KPK Dalami Kasus Alih Fungsi Delapan Fasum Milik Pemkot Makassar | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

KPK Dalami Kasus Alih Fungsi Delapan Fasum Milik Pemkot Makassar

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan alih fungsi delapan lahan fasilitas umum (fasum) milim Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto saat menerima perwakilan KPK di Kantor Balaikota Makassar, Rabu (1/5/2019).

“Pemkot Makassar bersama KPK fokus melakukan penyerahan data sejumlah aset Pemkot Makassar yang dikuasai pihak-pihak tertentu,” kata Danny, sapaan akrab Wali Kota Makassar.

Kedatangan pihak KPK ke Makassar, lanjutnya, sekaligus melakukan pengecekan langsung atas lahan fasum yang diduga bermasalah tersebut.

Adapun delapan lahan fasum yang tengah didalami itu, masing-masing Taman Laguna Losari (Metro Tanjung Bunga, Kawasan Pergudangan Makassar (Tol – PT Pelita Argo Mustika Karya), Terminal Regional Daya dan Pasar Niaga Daya, Fasum Jl Pengayoman, Fasum Perumnas, Fasum RS Faisal, Fasum Terminal Toddopuli, dan Warkop CCR Toddopuli.

Danny dalam kesempatan itu mengaku bersyukur pihak KPK ikut membantu mengusut dugaan alih fungsi lahan Pemkot Makassar.

“Saya bersyukur, sesuai dengan janji program pemerintah, pengembalian aset-aset pemerintah yang dikuasai oknum tertentu dapat dilakukan. Saya ucapkan terima kasih kepada KPK yang telah mendalami dan membantu proses pengembalian aset yang dimaksud. Cek fisik dilakukan agar informasi yang diberikan tidak bias,” pungkasnya.

Diketahui, beberapa aset yang didalmi KPK disinyalir telah dikuasasi pihak swasta untuk kepentingan komersial. Alas hak sejumlah fasum diantaranya juga telah balik nama.

Selama ini, Pemkot Makassar mengklaim fasum dan fasos berdasarkan catatan dalam buku aset. (Rus)

BAGIKAN:
Comments

Trending