BPPD Sulsel Sebut Isu Halal Tourism Jadi Komoditas Politik | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

BPPD Sulsel Sebut Isu Halal Tourism Jadi Komoditas Politik

Published

on

Makassartoday.com – Polemik konsep Moeslem Friendly yang direncanakan bakal diimplementasikan pada destinasi wisata Toraja, Sulawesi Selatan, ditengarai bakal dimanfaatkan segelintir elit untuk kepentingan politik.

alterntif text

Menurut Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel Hendra Nick Arthur, terdapat beberapa pihak yang ditengarai sengaja menciptakan wacana negatif atas konsep Meoslem Friendly Destination sehingga memicu polemik di tataran masyarakat Toraja.

Sebagai informasi, Moeslem Friendly sendiri adalah konsep yang disiapkan otoritas pariwisata Sulsel guna memacu angka kunjungan wisatawan mancanegara yang saat ini berada dalam tren Halal Tourism.

“Pada saat kami tengah berupaya membangun kembali brand Toraja sebagai destinasi andalan daerah, ada sejumlah pihak justru berupaya memanfaatkan isu tourism untuk mempengaruhi opini masyarakat jelang Pilpres dan Pileg tahun ini,” kata Hendra melalui siaran pers resminya, Rabu (13/3/2019).

Hendra yang juga merupakan Putra Kanuruan Toraja ini menyatakan keprihatinan beberapa pihak yang justru memandang Moeslem Friendly sebagai sebuah virus untuk meluluhlantakkan kekayaan budaya Tana Toraja.

Secara tegas dia menilai bahwa pihak tersebut memiliki kedangkalan literasi terhadap konsep Moeslem Firendly Destination, yang seyogyannya bermuara pada upaya peningkatan perekonomian daerah melalui pariwisata.

“Konsep ini murni untuk mengoptimalkan ceruk wisatwasan global, bukan bermaksud untuk mengubah brand Toraja sebagai sebuah destinasi wisata berbasis budaya. Sangat dangkal pemikiran beberapa pihak ini,” tuturnya.

Dia kemudian menguraikan tren sejumlah negara berkembang seperti Korea Selatan, Jepang, Thailand dan beberapa lainnya yang justru saat ini getol menerapkan konsep Moeslem Friendly Destinastion dalam kerangka Halal Tourism.

“Ceruk wisatawan global saat ini sudah mulai didominasi dari Timur Tengah, Malaysia dan Indonesia sendiri. Namun kita justru menolak keberadaan halal tourism dengan asumsi yang tidak masuk akal,” tegasnya.

alterntif text

Jemaat Gereja Toraja Balla Tamalanrea ini juga menyatakan rasa malu dengan sikap politisi daerah yang mengambil isu yang keliru mengenai wisata halal.

“Kalau politisi kita terjebak dengan isu-isu halal tourism. Itu menandakan kapasitas mereka dalam mengawal aspirasi masyarakat perlu dipertanyakan. Apakah halal tourism itu gerakan yang bisa mempengaruhi kepercayaan maupun budaya di Toraja. Kalau ada yang punya pemikiran seperti itu. Masyarakat atau calon pemilih jelas ragu dengan kapasitas politisi seperti itu,” kata Hendra.

Politisi Partai Demokrat Sulsel, Andi Januar Jaury Dharwis juga menyayangkan isu wisata halal yang dianggap akan menggerakkan ekonomi masyarakat di sektor riil justru menjadi polemik di lingkungan masyarakat Toraja.

“Sebaiknya isu wisata halal ini dihentikan saja. Jelas ini merugikan daerah jika peluang pasar wisatawan muslim domestik, Asia Tenggara dan Timur Tengah ditutup di Toraja,” sarannya.

Praktisi Pariwisata Sulsel ini justru mengajak segenap stakeholder dan pemerintah daerah untuk memperkenalkan istilah Moslem Tourism Lifestyle di Toraja destination.

“Memang ada kekeliruan penjelasan terkait wisata halal di Toraja. Sehingga Moslem Tourism Lifestyle mungkin lebih tepat digunakan agar masyarakat bisa menerima potensi wisata halal di Toraja,” kata dia.

Legislator DPRD Provinsi Sulsel ini justru menilai keberadaan wisatawan muslim di Toraja justru akan semakin memperkuat budaya dan keyakinan masyarakat Toraja karena adanya perbedaan pandangan budaya menjadi daya tarik utama Toraja.

“Eksekutif dan legislatif daerah seharusnya bisa meyakinkan masyarakat dengan potensi kunjungan wisatawan muslim. Kita berbicara daya tarik. Jelas wisatawan muslim ingin merasakan atraksi budaya yang berbeda. Jadi keliru jika wisata halal bisa mematikan budaya setempat. Justru sebaliknya,” tutupnya (*)

BAGIKAN:
Comments

Trending