BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2019 Lebih Tinggi | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

BISNIS

BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2019 Lebih Tinggi

Published

on

Makassartoday.com – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan optimismenya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019 bisa mencapai antara kisaran 5,4 persen.

“Prospek ekonomi Indonesia tahun ini akan lebih baik, dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Perry Warjiyo, saat menjadi pembicara di acara Dinner Talk Prospek dan Arah Bauran Kebijakan, di The Rinra Hotel Makassar, Kamis (31/1/2019) malam.

Indikator pertumbuhan ekonomi tersebut, kata dia, didukung oleh pertumbuhan ekonomi domestik yang cukup kuat dari konsumsi maupun investasi.

“Ekonomi kita insya Allah prospeknya tahun ini akan lebih baik. Pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi dan stabilitas ekonomi juga akan lebih terjaga. Pertumbuhan ekonomi sampai 5,4 persen titik tengahnya 5,2 persen didukung oleh pertumbuhan ekonomi domestik yang cukup kuat, maupun investasi,” terangnya.

Sementara inflasi, kata dia, BI memperkirakan akan ada di bawa 3,5 persen tahun ini. Sedangkan nilai tukar rupiah juga sampai saat ini di bawah Rp14 ribu rupiah.

“Khusus untuk nilai tukar rupiah diperkirakan akan stabil dan cendrung menguat. Hal ini disebabkan sejumlah faktor yaitu arus modal asing masuk yang cukup baik,” ujarnya.

alterntif text

Sementara, arus modal asing dalam bentuk investasi asing tahun lalu, baik berupa saham pemerintah itu berjumlah kurang lebih sekitar Rp12 miliar US Dollar, naik menjadi 120,7 miliar US Dollar.

“Tahun ini arus modal asing baik SDM maupun saham cukup tinggi sudah melebihi 20 triliun yang masuk ke obligasi saham pemerintah maupun obligasi koorporasi. Jadi dengan arus modal asing masuk maka pasokan devisa itu semakin meningkat,” bebernya.

Meski demikian, kata Perry, sinergi kebijakan antara pemerintah, BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan dunia usaha juga harus semakin diperkuat.

Hal itu terus dilakukan agar bisa mendorong ekonomi dan menjaga stabilitas, khususnya bagaimana mendorong ekspor dan mengurangi impor, serta mendorong pariwisata, juga berbagai komoditas.

“Perkuat sinergi dari dunia usaha, akademisi dan pemerintahan agar perekonomian daerah maju. Dengan sinergi berbagai pihak, perekonomian yang lebih baik,” lanjutnya.

Menurutnya perjalanan ekonomi pada 2018, memberikan pelajaran penting untuk bersinergi, dalam rangka memperkuat ketahanan dan mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan ditengah kondisi ekonomi global yang masih kurang kondusif.

“Kita bisa membawa ekonomi yang baik ke depan. Optimisme ekonomi tahun ini akan lebih baik meskipun tekanan global masih berlangsung. Insyaallah tahun ini ekonomi kita akan terus tumbuh asalkan ada sinergi,” ungkapnya. (Rangga)

BAGIKAN:
Comments

Trending