Diserang Isu Jual Beli Jabatan, Begini Reaksi Rektor UIN Alauddin Makassar! | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Diserang Isu Jual Beli Jabatan, Begini Reaksi Rektor UIN Alauddin Makassar!

Published

on

Makassartoday.com – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof Musafir Pababbari, membantah pernyataan Prof Mahfud MD soal jual beli jabatan pada pemilihan rektor UIN Alauddin Makassar 2014 lalu.

Ia mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Mahfud MD dalam acara talk show salah satu televisi swasta beberapa waktu lalu tidak benar adanya.

Bahkan, ia sangat kecewa atas pernyataan tidak mendasar dari Mahfud MD yang hanya mendengarkan laporan secara sepihak, tanpa ada klarifikasi sebelumnya dari pihak UIN Alauddin Makassar.

“Apa yang disampaikan oleh Mahfud MD itu tidak benar, dan tidak ada klarifikasi dari kami (UIN Alauddin Makassar),” kilahnya saat konferensi pers di Kampus UIN Alauddin Makassar, Rabu (27/3/2019).

Selain itu, pernyataan Mahfud MD dalam acara ILC bahwa terjadi jual beli jabatan di lingkup Kementerian Agama untuk mengisi posisi rektor. Bahkan nilainya mencapai Rp5 miliar.

Dalam pernyataan Mahfud MD juga menyebutkan salah satu kandidat rektor bernama Andi Faisal Bakti telah terpilih dua kali menjadi rektor.

Namun, kenyataannya Andi Faisal Bakti tidak dilantik. Kata Musafir, Andi Faisal Bakti memang memenangkan pemilihan rektor dua kali atas dasar gugatan di PTUN. Akan tetapi, dugaan Andi Faisal Bakti tidak dilantik karena tak mampu membayar mahar senilai 5 miliar rupiah, itu tidak sesuai fakta.

“Jadi Andi Faisal Bakti memang menang di PTUN itu diakui keabsahannya. Tetapi di quorum menurut menteri agama itu tidak sah,” jelasnya.

Musafir menjelaskan bahwa yang disampaikan oleh Mahfud MD tentang UIN Alauddin Makassar merupakan hoax. Skema dalam pemilihan rektor di UIN Alauddin Makassar tidak mengharuskan seorang calon tinggal 6 bulan.

Justru pemilihan rektor di UIN Alauddin Makassar berdasarkan keputusan senat. Beda halnya dengan UIN yang ada di Jakarta dan Aceh yang mengharuskan penunjukan Menteri.

“Perlu kita dorong bagaimana mengenai kasus itu. Tapi kita perlu tegaskan jual beli jabatan itu tidak ada. Tapi saya sebagai rektor sekarang saya tidak ada uang untuk bayar itu,” ungkapnya.

Sejauh ini, pihak UIN Alauddin Makassar belum melakukan upaya hukum atas pernyataan dari Mahfud MD. Namun, pihaknya hanya mengklarifikasi melalui media.

Kalau saya mengatakan hoax karena tidak sesuai dengan realita di UIN. Karena penyampaiannya lewat media, saya klarifikasi lewat media juga,” pungkasnya. (Rangga)

BAGIKAN:
Comments

Trending