Bhakti Merah Putih Narapidana di Masjid Katangka Resmi Ditutup | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Bhakti Merah Putih Narapidana di Masjid Katangka Resmi Ditutup

Published

on

Makassartoday.com – Sebagai Wujud pembinaan dan pengenalan Kepada Masyarakat, Bhakti kepada Negeri Merah Putih Narapidana, yang digelar oleh Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel, selama 9 hari berjalan dengan lancar dan tertib, yang bertempat di Masjid Tua Al-Hilal Katangka, Jl Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Minggu (8/10/2018).

Acara penutupan kegiatan ini dimulai dengan pembacaan Ayat suci Al-Qur’an, dan sambutan Kepala Cagar Budaya Masjid Tua Katangka, Madattuang, yang menyapaikan ucapan terima kasih kepada Kanwil Kemenkumham Sulsel, dan memberikan gambaran sejarah pada Mesjid Tua Al-Hilal Katangka.

“Ada beberapa filosofi yang terdapat di Masjid ini, contohnya seperti tiang masjid yang jumlahnya sama dengan sahabat terdekat Rasulullah, Jumlah 6 Jendela dan 5 Pintu dimesjid katangka menandakan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam,” kata Madattuang.

Pada kesempatan ini Madattuang juga menjelaskan Filosofi nama Masjid Katangka dan menyampaikan Renovasi masjid yang telah dilakukan.

“Masjid katangka ini juga sebagai pusat penyebaran ajaran Agama Islam pertama di Sulawesi Selatan, yang dulunya juga merupakan Masjid kerajaan Gowa,” jelasnya.

Nama Masjid Katangka sendiri diambil pada pohon Katangka yang bermakna Katangka atau dapat dikatakan katangkasaan atau kebersihan, dan struktur bangunan ini juga pada awalnya didirikan dari Kayu Pohon Katangka, sehingga diberi nama Masjid Tua Al-Hilal Katangka.

alterntif text

Renovasi yang telah dilakukan di Masjid tua Katangka, sudah dilakukan sebanyak 6 kali, pertama pada tahun 1816, 1884, 1963, 1971, 1980, terakhir pada tahun 2007, dan pada hari ini dilakukan lagi perbaikan dan pemeliharaan oleh Kanwil Kemenkumham Sulsel melalui kegiatan Bhakti Padamu Negeri Merah Putih Narapidana.

Selanjutnya, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel, Imam Suyudi, memberikan Sambutan, sekaligus menutup acara ini dengan penulisan Buku Tamu secara simbolis di Masjid Tua Al-Hilal Katangka.

“Saya harap 25 orang Warga Binaan Pemasyarakatan yang ikut serta dalam kegiatan ini dapat memberikan hal positif pada Masyarakat sekitar, dan juga dapat membuka mata Masyarakata terhadap pembinaan WBP. Termaksud pembinaan WBP Lapas Kelas I Makassar yang dekat dari Masjid Tua Al-Hilal Katangka,” tutup Kakanwil.

Kegiatan ini ditutup dengan penanaman pohon Katangka oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Sulsel, dan penanaman tanaman oleh kepala UPT Lapas/Rutan se-Kota Makassar yang ditanam disekitar halaman Pemakaman Raja-raja Gowa serta diakhiri dengan foto bersama, dengan Kepala Cagar Budaya Masjid Katangka, Pengurus Mesjid dan Warga Binaan Pemasyarakatan. (Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
Comments

Trending