018656, buatan pindad indonesia, yang dibawa korban.

Kapolres Buton mengatakan, bahwa penembakan yang terjadi di merupakan kealaian pada saat memegang senjata api.

Tidak menutup kemungkinan penembakan yang terjadi di Wilayah Polsek Sampoabalo yang dilakukan oleh Kapolsek Sampoabalo masih akan terulang kembali mengingat kurangnya pengawasan terhadap penggunaaan senjata api tersebut dan terjadi kelalaian.

Saat ini Kapolsek Sampoabalo dan beberapa anggota yang menjadi saksi masih menjalani proses pemeriksaan di Mapolres Buton. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Comments

Trending