Disdik Makassar Fokus Simulasi UNBK Untuk Siswa Kepulauan | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Disdik Makassar Fokus Simulasi UNBK Untuk Siswa Kepulauan

Published

on

Makassartoday.com – Mengahadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2019, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar akan menggelar simulasi disejumlah sekolah.

Kepala Disdik Makassar, Abd Rahman Bando mengatakan, simulasi sevara nasional sudah dimulai sejak hari ini.

Meski demikian pihaknya tetap melakukan beberapa simulasi UNBK, khususnya bagi siswa yang berasa di wilayah kepulauan.

“Rencananya akhir Maret ini satu kali, bulan April akan kita coba lakukan juga. Untuk nak-anak sekolah yang tinggal di kota, ini tidak masalah, tetapi bagaimana dengan anak-anak kita dari pulau, ini masih harus sering dilatih agar mereka tidak Gagap Teknologi (Gaptek) dan juga tidak sok ketika baru menghadapi ini,” kata Rahman saat di temui di Hotel Santika Makassar, Senin (18/3/2019).

Rahman menambahkan, saat ini jumlah peserta yang terdata pada Data Pokok Pendidikan Dasar (Dapodiknas) untuk lUNBK tahun 2019 sebanyak 23.334 ribu siswa.

Rahman mengaku telah mengirimkan nomor peserta ujian kepada siswa sebanyak 23.334 ribu.

Pihaknya juga telah membangun koordinasi dengan PT PLN dan PT Telekom untuk memastikan suplay listrik dan jaringan telekomunikasi dari seluruh titik-titik lokasi UNBK.

“Saya bertemu langsung dengan pimpinan PT PLN Sulsel dan barat juga PT Telekomunikasi indonesia,” kata Rahman.

Persiapan lain yang dilakukan pihaknya, yaitu memastikan ada proktol dan teknisi yang akan mendampingi peserta ujiaan.

“Ini sekadar berjaga-jaga kalau ada kesulitan pengoperasian. Selain itu, kata Rahman, upayakan ada cadangan genset di setiap sekolah,” kata Rahman.

Rencananya ujian akan dilangsungkan pada tanggal 22-25 April 2019 sementara ujian susulannya pada tanggal 29-30 April 2019. Terkait persiapan pegawasan, Rahman akan menerapkan pengawasan silang.

_Kita akan melakukan pengawasan silang untuk semua sekolah SMP, Tidak ada guru yang mengawas di sekolahnya sendiri, demi menjaga objektifitas,” tegasnya.

Menanggapi kekurangan peralatan terkait komputer dan laptop yang akan digunakan sebagai perangkat untuk UNBK, Rahmat mengatakan telah mengidentifikasi dan membangun komunikasi dengan sekolah-sekolah.

“Untuk piranti-piranti lunak, komputer dan laptop, kita telah identifikasi sekolah-sekolah berapa kekuatannya sehingga kita komunikasikan dengan peserta didik kita yang memiliki komputer sendiri untuk dikoneksikan dengan server yang ada di sekolah,” tutup Rahman. (Rusdi)

BAGIKAN:
Comments

Trending