Kasi Perawatan Ditjen Pas Tinjau Klinik Lapas Makassar | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Kasi Perawatan Ditjen Pas Tinjau Klinik Lapas Makassar

Published

on

Makassartoday.com – Kasi Perawatan dan Pencegahan Penyakit Menular Direktorat Jendral Pemasyarakatan, dr. Hetty Widiastuti melakukan peninjauan ke Klinik Baharuddin Suryobroto di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar, Kamis (20/9/2018).

Peninjauan tersebut dalam rangka penguatan jejaring dan supervisi Program Kolaborasi TB-HIV.

Hetty dalam kunjungannya memeriksa bagian sarana dan prasarana yang terdapat di Klinik Lapas, mengecek kondisi pasien pada ruang rawat inap Lapas Makassar, dan memberikan masukan kepada pegawai lapas akan pentingnya membenahi fasilitas perawatan pasien.

“Keadaan klinik mencerminkan diri kita, jika klinik ini tidak kita jaga sarana prasarananya, maka perawatan kepada WBP juga tidak akan Optimal, yang berdampak pasti semuanya, dari kesehatan WBP hingga nama baik lapas,” kata dr.Hetty.

Dia juga mengapresiasi penanggulangan TB-HIV di Lapas Makassar, dimana Tim Kesehatan Lapas sudah paham betul akan penanganan seseorang yang mengidap TB dan HIV.

“Dilihat dari obat-obatan dan vaksin yang ada, saya rasa hanya prasarana saja yang kurang semuanya sudah lengkap, dan kerjasama oleh Kementerian Kesehatan juga sudah dilakukan, tapi tidak menutup kemungkinan kinerja kita akan penanggulangan TB-HIV harus tetap ditingkatkan, jika perlu dijadwalkan sosialisasi penanggulangan TB-HIV,” tambah dr. Hetty ketika melihat keadaan Perawatan Klinik Lapas.

Disela-sela kunjungan beliau juga sempat menanyakan keadaan WBP, yang sedang menjalani Rawat inap di Klinik Lapas, sekaligus meninjau lansung fasilitas rawat inap dan ruang isolasi yang ada di Klinik Lapas Makassar.

Dalam hal tujuan kunjungan ini dr.Hetty menjelaskan bahwa, akan ada perjanjian kerjasama antara Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, sebagai Sub Recipient GF-ATM Komponen Aids, dengan Ditjen Pencegahan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dalam Pelaksanaan Proyek Indonesia HIV Response: Eliminating The Aids Epidemic in Indonesia by 2030. (Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
Comments

Trending