Polisi Amankan 6 Orang Diduga Pelaku Pembakaran ‎di Jl Tinumbu | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Polisi Amankan 6 Orang Diduga Pelaku Pembakaran ‎di Jl Tinumbu

Published

on

Makassartoday.com – Kepolisian Resort Besar (Polrestabes) Makassar mengamankan enam orang diduga sebagai pelaku pembakaran rumah warga di Jl Tinumbu, Lorong 166 B, Kelurahan Barukang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulsel, yang menimbulkan enam orang meninggal dunia, beberapa waktu lalu.

Keenam orang yang diamankan setelah polisi melakukan penyelidikan tentang penyebab kebakaran serta ada indikasi kesengajaan pembakaran di balik insiden tersebut. Meski telah diamankan, namun pihak kepolisian belum mau merilis nama keenam orang tersebut.

Meski demikian, Kapolrestabes Makassar, Irwan Anwar membenarkan jika dua dari enam yang diamankan tersebut berstatus warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Baca Juga : Kebakaran di Jl Tinumbu, 6 Orang Tewas

“Ada enam orang yang kita amankan terkait kasus kebakaran di Jl Tinumbu. Saat ini masih tahap penyidikan. Penyidik masih mengejar pelaku lainnya,” kata Kapolrestabes Makassar, Jumat (10/8/2018).

Mereka yang diamankan diduga memiliki perselisihan dengan salah satu korban kebakaran bernama Fahri yang tak lain adalah cucu penghuni rumah yang terbakar.

“Insiden kebakaran ‎ada kaitannya dengan permasalahan saeorang korban terhadap pelaku. Dari sinilah kami menggali dari informasi yang sebelumnya kami terima,sehingga enam orang kami amankan dan dimintai keterangannya dua dari mereka ada warga binaan lembaga.Kasus ini didalangi oleh komplotan penyalahgunaan narkotika di Makassar. Namun kasus ini masih dalam pengembangan dan kawanan pelakunya akan terus bertambah,” ujar Kombes Pol Irwan Anwar.

Irwan menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, disebutkan oleh ‎Amir yang merupakan ayah almarhum Fahri bahwa sebelumnya anaknya didatangi oleh pria yang dipanggil dengan sebutan Bos atau Daeng setelah Fahri dikeroyok.

Disebutkan bahwa Bos itu dan Rekannya adalah napi penghuni Lapas Kelas I Makassar. “Fahri ditelepon sama orang yang ia sebut dengan panggilan Daeng. Fahri bilang kalau dirinya memiliki hutang. Saya sempat datang ke mereka bawa uang, tapi mereka tidak mau menerima uang itu, melainkan meminta Fahri untuk muncul,” beber Amir. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
Comments

Trending