Tendang Kemaluan Petugas, Residivis Curat Dor to Dor Didor... | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Tendang Kemaluan Petugas, Residivis Curat Dor to Dor Didor…

Published

on

Makassartoday.com – Sapri Dani alias Sapri alias Appi (37) meringis kesakitan usai dihadiahi timah panas di bagian kakinya. Sebelum dilumpuhkankan, pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) berstatus residivis itu dibekuk Unit Resmob Polsek Panakukkang, Rabu (24/10/2018) malam.

Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi mengatakan, tersangka diamankan berdasarkan dua laporan polisi, yakni LP/1078/VIII/K/2018/Reatabes Mksar/Sek Panakukkang serta LP/64/X/K2018/Restabes Mksar/Sek Rappocini.

“Tersangka merupakan residivis kasus curat pada tahun 2015 dan 2017. Usai menjalani proses hukum, tersangka Kemabli beraksi mengincar barang berharga milik korban dari rumah ke rumah alias dor to dor di wilayah hukum kami,” jelas Kapolsek Panakkukang

Adapun hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku telah melakukan aksi curat, masing-masing di BTN Cilallang Jaya VII, Kecamatan Rappoccini pada 20 Oktober 2018 serta BTN CV Dewi Kecamatan Panakkukang pada tanggal 21 Agustus 2018.

alterntif text

Dari tangan tersangka, pihaknya menyita barang bukti berupa 1 TV merk Sony Warna hitam 1 kamera dan 1 unit ponsel Iphone 6 plus warna gold. Selain itu, juga ditemukan tempat bungkus rokok sampurna berisi pirex. Tersangka juga diduga sebagai pelaku pecandu narkoba.

Dijelaskan bahwa tersangka dilumpuhkankan saat proses pengembangan barang bukti, dimana tersangka berusaha melakukan perlawanan dengan menendang kemaluan salah seorang petugas.

“Benar, tersangka melakukan perlawanan dengan cara menendang kemaluan salah satu anggota kami serta mencoba melompat dari mobil serta melarikan diri dan seketika anggota memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali, namun pelaku tidak menghiraukannya,” jelas Kapolsek.

Usai menjalani perawatan di RS Bhayangkara, tersangka beserta barang bukti langsung dibawa ke Mako Polsek Panakkukang guna proses lebih lanjut. (Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
Comments

Trending