LSP Anging Mammiri Sertifikasi Gratis 114 Karyawan Hotel | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

BISNIS

LSP Anging Mammiri Sertifikasi Gratis 114 Karyawan Hotel

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Anging Mamiri kembali melakukan sertifikasi 114 karyawan hotel untuk peningkatan kualitas pelayanan di sektor kepariwisataan daerah.

Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Makassar Kwandy Salim menegaskan jika sertifikasi karyawan ini menjado syarat utama sertifikasi usaha di aektor perhotelan.

“Kegiatan sertifikasi pekerja dengan sertifikasi usaha, dimana hotel yang bisa disertifikasi adalah hotel yang minimal 50% karyawannya tersertifikasi” kata pemilik Hotel Anging Mammiri ini.

Bagi pekerja tersertifikasi, lanjutnya peluangnya untuk diterima bekerja dan berkarir lebih besar karena sudah mengantongi sertifikat kompetensi.

Sebelumnya Plt. Kepala Dinas Pariwisata SulawesI Selatan, Muhammad Firda berharap agar kegiatan sertifikasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh peserta karena karyawan tersertifikasi sangat bermanfaat bagi hotel tempatnya bekerja dan memberikan kepuasan kepada tamu karena dilayani oleh karyawan yang kompeten.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprpv Sulsel ini menilai kepuasan tamu saat berkunjung ke bisa mendorong peningkatan tingkat kunjungan wisatawan ke Sulawesi Selatan

“Itulah sebabnya stakeholder pariwisata harus bersinergi,” ujarnya

Sekertaris LSP Periwisata Anging Mammiri Gita Nelwan merinci sertifikasi hotel dan restoran yang diikuti 114 karyawan itu terdiri dari 18 Front Office, 15 Housekeeping, 27 Food and Beverage Service, 38 Food Product dan 16 Laundry dari 13 Hotel Bintang di Makassar.

Dia menjelaskan ada 9 orang Asesor diturunkan untuk kegiatan sertifikasi ini yang diselenggarakan atas kerjasama ASDEP Pengembangan SDM dan Hubungan Antar Lembaga dengan LSP Pariwisata Anging Mamiri, DEPUTI Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan.

Pembiayaan kegiatan sertifikasi ini berlangsung selama tiga hari, 23-25 April 2019 ini, lanjutnya sepenuhnya ditanggung pemerintah melalui alokasi anggaran Kementerian Pariwisata dengan menggunakan skema okupasi ASEAN.

“Skema ini juga yang berlaku di negara-negara Asean, sehingga sertifikat yang diterima oleh peserta yang kompeten berlaku di semua negara ASEAN,” tutupnya. (*)

BAGIKAN:
Comments

Trending