Gubernur Sulsel Sambut Positif Kongres Internasional Bahasa Daerah | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Gubernur Sulsel Sambut Positif Kongres Internasional Bahasa Daerah

Published

on

Makassartoday.com – Dalam suasana santai di halaman rumah jabatan gubernur, Prof.Dr. Nurdin Abdullah menemui panitia Kongres Internasional Bahasa-bahasa Daerah Sulawesi Selatan (KBBDSS III) dalam rangka audies meminta kesediaan Gubernur Sulsel membuka acara pada Senin (24/9) Pukul 18.00 di Hotel Sahid Makassar.

Ketua Panitia, Dra.Zainab,M.Hum. menyampaikan perhelatan internasional untuk membahas pelestarian bahasa-bahasa daerah di Sulawesi Selatan. “Kami berharap pemerintah daerah dapat mendukung berbagai usaha pelestarian dan pemertahanan bahasa daerah,” harap Kepala Balai Bahasa di depan Gubernur Sulsel.

Setelah menyimak uraian Ketua Panitia, Gubernur Sulsel menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah sangat perlu dilakukan. “Tanpa bahasa daerah, kita akan kehilangan jati diri etnis,” tegas Prof. Nurdin Abdullah.

Menurut mantan Bupati Bantaeng dua periode itu, eksistensi bahasa daerah merupakan tanggung jawab bersama. “Saya salut dengan orang Jawa yang ada di Jepang selalu menggunakan bahasa Jawa dalam berkomunikasi sesamanya,” kata Gubernur Sulsel memberi contoh.

alterntif text

Prof.Dr.Anshari,M.Hum. selaku Sekretaris Panitia menyatakan salut atas apresiasi positif dari orang nomor satu di Sulsel. “Pak Gubernur merasa tertarik dengan gagasan pelestarian bahasa daerah. Saya sangat mengharapkan program kerja Gubernur Sulsel tetap memperhatikan pemertahanan bahasa dan budaya daerah,” saran Guru Besar FBS UNM.

KBBDSS III diselenggarakan tanggal 24 s.d. 27 September 2018 dengan menghadirkan pemakalah luar negeri dan dalam negeri. Pakar bahasa luar negeri berasal dari Jepang, Amerika, Australia, Malaysia, dan Brunei.

Ada empat bahasa etnis di Sulawesi Selatan yang dibahas, yaitu bahasa Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar. Topik makalah tentang bahasa, sastra, dan pengajarannya. Hasil KBBDSS III akan menjadi rekomendasi bagi pemerintah provinsi dan daerah dalam menghasilkan kebijakan.

Panitia yang melakukan audiensi, yaitu Dra.Zainab,M.Hum.,Prof.Dr.Anshari,M.Hum., Drs. Abd. Rasyid,M.Pd., Jusmianti Garing, S.S., M.A., Dewi Pridayanti, S.Sos., M. Adm. SDA., dan Ramlah Mappau, S.S., M.Hum. (*)

BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
Comments

Trending