Begini Modus Operandi Pelaku Curanmor Berstatus Pasutri di Makassar | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Begini Modus Operandi Pelaku Curanmor Berstatus Pasutri di Makassar

Published

on

Makassartoday.com – Tim Opsnal Polsek Ujung Pandang mengamankan pasangan suami istri (pasutri) lantaran terlibat aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Anjungan Pantai Losari pada 12 September 2018 lalu.

Pasutri yang diketahui bernama Rendi (29) pekerjaan sopir serta istrinya Ayu Masita (28), diciduk di kediamannya di BTN Mangga 3, Blok A4, No 14, Kota Makassar, Kamis (13/9/2018) sekitar pukul 22.00 Wita.

Kanit Reserse, AKP A Rachim beserta Panit Res Ipda Agustinus T dan Dantim Opsnal, Polsek Ujung Pandang Aiptu Syawaluddin yang memimpin penangkapan dalam laporan tertulisnya mengatakan, pasutri tersebut terindentifikasi sebagai pelaku setelah pihaknya melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan para saksi.

“Setelah mengumpulkan baket dan menginterogasi para saksi dan korban, tim mencurigai sepasang suami istri yang merupakan rekan korban. Dan setelah mendapatkan petunjuk tentang keterlibatan suami istri tersebut, tim langsung menuju ke rumah pelaku. Di sana kami menemukan keduanya hendak meninggalkan rumah menuju ke Kabupaten Marowali,” sebut AKP A Rachim, Jumat (14/9/2018).

Dihadapan petugas, keduanya tak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya dengan modus operandi, diamana sang istri Ayu berpura-pura meminjam sepeda motor korban dengan alasan akan ke terminal untuk membeli tiket.

alterntif text

Kemudian setelah berhasil meminjam motor korban, pelaku Ayu beserta suaminya Randi bersama-sama ke tukang ahli kunci untuk menduplikat kunci motor korban di wilayah BTP.

“Setelah menduplikat kunci korban, pelaku kemudian mengembalikan motor pelaku beserta kuncinya. Beberapa jam kemudian pelaku memantau korban sedang berada di Pantai Losari dan di saat korban meninggalkan sepeda motornya di parkiran, pelaku Rendi kemudian mengambil motor korban menggunakan kunci yang sudah diduplikat tersebut,” jelasnya mengutip ketemu pelaku.

Adapun sepeda motor korban hasil curiannya kemudian dijual seharga Rp3.500.000 ke seorang berinisial Pr.Jm di Kabupaten Tana Toraja menggunakan jasa angkutan bus.

Petugas yang menerima informasi bahwa motor korban tengah perjalanan menuju ke
Tana Toraja langsung melakukan pengejaran dan berhasil mencegat bus tersebut di wilayah Kabupaten Pangkep.

“Pelaku Randi memberikan keterangan bahwa sudah tiga kali menjual sepeda motor ke At di Tana Toraja dengan harga murah tanpa dilengkapi surat STNK/BPKB resmi. Sepeda motor hasil curiannya itu dikirim menggunakan jasa PO Bus,” sambungnya.

Akibat perbuatannya, pasutri ini harus meringkuk di balik jeruji besi berdasarkan laporan polisi LP/229/IX/2018/RESTABES MAKASSAR/SEKTOR UJUNG PANDANG.

Dari tangan pelaku, polisi menyita 2
unit sepeda masing-masing, 1 unit merk Yamaha Lexi, 1 merk Yamaha Fino tanpa dilengkapi surat resmi STNK/BPKB serta 1 buah kunci duplikat. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
Comments

Trending