Gubernur Sulsel Pantau Pemeriksaan Kesehatan Pengungsi di Makassar | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Gubernur Sulsel Pantau Pemeriksaan Kesehatan Pengungsi di Makassar

Published

on

Makassartoday.com – Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) melakukan kunjungan ke lokasi penampungan pengungsi di gedung Taman Kanak-kanak (TK) Yayasan Akar Antang, Makassar, Kamis (4/10/2018), siang tadi.

Kunjungan gubernur ini dilakukan disela-sela proses pemeriksaan kesehatan para anak-anak pengungsi yang dipimpin Dokter Spesialis Anak dr. Bob Wahyudin.

Data pasien anak diperoleh dari pihak yayasan terdapat sebanyak 84 anak dan 31 orang tua yang saat ini ditampung di TK Yayasan Akar Antang. Informasinya, dikabarkan jumlahnya akan terus bertambah.

Pengungsi didominasi oleh anak-anak dan perempuan. Rata-rata korban terpisah dari kelurganya dan trauma. Bantuan logistik berupa pakaian, makanan, minuman dan perlengkapan lain memenuhi sudut-sudut ruangan di TK Yayasan Akar Antang. Masyarakat hingga sejumlah kalangan datang berbondong-bondong silih berganti membawa logistik.

Menghilangkan trauma, Prof. Nurdin Abdullah bercengkrama dengan korban dan memberikan bantuan uang senilai Rp1 miliar untuk korban gempa.

Dokter Spesialis Anak dr Bob Wahyudin mengatakan, dari pemeriksaan kesehatan pasien anak, ditemukan anak penyakit cidera saat kejadian gempa, demam, diare dan ada juga anak terkena Instalasi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). ISPA merupakan infeksi yang mengganggu proses pernafasan seseorang. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh virus yang menyerang hidung, trakea (pipa pernafasan), atau bahkan paru-paru.

alterntif text

ISPA menyebabkan fungsi pernapasan menjadi terganggu. Jika tidak segera ditangani, infeksi ini dapat menyebar ke seluruh sistem pernapasan dan menyebabkan tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen.

“Saya arahkan tim saya untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar dan pihak Yayasan, bagi anak yang butuh pemeriksaan lebih jauh, saya arahkan ke klinik saya. Karena di klinik lengkap alatnya, saat ini sangat terbatas. Beberapa anak korban gempa dibutuhkan pemeriksaan darah dan foto rontgen,” kata dr. Bob juga mantan Kepala Puskesmas Lara Kab Mamuju, Sulbar.

dr. Bob Wahyudin menambahkan, dirinya menyimpan nomor kontak pribadi dan tim untuk Yayasan, apabila ada anak sewaktu-waktu butuh pemeriksaan bisa segera menghubunginya.

Menurutnya, anak traumatik paling perlu ditangani pula. Sebab, kejadian gempa tsunami Palu-Donggal menyimpan rasa trauma yang besar. Jadi, anak-anak disini perlu diberikan permainan, dihibur, dan diajak berbincang-bincang untuk mengurangi rasa trauma anak.

“Saya lihat pihak yayasan dan relawan bekerja ekstra untuk korban gempa Palu-Donggala. Salut atas mereka. Relawan dan pihak yayasan juga mengajak anak-anak bermain, belajar dengan gembira, dihibur, dan bercengkrama untuk menghilangkan rasa trauma,” katanya. (*)

BAGIKAN:
Comments

Trending