Oknum Dosen UNM Pembunuh Zulaeha Terancam Hukuman di Atas 15 Tahun | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Oknum Dosen UNM Pembunuh Zulaeha Terancam Hukuman di Atas 15 Tahun

Published

on

Makassartoday.com – penyidik Polres Gowa telah menggelar kasus pembunuhan Siti Zulaeha Djafar (37), PNS Universitas Negeri Makassar (UNM), Minggu (24/3/2019).

Dalam gelar kasus tersebut, oknum dosen UNM berinisial WJ (43) telah resmi ditetapkan sebagai tersangka tunggal.

Gelar perkara dipimpin langsung Kapolres Gowa, Akbp Shinto Silitonga serta penyidik Satreskrim, Kasiwas-Kasipropam-Kasubaghuma Polres Gowa, Tim Kedokteran Forensik dan Tim Inafis Polda Sulsel.

Tersangka WJ dijerat dua psal sekaligus, yakni Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara serta Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan berat hingga korban meninggal dunia dengan ancaman 7 tahun penjara.

“Ada dua pasal yang kami terapkan dalam kasus ini sesuai hasil gelar perkara dan bukti-bukti yang telah kita kumpulkan,” jelas Shinto, Senin (25/3/2019).

Tersangka, kata Shinto, mengakui telah melakukan tindakan pidana pembunuhan terhadap korban karena dipicu ketersinggungan, dimana korban diduga terlalu jauh mencampuri masalah pribadi tersangka.

Baca Sebelumnya : Ponakan Mantan Rektor UNM Tewas Mengenaskan di Dalam Mobil

Meski demikian, tersangka menolak jika disebut memiliki hubungan asmara dengan korban.

“Tersangka tidam mengakui adanya hubungan asmara dgn korban.

Adapun kronologi lengkap hasil gelar perkara itu dijelaskan korban sebelum kejadian mengajak ajak tersangka bertemu di Parkiran Telkom Pettarani, Jumat (22/3/2019) lalu.

“Tersangka mengaku diajak korban dengan niat ingin menceritakan suatu masalah. Keduanya bertemu di sana menggunakan kendaraan masing-masing,” papar Shinto.

Setelah bertemu di lokasi pertama, keduanya kemudian ke Kompleks Ruko Perum Permata Sari, Jl. Sultan Alauddin-Makassar, dan masih gunakan mobil masing-masing.

“Di TKP kerua tersangka memarkir mobilnya, lalu naik ke mobil korban dengan posisi tersangka di kursi driver dan korban di kursi sampingnya,” sambungnya.

Tersangka dan korban kemudian bersama menuju
ke arah Gowa dengan rute acak dan kecepatan rendah, sambil berbincang tanpa emosi.

“Awalnya tersangka mengaku hanya berdialog biasa, tapi kemudian setelah sampai di jalan pinggran Danau Mawang, terjadi cekcok dipicu bahasa korban yang mencampuri pribadi tersangka, dan gerakan tangan korban yang menampar pipi tersangka,” urai Shinto.

Sikap korban ini kemudian memicu emosi tersangka, hingga menghentikan kendaraan di Jl STPP Gowa. Dengan sikap oenuh emosi tersangka akhirnya melakukan aksi kekerasan fisik berkali, hingga korban meninggal dunia.

“Setelah menghabisi nyawa korban, pelaku panik dan mencari tempat untuk meninggalkan mobil di depan gudang Bumi Zarindah itu, tempat jenazah korban ditemukan warga,” kata Shinto.

Setelah memarkir mobil korban, tersangka kemudian menjerat leher korban dengan seatbelt, kemudian turun dari mobil dalam kondisi mobil sentral lock dan kunci di tinggal di jok driver.

“Saat hendak kabur, pelaku sadar ponsel korban masih di dalam mobil, kemudian pelaku ke sisi pintu korban dan memecahkan kaca jendela dengan batu, lalu tersangka mengambil ponsel korban,” lanjutnya.

Pecahan kaca mobil sempat mengenai tangan tersangka hingga mengeluarkan darah. Usai mengambil ponsel korban, pelaku kabur dengan menumpang sepeda motor warga yang melintas menuju ke Makassar.

Kapolres Gowa juga menyebutkan, baha tersangka dan korban sama bekerja di UNM, tinggal bertetangga serta berasal dari kampung yang sama. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Comments

Trending