Kodim 1417 Kendari Tangkap Anggota TNI Disersi Pelaku Pencabulan Anak - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Kodim 1417 Kendari Tangkap Anggota TNI Disersi Pelaku Pencabulan Anak

Published

on

Makassartoday.com, Kendari – Anggota Kodim 1417/Kendari berhasil mengamankan pelaku pencabulan anak di bawah umur, bernama Adrianus Pattyan.

Anggota TNI berstatus disersi tersebut diringkus di lorong 55 Kompleks Universitas Muhammadiyah Kendari ( UMK ), Kelurahan Wowanggu, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Rabu (1/5/2019).

Adrianus Pattyan berhasil ditangkap tanpa ada perlawanan berarti meski membawa senjata tajam.

Penangkapan dipimpin oleh Danramil 1417- 13 Poasia, Kapten Inf Edi Kusumah, Pasi Inteldim 1417/Kendari, Kapten Inf Muh Ridwan dan Lettu Inf Dondo Mokodompit yang menjabat sebagai Danunit Intel Kodim yang mengerahkan sekitar 30 personel Babinsa dan anggota Unit Intel Kodim, berhasil menangkap pelaku yang menghebohkan ibukota Sultra pada beberapa hari ini.

Kronologis penangkapan yang berlangsung dramatis tanpa perlawanan mengundang para warga yang ingin mengetahui sosok desertir yang telah meninggalkan dinasnya selama satu tahun

“Berdasarkan informasi dari warga Wowanggu bahwa telah melihat seorang pria mencurigakan berkeliaran di sekitar kompleks UMK dengan membawa sebuah karung yang diketahui berisi senjata tajam,” kata Dandim Kendari Letkol Fajar.

Informasi tersebut ditindaklanjuti pihaknya dengan memerintahkan perwira untuk melakukan pencarian dan penyisiran daerah yang diduga sebagai tempat persembunyian pelaku.

“Sekitar pukul 10.40 Wita, akhirnya pelaku berhasil ditangkap saat bersembunyi di salah satu rumah warga,” sambung Letkol Fajar.

Guna menghindari amukan warga, pelaku segera diamankan dan digelandang menggunakan roda empat menuju Denpom XIV/3 Kendari.

Sekitar pukul 11.00 Wita tiba di Markas Polisi Militer tersebut untuk dilakukan pemeriksaan.

“Saat ini pelaku sudah diamankan di kamar tahanan Denpom XIV/Kendari, untuk dilakukan penyidikan guna mempertanggungjawabkan tindak pidana militer sebagai pelaku desertir dan pelaku kejahatan terhadap UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” ucapnya. (Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending