Siswi Asal Samarinda Digarap di Wisma Usai Dicekoki Obat Tidur | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Siswi Asal Samarinda Digarap di Wisma Usai Dicekoki Obat Tidur

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Bunga (16) hanya bisa menangis setelah sadar mahkota hidupnya direnggut oleh seorang pria bejar bernama Buhari.

Dihadapan petugas Polres Pelabuhan Makassar, Bunga menceritakan nasib tragis yang ia alami.

Berawal saat Bunga tiba di Pelabuhan Makassar, setelah menempuh perjalanan laut dari kota asalnya Samarinda, Rabu (24/4/2019) kemarin.

Di Makassar, korban sudah janjian dengan Buhari, yang diakui korban merupakan kenalannya.

Pelajar SMA itu kemudian meminta Buhari agar diantar ke Masjid. Namun dalam perjalanan, Buhari malah berpikir negatif.

Untuk melancarkan aksi bejatnya, Buhari kemudian mencampurkan obat tidur di minuman botol yang kemudian diberikan kepada korban.

Dalam kondisi setengah sadar, Bunga pun dibawa oleh pelaku ke wisma di Jl Timor.

Setelah lama tak sadarkan diri, Bunga terbangun dan kaget, lantaran berada di kamar wisma dengan Buhari.

Merasa ada yang tidak wajar, Bunga pun langsung kabur meninggalkan wisma dan melapor ke Polres Pelabuhan Makassar.

Pihak kepolisian yang menerima laporan korban langsung melakukan pengejaran terhadap Buhari.

Tak butuh waktu lama, pria berusia 40 tahun itu berhasil diringkus tanpa perlawanan di kamar wisma tempat korban diduga digauli.

Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Aris Bachtiar yang dikonfirmasi, Rabu (24/4/2019), kemarin membenarkan kasus tersebut.

alterntif text

“Korban ini awalnya minta tolong diantar ke masjid, tapi korban tak sadar setelah diberi minuman. Tiba-tiba setelah sadar korban mengaku sudah ada di kamar wisma, Jl Timor,” jelas Kapolres Pelabuhan, Kamis (25/4/2019).

Dijelaskan bahwa pelaku dan korban sudah salong kenal. Namun korban mengaku tak pernah menaruh curiga terhadap pelaku.

“Korban kenal sama pelaku, tapi korban mengaku tidak curiga,” sambungnya.

Sementara itu Pihak Pemberdayaan Perempuan dan Perlinduangan Anak (DPPPA) Kota Makassar setelah mendapat informasi tersebut langsung melakukan perlindungan terhadap korban untuk memberikan perawatan psikologi.

“Korban mengalami trauma. Korban juga mengaku tengah menghadapi masalah keluarga, sehingga berinisiatif ke Makassar,” kata Makmur yang merupakan Kepala Tim Reaksi Cepat (TRC) P2TP2A Kota Makassar.

Lebih lanjut Makmur menuturkan bahwa tindakan dilakukannya tak lain membangun mental korban agar secepatnya pulih dengan memberikan pembinaan moral pendidikan dan agama disamping itu pihak TRC juga berkoordinasi ke pihak Polres Pelabuhan untuk menindaklanjuti penyeldikan kasus didadukan korban.

“Kami inapkan sementara waktu di rumah aman untuk diberi pembinaan untuk membangun mental korban. Kami juga berkoordinasi ke Polres Pelabuhan dan DPPPA Samarinda untuk menindaklanjuti aduan korban,” pungkas Makmur. (AK)

alterntif text
BAGIKAN:
Comments

Trending