Aksi Begal Potong Tangan di Makasaar Karena Alasan Ekonomi | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Aksi Begal Potong Tangan di Makasaar Karena Alasan Ekonomi

Published

on

Makassartoday.com – Pelaku begal yang memotong tangan Imran, akhirnya diringkus Tim Jatanras Polrestabes Makassar.

Kedua begal sadis tersebut, diketahui bernama Aco dan Firman. Keduanya berhasil ditangkap dan diamankan di Mapolrestabes Makassar.

Komitmen Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo untuk menangkap begal sadis terbukti. Pelaku begal yang memotong tangan Imran (19) mahasiswa ATIM akhirnya berhasil dibekuk, Rabu (28/11/2018) malam.

Baca Sebelumnya: Potongan Tangan Manusia Gegerkan Warga di Jl Pongtiku

Polisi menyebut pelaku utama penganiyaan Imran berinisal Firman dan rekannya Aco sebagai joki membonceng menggunakan sepeda motor. Proses penangkapan para pelaku diungkap melalui konferensi pers di Mapolrestabes Makassar Kamis (29/11/2018).

Baca Sebelumnya: Pemilik Potongan Tangan di Jl Pongtiku Berstatus Mahasiswa

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan, pengungkapan berawal dari penyelidikan anggota Jatanras Polrestabes Makassar dan Resmob Polda Sulsel.

alterntif text

Polisi berhasil mengamankan penadah barang hasil kejahatan kedua pelaku, berupa ponsel milik korban seharga Rp900 ribu.

Saat pengangkapan terhadap penadah bernama Irman yang berprofesi pelayan di kapal. Adapun ponsel korban sempat dibuang ke laut. Untuk mengambil ponsel tersebut, dibutuhkan anggota Polres Pelabuhan untuk melakukan pencarian.

“Petugas kemudian mendapatkan identitas pelaku dari penadah. Anggota kemudian menangkap Aco sang joki di Jalan Sunu dan Firman selaku eksekutor di Jalan Antang,” ujar Kapolrestabes Makassar.

Saat akan dibawa, Aco yang merupakan joki atau yang membonceng pelaku utama saat beraksi berusaha melarikan diri. Polisi terpaksa menembak kakinya untuk dilumpuhkan.

“Kedua pelaku dan penadah kami proses, untuk pelaku FM mengakui jika dirinya terpaksa melakukan begal hanya untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Wahyu  Dwi Ariwibowo.

Kini tersangka mendekam di Mapolsek Tallo untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka terancam dikenakan pasal 365 KUHP ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (Rusdi)

BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
Comments

Trending