Bestek Unibos Gelar Workshop Gerak Tari dan Tata Rias | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Bestek Unibos Gelar Workshop Gerak Tari dan Tata Rias

Published

on

Makassartoday.com – Era informasi dan telnologi digital saat ini sering disebut sebagai zaman milenial, dimana semua hal serba modern. Laki-laki dan perempuan berlomba menciptakan inovasi dan usaha baru.

Tidak kalah pentingnya dengan penggunaan media sosial yang juga menjadi sarana terbaik memasarkan produk. Hal tersebut juga berlaku pada sanggar tari yang melakukan promosi tarian melalui media sosial, seperti tutorial make up melalui Youtube, hingga influence.

Mengikuti kebutuhan dan perkembangan zaman, Bengkel Seni Teknik (Bestek) Universitas Bosowa (Unibos) menggelar ‘Workshop Gerak Tari dan Tata Rias’ di Auditorium Aksa Mahmud, Kamis, (29/11/2018). 

Dekan Fakultas Teknik Unibos, Dr. Ridwan, ST.,M.Si pun turut hadir dan membuka kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Ridwan mengatakan, workshop sangat bagus untuk melahirkan bakat yang berkaitan dengan tari dan rias.

“Karena hal tersebut sangat dibutuhkan di zaman sekarang. Dua bidang ini merupakan profesi yang menjanjikan di era sekarang,” tuturnya.

Untuk materi gerak tari, kegiatan ini menghadirkan Dwi Lestari Johan yang merupakan Founder Sanggar Seni Sipakainge’. Dengan memberikan materi seputar tari tradisional yang ada di Sulawesi Selatan, Dwi juga sempat berbagi tata cara olah tubuh sebelum menari kepada audience. 

“Menari itu tidak boleh sembarangan. Semua bagian tubuh harus bergerak. Selama ini kesalahan dalam menari kebanyakan gerakan telah berhenti ketika irama masih berjalan, contohnya dalam tari paduppa. Seharusnya tetap bergerak dengan menyesuaikan musiknya,” jelas Dwi.

“Penari juga harus peka terhadap bunyi. Di Makassar bunyi gendangnya kencang dan keras. Namun penarinya tetap menari dengan lembut. Filosofinya, sekeras apapun laki-laki dan kehidupan, perempuan harus tetap lemah lembut. Contohnya dalam pakarena, wajahnya ditutup setengah dan tatapannya menunduk itu bermakna budaya khas Sulawesi Selatan yakni siri’,” imbuhnya.

Selain itu, juga dibahas terkait tata rias yang menghadirkan Ariza Satifa Rivai selaku Owner Ars_Mkup. Ariza memberikan pengetahuan seputarmake up dan praktik langsung tata cara make up yang baik dan benar.

“Memilih produk make up harus sesuai dengan kondisi kulitnya agar tidak merusak kulit dan hasil akhirnya pun cantik,” jelas Make Up Artist (MUA) yang akrab disapa Ifa tersebut. 

Dia juga mengatakan, boleh berkreasi seperti mencampur beberapa foundation agar mendapatkan hasil yang pas, namun harus berhati-hati untuk tidak mencampur terlalu banyak, karena dapat terjadi reaksi kimia yang bisa merusak kulit.

Ifa merupakan salah satu MUA yang sudah tergabung dalam Asosiasi MUA Indonesia (AMI). Ia juga memberikan beberapa tips dan teknik aplikasi make upyang baik dalam praktiknya di workshop tersebut. (Rangga)

BAGIKAN:
Comments

Trending