Pelindo: PLB Tekan Risiko Fluktuasi Harga Bahan Baku | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

BISNIS

Pelindo: PLB Tekan Risiko Fluktuasi Harga Bahan Baku

Published

on

Makassartoday.com – PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) berencana membangun Pusat Logistik Berikat (PLB) di Pelabuhan Makassar, untuk efisiensi biaya logistik bagi para stakeholder.

Hal ini terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pendirian Pusat Logistik Berikat di Pelabuhan Makassar”, yang digelar PT Pelindo IV di Ruang Serbaguna Lantai 7 Kantor Pusat Pelindo IV Makassar, Kamis (27/9/2018).

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan pembangunan PLB di Pelabuhan Makassar akan melibatkan seluruh instansi dan stakeholder terkait.

“Untuk itulah, kami (Pelindo IV) mengundang seluruh instansi dan stakeholder di Pelabuhan Makassar untuk sama-sama berdiskusi dalam forum ini,” kata Farid dalam sambutannya saat membuka Focus Group Discussion Pusat Logistik Berikat.

Dia menuturkan, ada empat latar belakang yang menjadi alasan pihaknya menggelar FGD Pusat Logistik Berikat. Pertama, sebagai wadah untuk mendapatkan masukan terkait rencana pendirian PLB di Makassar.

Kedua, Pusat Logistik Berikat nantinya dapat mendorong meningkatnya perdagangan Indonesia Timur ke pasar global. Ketiga, akan banyak manfaat yang dapat diperoleh oleh pengguna PLB, di antaranya penangguhan Bea Masuk (BM) dan tidak dipungut Pungutan Lain Dalan Rangka Impor (PDRI), penundaan pembayaran BM-PDRI saat pengeluaran dan lain-lain.

“Keempat, dengan berdirinya PLB dapat menekan risiko fluktuasi harga bahan baku dan kepastian tersedianya pasokan bahan baku dalam waktu singkat,” ujarnya.

Dia menyebutkan, untuk membangun Pusat Logistik Berikat, pihaknya melakukan investasi dengan menyiapkan lahan sekitar area Pelabuhan Makassar seluas 3 hingga 4 hektare. Pihaknya berharap, PLB yang akan dibangun nanti akan menjadi hub PLB di Kawasan Indonesia Timur (KTI).

“Dan bisa menjadi contoh bagi pelabuhan-pelabuhan yang lain di KTI,” kata dia.

alterntif text

Farid menekankan bahwa kehadiran PLB akan meringankan beban bagi stakeholder karena bisa mengefisiensi biaya logistik, Apalagi, pihaknya juga akan menerapkan free Bea Masuk (BM) bagi stakeholder pada tiga tahun pertama.

Dia juga menuturkan, pembangunan PLB di Pelabuhan Makassar adalah untuk peningkatan pelayanan yang lebih baik di Indonesia Timur.

“Mudah-mudahan FGD ini memberikan harapan yang lebih baik bagi Pelindo IV. Sebab PLB adalah suatu ide yang bagus, tapi kita tidak bisa bekerja sendiri tetapi harus bekerja bersama-sama,” tegasnya.

Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Rahmatullah mengatakan melihat nilai ekspor utamanya dari Pelabuhan Makassar yang semakin tinggi, maka ide membangun PLB adalah sesuatu yang akan sangat menguntungkan.

“Tentunya menguntungkan bagi semua pihak, terlebih bagi stakeholder sebagai pengguna jasa kepelabuhanan,” ujarnya.

Sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo, ekspor dan investasi merupakan kunci pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut orang nomor satu di Indonesia ini, potensi pasar non tradisional perlu digali dan dikembangkan. Sehingga, perlu terobosan untuk menggenjot kinerja ekspor ke negara non tradisional.

Di Sulawesi Selatan, menurut data yang ada, tujuh besar komoditas ekspor yang melalui pintu Pelabuhan Makassar terus menunjukkan angka peningkatan yang cukup signifikan beberapa tahun belakangan ini, yaitu rumput laut, marmer, cocoa beans, ikan beku, biji mente, plywood dan marble yang masing-masing peningkatan ekspornya berada diangka 144%, 186%, 198%, 178%, 625%, 231% dan 35% pada 2017 lalu.

Sekedar perbandingan, untuk ekspor komoditas rumput laut, tahun 2016 lalu hanya mengalami pertumbuhan sebesar 66%. Pada 2017, angka pertumbuhannya meningkat jadi 144%.

Kemudian ekspor marmer yang berada diangka pertumbuhan sebesar 186% pada 2017. Angka itu melesat jauh dari pertumbuhan yang berhasil diraih pada 2016, yaitu hanya 43%.
(Rangga)

BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
Comments

Trending