Polmark Prediksi 7 Parpol Ini Tak Lolos Parlemen | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

Polmark Prediksi 7 Parpol Ini Tak Lolos Parlemen

Published

on

Makassartoday.com – Lembaga survei dan riset, Polmark Research Center Indonesia menyampaikan hasil survei terakhir mereka yang dimulai pada Oktober 2018 hingga Februari 2019.

Survei Polmark dilakukan di 73 dapil se-Indonesia, mencakup 93% dari pemilih Pemilu 2019.

Di 73 dapil ini diperebutkan 534 kursi dari 575 keseluruhan kursi DPR RI 2019. Adapun survei ini menggunakan jumlah responden 440, dengan margin of error plus-minus 4,8%, di masing-masing 72 dapil dan 880 responden, dengan margin of error plus-minus 3,4% di 1 dapil.

Pengambilan sampel survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan selang kepercayaan 95%.

Survei menempatkan sembilan partai teeatas dan tujuh partai terbawah yang diprediksi tak lolos ambang batas parlemen (Parliamentery Treshold)

Sembilan partai yang diprediksi loloa, yakni PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, PKB, PAN, Nasdem, PKS dan PPP.

Sementara partai yang tidak lolos ke parlemen, yakni PSI, Perindo, PBB, PKPI, Berkarya, Hanura dan Partai Garuda.

“Khusus di survei ini kami mengambil sampel emak-emak sebanyak 50 persen. Mengapa 50 persen? Karena metodologi pengambilan sampelnya adalah di 1 dapil kabupaten kota itu respondennya diambil secara proporsional,” kata Direktur Polmark, Eep Saefullah Fattah saat menghadiri Roadshow bersama DPW PAN Sulsel di Kota Makassar, Kamis (21/3/2019).

Eep Saefullah Fattah juga memaparkan hasil survei Polmark mengenai tingkat keterpilihan parpol peserta pemilu 2019 beserta tingkat keterpilihan dua kontestan Pilpres, Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandi.

“Untuk Pilpres saat ini elektabilitas petahana Jokowi Amin di bawah 50 persen di kalangan perempuan, yakni 40,5 persen,” ungkap Eep.

Adapun, elektabilitas penantang Jokowi, yakni PrabowoSandi mendapat dukungan suara perempuan sebesar 25,0 persen.

Eep menjelaskan, meski saat ini Jokowi-Amin unggul, namun swing voter di kalangan perempuan cukup tinggi, mencapai 34,5 persen. Sehingga, swing voter suara perempuan inilah yang menentukan siapa yang bakal memenangkan Pilpres 2019.

“Prabowo-Sandi terus menguat, sementara JokowiAmin terus turun. Saya menyimpulkan kita belum bisa menyatakan siapa yang unggul. Kedua pasang harus kerja keras di minggu-minggu terakhir,” tutupnya. (Rusdi)

BAGIKAN:
Comments

Trending