2 Penganiaya Anggota Brimob Polda Sulsel Diringkus! - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

2 Penganiaya Anggota Brimob Polda Sulsel Diringkus!

Published

on

Makassartoday.com – Tim Penikam Polrestabes Makassar berhasil meringkus dua pelaku penganiayaan Bharatu Ari Putra Utama, Anggota Brimob Polda Sulsel.

Kedua pelaku, yakni Aring alias Candu (20) dan Irfan alias Ippang (21) diringkus Rabu (2/1/2019) malam.

Keduanya diamankan setelah dua hari dalam pelarian. Diketahui aksi penganiayaan terhadap Bharatu Ari Putra Utama terjadi di Jl Rappokalling Utara I, kecamatan Tallo, Kota Makassar, Selasa (1/1/2019) dini hari.

Para pelaku diduga menyerang korban dengan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan korban mengalami sejumlah luka tusuk di bagian tubuh.

Tak hanya Bharatu Ari Putra Utama, sahabatnya bernama Suherman juga tak luput dari aksi penganiayaan.

“Keduanya sudah ditetapkan tersangka dalam kasus penganiyaan berat di Rappokaling Utara yang megakibatkan seorang anggota Brimod dan seorang warga,” tegas Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo di Mapolrestabes Makassar, Kamis (3/1/2019).

Adapun pelaku l, kata Kapolrestabes berhasil ditangkap setelah keberadaannya terdeteksi di wilayah Kabupaten Bone.

“Tim Penikam yang kami turunkan kemudian berangkat ke Bone dan berhasil meringkus keduanya,” sambungnya.

Dari penyelidikan sementara, motif penganiayaan karena ketersinggungan diantara korban dan pelaku.

“Persoalannya hanya sepele. Ketika itu Bharatu Ari sedang lepas dari tugasnya. Ia lalu bersilaturrahmi dirumah rekannya yakni Surahman tepatnya di Rappokalling Utara. Di sana Bharatu Ari di jamu dengan pisang goreng serta minuman Ala tradisional jenis Sarabba,” urainya.

Kedua korban saat itu tengah duduk dan tiba-tiba didatangi pelaku dengan membunyikan secara keras gas motornya.

“Mendengar suara bising itu korban lalu menegur pelaku. Disinilah pelaku merasa tak terima ditegur dan salah satu dari keduanya pulang mengambil senjata tajam lalu menyerang kedua korban dengan menggunakan parang dan tombak saat korban sedang dalam pekarangan rumahnya,” sambungnya.

Akibat kejadian itu Bhartu Ari mengalami luka tikaman pada bagian lengan dan perut sementara Surahman menderita luka pada bagiang punggung.

Akibat perbuatannya, keduanya dijerat dalam pasal 170 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Kapolrestabes menambahkan, bahwa kondisi korban yang tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara.

“Kedua korban kini kondisinya sudah membaik dan masih dalam perawatan di Rumah sakit Bhyangkara,” tutup perwira tiga bunga melati di pundaknya itu. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending