Pelaku Pembakaran di Jl Tinumbu Terancam Hukuman Mati! | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Pelaku Pembakaran di Jl Tinumbu Terancam Hukuman Mati!

Published

on

Makassartoday.com – Penyidik Polrestabes Makassar resmi menetapkan enam tersangka dalam kasus pembakaran rumah warga di Jl Tinumbu, Lorong 166 B, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar pada Senin (6/8/2018) lalu.

Dalam peristiwa tersebut, lima rumah terbakar dan enam orang tewas terpanggang. Enam tersangka yang diduga kuat merupakan gembong narkoba kelas kakap di Makassar itu dianggap oleh penyidik telah melakukan pembunuhan berencana dan dijerat pasal berlapis. Ancaman hukumannya pun bahkan sampai mati.

“Dari hasil penyelidikan kebakaran yang terjadi, akibat pembakaran”, ungkap Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Irwan Anwar saat konfrensi pers di Mako Polrestabes Makassar, Minggu (12/8/2018).

Diketahui pelaku eksekutor pembakaran adalah lelaki IH (23) warga Borong, Kecamatan Manggala bersama dengan lelaki RM alias Appang yang masih dalam pengejaran (DPO).

Baca Juga : Polisi Amankan 6 Orang Diduga Pelaku Pembakaran ‎di Jl Tinumbu

Irwan Anwar mengatakan, pembakaran ini diduga kuat intruksi dari AB Dg Ampu (32) warga Malengkeri Makassar yang saat ini masih menjalani status sebagai napi dalam kasus pembunuhan dengan hukuman pidana 12 tahun dan baru menjalani 5 tahun.

Baca Juga : Kebakaran di Jl Tinumbu, 6 Orang Tewas

Selain kasus pembunuhan AB Dg Ampu juga terkait kasus narkoba dengan ditemukan di ruang terpidana barang bukti antara lain timbangan dan ada 4 HP sesuai koordinasi dengan pihak lapas.

Dari tersangka IH, diamankan barang bukti berupa botol aqua yang diisi bensin oleh tersangka yang digunakan untuk menyiram halaman rumah milik korban.

“Ini dikuatkan dari pemeriksaan labfor diketemukan api yang terbuka,” ucap Kombes Pol Irwan.

Kasus pembakaran ini juga diwarnai dengan motif jual beli narkotika, dimana salah satu korban tewas dalam insiden kebakaran bernama Fahri melakukan tersaksi narkoba dengan tersangka AB Dg Ampu.

“Aksi pembakaran disebabkan korban tidak membayar pembelian narkoba kepada AB Dg Ampu sebanyak 9 (Sembilan) paket seharga Rp10 juta,” sambungnya.

Tersangka IH ditugaskan untuk menagih dan disertai dengan upaya melakukan pembakaran. Selain itu ada tiga tersangka lain yang disuruh oleh AB Dg Ampu melakukan penagihan hasil penjualan 9 paket narkoba yakni lelaki WD (23), HD (25) dan RW (23). Dua hari sebelum kejadian kebakaran, ketiga tersangka ini melakukan pemukulan terhadap korban Fahri.

Kini para pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun atau seumur hidup atau hukuman mati sebagai mana yang diatur dalam pasal 170 ayat (1), ayat (2) atau pasal 351 ayat (2) Jo pasal 333 ayat (1) dan ayat (2) KUHPidana. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Comments

Trending