Warga Mamasa Keluhkan Suplai Air PDAM | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Regional

Warga Mamasa Keluhkan Suplai Air PDAM

Published

on

Makassartoday.com – Sejumlah warga di sekitar pusat kota Kabupaten Mamasa terpaksa mengangkut air ke sumur di tepi sawah sejauh kurang lebih 500 meter, lantaran suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak lancar.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang warga Dusun Ponding, Desa Buntu Buda, Kecamatan Mamasa Ramba, pihaknya mengaku dalam tiga pekan ini pelayanan air bersih sangat sulit hingga harus memikul air dari sumur.

“Ini sudah berminggu-minggu air bersih PDAM tidak mengalir terpaksa kami mengangkut air dari pinggir sawah,” ungkap Ramba di Mamasa, Senin (25/03/2019).

Pihaknya berharap agar PDAM Mamasa dapat membenahi kendala sehingga air tidak mengalir ke rumah-rumah penduduk seperti yang terjadi di Dusun Ponding, Desa Buntu Buda.

“Masalah ini kalau bisa pihak PDAM secepatnya mengecek kasian kami ini yang mengngkut air hari-hari,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Direktur PDAM Mamasa, Awaluddin mengatakan, terganggunya pelayanan air bersih itu dikarenakan stok air yang sangat terbatas yang diproduksi oleh PDAM sendiri sehingga tidak ada lagi solusi yang dapat ditempuh.

Ia menjelaskan, PDAM Mamasa hanya memproduksi sebanyak 40 liter air perdetik, sementara pengguna meteran air bersih mencapai 4.000 rumah tangga yang ada di Kabupaten Mamasa.

“Jadi penggunaan suda melampaui batas, karena kalau kapasitas 40 liter hanya mampu melayani 2.200 meteran saja, tapi kenyataannya suda sampai 4000 pengguna jadi tentu kita keolahan,” jelas Awal siang tadi Di Mamasa, Sulawesi Barat.

Sehingga kata dia, di beberapa daerah termasuk Desa Buntu Buda, Osango, Bombonglambe, Tondok Bakaru dan juga kecamatan Balla harus dikenakan giliran penutupan jalur air bersih (Keran).

“Beberapa daerah tersebut harus ada titik tertentu yang dikenakan giliran penutupan Keran,” katanya.

Lanjut Awaluddin menjelaskan, selain stok air yang tidak memadai juga juga adanya warga yang dianggap nakal, sengaja merusk meteran agar warga lainnya tidak mendapat air.

“Ini juga menjadi penyebab tidak lancarnya air, olehnya itu kami sangat berharap ada kerja sama yang baik dari masyarakat untuk menggunakan air seperlunya supaya tidak lagi terjadi kendala dan menjadi keluhan,” pungkasnya. (Wahyu)

BAGIKAN:
Comments

Trending