Rumah Tempat Peracik Kosmetik Ilegal di Makassar Digerebek Polisi | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Rumah Tempat Peracik Kosmetik Ilegal di Makassar Digerebek Polisi

Published

on

Makassartoday.com – Tim Satuan Narkoba Polrestabes Makassar yang di pimpin Kasat Narkoba Kompol Diari Estetika, menggerebek sebuah rumah yang diduga kuat menjadi tempat meracik kosmetik ilegal di Jalan Toa Daeng, Kota Makassar, Selasa (12/3/2019) siang.

Dari rumah tersebut, polisi mengamankan satu pria bernama Asrul dan seorang wanita bernama Nana serta 1 truk kosmetik Ilegal berbagai jenis hasil racikan kedua pelaku.

Asrul dalam keterangannya mengaku bahwa dirinya betugas sebagai peracik. Sementara perempuan Nana adalah pemilik usaha kosmetik ilegal yang juga turut serat berperan berbagai peracik.

“Saya yang racik pak, saya juga ajari Nana dan mendapat upah untuk megajarkan racikan kosmetik itu Rp2,5 juta per bulan,” ungkap Asrul.

Menurut Asrul, dirinya selama sebulan mampu menyelesaikan racikan yang siap dijual itu sebanyak 500 paket hanya satu merk saja.

“Kalau racikan dalam kemasan satu merk saja. Biasa selesai sampai 500 kemasan,” ungkap Asrul lagi.

Dia mengatakan bahwa khusus penjualan kosmetik ke masyarakat itu dijual lewat media sosial (medsos).

Asrul juga mengaku memiliki dua rekan yakni Arham dan Astuti yang berperan menyiapkan barang pesanan baik melalui online maupun pesanan lewat pasar tradisional.

“Peredaran barang kosmetik racikan itu sudah diedarkan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah sampai Jawa Tengah,” beber Asrul.

Sementara itu Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Estetika mengaku masih melakukan pengejaran terhadap pelaku utama yang merupakan saudar dari pelaku Asrul.

“Tersangka utamanya kita masih kejar, kita sudah kantongi namanya,” kata Diari.

Untuk saat ini, dua orang yang diamankan masih dalam pemeriksaan guna pengembangan lebih jauh.

Akibat perbuatannya, keduanya bisa dijerat Undang-undang Kesehatan dengan sanksi penjara 15 tahun dan denda Rp1,5 miliar. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Comments

Trending