AJI Makassar Bahas Isu Lingkungan | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

AJI Makassar Bahas Isu Lingkungan

Published

on

Makassartoday.com – Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Qodriansyah Agam Sofian mengatakan, bahwa jurnalis yang menjadi garda terdepan dalam mengabarkan informasi kepada publik juga harus memiliki kepekaan terhadap isu lingkungan.

Agam menyoroti air bersih yang kian hari semakin mencemaskan karena mengalami pencemaran.

Kekuarangan air bersih, kata dia, menjadi isu yang sangat penting karena dinikmati oleh seluruh manusia. Sejumlah data menyebutkan 97 persen air di muka bumi hanya 3 persen yang dapat dinikmati oleh manusia.

Berangkat dari persoalan tersebut, Agam menekankan pentingnya mengawal isu lingkungan untuk keberlanjutan kehidupan di masa yang akan datang.

“Jurnalis jangan hanya sekadar menyadur informasi atau mendapatkan informasi yang salah atau bohong sehingga memberikan informasi yang salah kepada publik,” kata Agam di hadapan pewarta yang hadir dalam kegiatan “Aku Cinta Air Bersih” di Hotel Maxone, Kamis (21/3/2019).

alterntif text

Sementara itu, Andang Suryana Soma selaku pemateri dalam kegiatan tersebut menjelaskan permasalahan lingkungan disebabkan oleh pola kelola lingkungan yang keliru, hingga berdampak kepada bencana, seperti banjir dan tanah longsor.

“Kita perlu memahami siklus air, sebagai misal, kehidupan perkotaan di Makassar pada ketika terjadi musim hujan dan kemarau,” kata Andang.

Dia menyebut kuantitas air di Sulawesi Selatan banyak. “Tetapi apakah memenuhi kualitas air untuk kita minum?” tanya Andang pada peserta.

“Berdasarkan hasil temuan, mikroplastik sudah ada dalam air, dan itu mesti diperhatikan ke depannya,” ujar dosen kehutanan itu.

Permasalahan yang terjadi hari ini, kata dia, kalau hulu sudah jadi lahan pertanian kemudian puncak-puncak gunung jadi sawah.

“Di mana kita memasukkan air kedalam tanah?” tanyanya.

Untuk berbagi kehidupan dengan generasi ke depan, Andang menekankan beberapa hal yang perlu dilakukan. Hal itu untuk menjaga kelestarian lingkungan agar tetap stabil.

“Perlindungan daerah resapan, pelarangan penebangan liar, perlindungan pencemaran, terakhir kurangi konsumsi menggunakan plastik,” tutupnya. (*)

BAGIKAN:
Comments

Trending