Ibu Rumah Tangga di Takalar Gorok Leher Sendiri Hingga Tewas | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Ibu Rumah Tangga di Takalar Gorok Leher Sendiri Hingga Tewas

Published

on

Makassartoday.com – Warga Dusun Kunjung Mae,.Desa Bontolanra, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Jumat (16/11/2018) pukul 07.00 Wita, dibuat geger dengan peristiwa tewasnya serorang ibu rumah tangga bernama Kamaria Dg Kaca (25).

Kamaria ditemukan tewas dalam kamar rumahnya sendiri dengan kondisi mengenaskan.

Korban pertama kali ditemukan oleh suaminya sendiri, Rudiansyah. Dalam keterangannya sang suami mengaku meninggalkan istrinya ke kamar mandi. Setelah kembali ke kamar, Rudiansyah mengaku kaget karena melihat istrinya tersebut sudah dalam kondisi bersimbah darah dengan luka gorokan di leher.

“Suaminya mengaku melihat istrinya sudah dalam posisi duduk menghadap ke arah barat dengan leher dan dada bersimbah darah,” jelas Kapolres Takalar, AKBP Gani.

Rudiansyah mengaku sempat mengangkat istrinya ke ruang tamu dan melihat terdapat luka gorok pada leher.

“Di situ saksi berteriak meminta tolong kepada warga dan bersama-sama warga membawa korban ke Puskesmas Aeng Towa, namun selang beberapa menit di PKM korban dinyatakan meninggal dunia dan jenazah dibawa pulang ke rumah karena permintaan keluarga,” lanjut Kapolres.

alterntif text

Personil Polsek Galesong Utara yang menerima informasi langsung mendatangi TKP. Hasil pemeriksaan sementara diduga korban meninggal dunia karena bunuh diri.

Dari keterangan suami dan saudaranya, almarhum bunuh diri dengan cara menggorok lehernya sendiri menggunakan sebilah parang. Parang tersebut ditemukan tak jauh dari jenazah korban pertama kali.

“Dari keterangan keluarga menjelaskan bahwa akhir-akhir ini korban berperilaku tidak seperti biasanya. Korban disebut banyak melamun dan susah diajak komunikasi, sering mengatakan ingin pergi ke laut dan sehari ssbelumnya pernah dibawa berobat dukun oleh pihak keluarga,” sambung Kapolres mengutip keterangan pihak keluarga.

Adapun tindakan medis yang dilakukan pihak Puskesmas, yaitu menjahit luka. Pihak keluarga juga menolak autopsi dan meminta jenazah dikembalikan ke rumah.

“Suami dan keluarga korban menolak jenazah dilakukan autopsi meskipun telah diminta oleh Polsek Galut,” tutupnya. (Rusdi-Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
Comments

Trending